Home / Agro Bisnis / Si Mungil yang Besar Nilai Bisnisnya

Si Mungil yang Besar Nilai Bisnisnya

Sugar Glider

Hewan ini menyerupai tupai. Dan, saking mungilnya, ia disebut pocket pet. Tapi, lebih dari semuanya, pasarnya masih terbuka lebar. Baik pasar lokal maupun pasar mancanegara meminati Sugar Glider. Karena itulah, bisnis pembiakkannya memberi profit yang luar biasa

e-preneur.co. Ingin memiliki hewan peliharaan yang berbeda daripada yang lain? Cobalah pelihara Sugar Glider atau yang mempunyai singkatan populer SG.

Sebab, hewan yang memiliki nama Latin Petaurus Breviceps ini mungil dan lucu, serta berwajah menggemaskan. Sementara secara fisik, menyerupai tupai tapi lebih kecil dan memiliki kantung di perutnya. Selain itu, ia bukan hewan pengerat, seperti halnya tupai, melainkan hewan Marsupialia dengan daerah endemik Papua dan Australia.

“SG adalah hewan nocturnal atau aktif di malam hari. Di alam liar, dia merupakan hewan omnivora atau pemakan sari bunga dan binatang-binatang kecil. Tapi, SG yang dipelihara di rumah biasanya diberi makan makanan bayi yang dicampur dengan madu,” jelas July, peternak SG di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.

Banyak orang memilih binatang ini sebagai binatang peliharaan, July melanjutkan, karena bentuknya yang menggemaskan. Di samping itu, berbeda dengan tupai, SG juga memiliki kemampuan adaptasi dan bertahan hidup yang luar biasa. Hal inilah, yang menjadi keunggulan lain SG.

Daya tarik lainnya yaitu warna bulunya yang berpola. Warna bulu SG yang umum beredar di pasaran yaitu Black Beauty/Grey. Sementara dilihat dari jenisnya, SG impor memiliki jenis White Face, White Tip, Platinum, maupun Albino yang memiliki harga jual tinggi.

 “Di luar negeri, khususnya Amerika Serikat, SG dikenal dengan istilah pocket pet. Karena, bentuknya mungil dan mudah dibawa ke mana-mana. Umumnya, pecinta SG membawanya dalam kantong kecil yang menyerupai wadah handphone,” kata July, yang mulai menternakkan SG tahun 2004.

Jika maksimal dalam pengembangbiakkannya, profit bisnis penjualannya bisa berlipat dalam waktu yang cukup singkat

Ya, jauh sebelum menjadi domestic pet di negeri sendiri, SG terlebih dulu terkenal di mancanegara. Sementara di Indonesia yang notabene negeri endemik SG, ironisnya, kalau boleh dibilang begitu, justru jauh ketinggalan. Hal inilah, yang kemudian membuat July menekuni pembiakan hewan yang dipopulerkan oleh selebiriti dunia Paris Hilton pada tahun 1999.

“Pertama kali beternak SG, cukup besar tantangannya. Tapi, justru kegagalan itulah yang lalu memacu saya untuk belajar dan belajar lagi. Beruntung, saat itu, harga indukan SG masih cukup murah di pasar hewan dan itu pun belum sebanyak sekarang,” kisah kelahiran Jakarta, 17 Juli 1982 ini.

Bagi yang ingin mengembangbiakkan SG, ia menyarankan bisa dimulai dari memilih indukan yang sudah berusia 1−5 tahun. Karena, pada usia itu, di samping nutrisi atau pakan yang diberikan, SG berkembang biak dengan maksimal.

SG betina melahirkan dua kali dalam setahun, dengan rata-rata jumlah anak yang dilahirkan 1−2 ekor (terkadang 3−4 ekor, red.). Keberhasilan anakan SG dari lahir hingga tumbuh dewasa sekitar 80%. Hal inilah, yang membuat pembiakannya semakin menggiurkan.

Di sisi lain, perawatan yang simple, tempat hunian yang tidak ribet, dan harga makanannya yang lumayan murah menjadikannya alternatif bisnis yang mulai dilirik banyak orang. Apalagi profitnya bisa berlipat dalam waktu yang cukup singkat, jika maksimal dalam pengembangbiakkannya.

“Dalam menternakkan SG, tidak membutuhkan ruang yang besar. Cukup dengan kandang hamster yang dialasi serbuk kayu,” ujar sarjana komputer dari STTIK Meridian, Jakarta, ini.

Dari segi pasarnya, saat ini, masih terbuka lebar. Selain untuk memenuhi pasar lokal, SG juga bisa diekspor ke luar negeri. Permintaan pasar lokal maupun internasional sama-sama besar. Hal inilah pulalah, yang membuat bisnis pembiakan SG memberi profit yang luar biasa.

Dengan dasar ini pula, July menggarap pasar SG secara total. Pasar online dan komunitas diliriknya guna memasarkan SG-nya. Sebab, selama ini, banyak pembeli yang membeli SG secara online. Selain itu, meningkatnya jumlah komunitas penghobi SG di kota-kota besar juga menunjukkan jika demand hewan yang mampu hidup hingga usia 15 tahun ini semakin meningkat.

Check Also

Meski Imut, tapi Prospek Bisnisnya Besar

Landak Mini Sama sekali tidak berbahaya, unik, eksotis, dan lain daripada yang lain. Sehingga, memelihara …