Home / Kolom / Emas dan Tanah

Emas dan Tanah

e-preneur.co. Suatu hari, emas dan tanah sedang bersama. Emas merasa ia lebih baik, karena “tubuhnya” memiliki warna berkilauan dan banyak dipakai orang-orang sebagai perhiasan. Emas juga merasa bangga, karena ia disimpan di tempat yang rapi, bersih, dan diberi pengamanan ketat. Sedangkan tanah, hanya diinjak-injak dan tidak pernah diperlakukan seperti emas.

Ia pun mengejek tanah. “Hei tanah. Lihatlah penampilanmu yang jelek dan kusam itu. Tubuhmu tidak berkilau layaknya aku,” katanya, sambil memamerkan “tubuhnya” yang berkilau terkena pantulan sinar matahari.

“Ya, kamu benar. Aku memang tidak berkilau sepertimu. Tapi, apakah kamu bisa menumbuhkan buah yang manis? Apakah kamu bisa menumbuhkan bunga yang indah? Apakah kamu bisa menumbuhkan pohon untuk berteduh manusia? Dan, apakah kamu bisa menjadi tempat untuk membangun rumah tempat para manusia merasa tenang dan aman?” jawab tanah, dengan tenang.

Emas mendadak terdiam.

Catatan

Kehidupan yang kita jalani saat ini penuh dengan orang-orang yang merasa mereka adalah emas berharga nan menyilaukan. Padahal, bisa jadi mereka tidak memberikan manfaat bagi orang lain.

Mereka memang sukses dalam bidang pekerjaan dan tampan atau cantik. Tapi, untuk berinteraksi dengan orang lain dan membantu sesama, mereka merasa enggan.

Di sisi lain, ada yang seperti tanah. Meski terlihat biasa saja dan tidak menonjol, ia justru memberikan dampak positif bagi sekitar.

Dalam hidup ini, lihatlah dengan bijaksana bahwa manfaat yang dapat diberikan pada orang lain lebih penting. Kesuksesan akan menjadi tidak ada artinya jika tidak bisa memberikan manfaat untuk sesama.

Hidup yang makmur juga tidak ada artinya, jika tidak digunakan untuk berbagi. Kepandaian yang dimiliki juga tidak ada artinya, jika tidak bisa memberikan inspirasi untuk sekeliling.

Hidup yang kita jalani merupakan serangkaian proses. Ada kalanya kita harus memberi, ada kalanya kita akan menerima.

Jadilah seperti tanah yang tidak sombong dengan terus menebar manfaat, sekali pun sebenarnya ia tidak kalah penting daripada emas.

Check Also

Pemenang Kehidupan

e-preneur.co. Suatu hari, dua sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli buku dan majalah. Si penjual …