Home / Senggang / Resto Area / Menunya Halal, Harganya Terjangkau

Menunya Halal, Harganya Terjangkau

SamWon House

K-Food belum sepopuler Drakor atau K-Pop di Indonesia. Meski, sebenarnya mempunyai potensi untuk berkembang. Albert melihat peluang itu dan lantas menghadirkan SamWon House, restoran Korea dengan menu halal dan harga terjangkau

e-preneur.co. Sejak beberapa tahun lalu, para perempuan, terutama Ibu-ibu rumah tangga, dilanda “demam” Drakor (Drama Korea). Belum juga “demam” itu mereda, K-Pop (Korean Pop) mengharu biru anak-anak muda di negara kita pada sekitar tahun 2011 atau 2013. Dan, kemudian disusul oleh K-Food (Korean Food).

Hal ini memunculkan pertanyaan apakah kehadiran SamWon House, restoran yang menyajikan masakan Korea, karena dipicu oleh demam K-Pop. “Sepengetahuan saya, pada tahun 2010, K-Pop belum terdengar. Sementara, SamWon House berdiri pada Oktober 2010 dengan lokasi pertama di Setiabudi One, Kuningan, Jakarta Selatan. Lalu, cabangnya dibuka di kawasan Wolter Mongisidi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,” jelas Albert Sentosa, pemilik SamWon House.

SamWon House, Albert melanjutkan, hadir ketika ia sedang mencari peluang usaha. Berdasarkan apa yang ia lihat, bisnis makanan merupakan salah satu bisnis yang berkembang di Indonesia. Ia juga melihat bahwa makanan yang belum begitu populer di sini yaitu makanan Korea, padahal mempunyai potensi untuk berkembang.

Lantas, ia memutuskan membuka usaha restoran Korea. Selain karena peluang, ia juga merasa citarasa masakan Korea bisa diterima di lidah masyarakat Indonesia.

“Jumlah restoran yang paling banyak tersebar di Indonesia yaitu restoran Cina, Indonesia, dan Jepang. Sedangkan restoran Korea, berada di urutan yang kesekian. Sehingga, jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari,” lanjutnya.

Sebab, pertama, lebih kepada masalah harga (pricing). Berbagai restoran Korea yang ada saat itu, harganya terbilang tinggi. Rata-rata, setiap orang harus merogoh kocek sedalam Rp300 ribu–Rp500 ribu. Sedangkan di SamWon House, hanya sekitar Rp120 ribu–Rp150 ribu. “Di samping itu, SamWon House tidak menggunakan daging babi dalam menu-menunya. Mengingat, orang-orang Indonesia merupakan target market kami,” ungkapnya.

Tidak menggunakan daging babi dalam menu-menunya

Kedua, kebanyakan owner-nya perseorangan dan orang Korea, bukan perusahaan. “Kalau pemiliknya individu dan kemudian membuka restoran, maka hanya satu restoran saja yang mampu ia kelola. Berbeda dengan SamWon House yang saya buat dengan sistem. Sehingga, dapat berkembang tanpa owner harus berada di restoran,” alumnus Macquarie University, Sidney, Australia, ini menambahkan.

Berkaitan dengan itu, pada September 2013, SamWon House mengikuti pameran franchise dan menawarkan franchise baik untuk SamWon House maupun SamWon Express. Sekadar informasi, SamWon Express yang berdiri pada akhir 2011 menyediakan makanan Korea siap saji. SamWon Express bisa ditemui di food court Puri Indah Mal dan Bandara Sukarno–Hatta Terminal 1, serta Mal Central Park dan Plaza Indonesia.

Keuntungan menjadi franchisee SamWon, ia menambahkan, yaitu bagi mereka yang mempunyai passion dalam usaha masakan Korea, maka SamWon bisa menjadi opsi yang sangat baik. Kedua, citarasa masakan SamWon cukup baik. Bahkan, bersaing dengan berbagai restoran yang dimiliki oleh orang Korea.

“Ketiga, franchise SamWon tidak bisa saya katakan pasti berhasil, tapi success rate kami empat dari empat berhasil atau 100%,” ucapnya. Keempat, SamWon memberikan full support. “Kami juga memperbolehkan franchisee standby di outlet atau belajar pada kami,” pungkasnya.

Kesimpulannya, meski tetap tidak dapat sepesat pertumbuhan restoran Jepang, restoran Korea mulai tumbuh. Artinya, tetap prospektif.

Check Also

Gurihnya Si Kaki Jenjang

Ayam Pramugari Pramugari identik dengan kaki jenjang dan tubuh ramping. Begitu pula, bentuk ayam goreng …