Home / Inovasi / Ketika Bengkoang Bisa Diolah Menjadi Selai

Ketika Bengkoang Bisa Diolah Menjadi Selai

Pia Besusu

Bengkoang diketahui memiliki kadar air yang tinggi. Sehingga, banyak yang berpikir mustahil untuk diolah menjadi selai. Tapi, dengan kreativitas yang dimilikinya, Mbak Wafiq bisa mengolah bengkoang menjadi selai dan menjadikannya sebagai isian pia di mana pia biasanya berisi daging, selai nanas, dan sebagainya

e-preneur.co. Prembun merupakan wilayah di Kebumen yang menjadi penghasil terbesar bengkoang, selain Mirit dan Bonorowo. Dari situ, muncullah ide dalam benak Tri Rudatin untuk melakukan inovasi yaitu menjadikan bengkoang sebagai isian pia.

Pia adalah sejenis kue yang berasal dari Cina. Aslinya, kue ini diisi telur asin, selai nanas, daging, dan sebagainya. “Tapi, pia buatan saya disesuaikan dengan lidah Indonesia,” kata perempuan, yang memiliki nama Wafiq Farhan di facebook ini.

Ide menjadikan bengkoang sebagai isian pia juga muncul saat mengikuti pelatihan pengolahan bengkoang, pada tahun 2021. “Dalam pelatihan tersebut, saya melihat bengkoang itu diparut, lalu diperas, dan hanya diambil ampasnya. Berarti, konsumen hanya diberi ampas atau parutan bengkoang. Padahal, air perasan dan tepung/pati (hasil endapan dari perasan air bengkoang, red.) itu juga bermanfaat,” tuturnya.

Dari situ, ia bertekad untuk membuat sebuah produk yang dapat memanfaatkan semuanya (ampas, air perasan, dan tepung bengkoang). Lalu, ia mencoba membuat bengkoang menjadi selai, seperti selai nanas.

“Bengkoang memiliki kadar air yang sangat tinggi, yang dapat membuat pia tidak tahan lama atau mudah berjamur. Inilah, kesulitan pertama yang harus saya hadapi,” ungkapnya. Sekadar informasi, untuk mengurangi kadar air dalam setengah karung bengkoang saja, ia membutuhkan pemrosesan minimal delapan jam.

Kesulitan, kalau boleh dibilang begitu, kedua yang harus ia hadapi yaitu bengkoang tidak memiliki rasa dan bau. Ya, bengkoang yang baru saja dipanen dan langsung dimakan hanya akan terasa renyah dan segar.

Mampu bertahan satu bulan dalam suhu ruang dan tanpa tambahan bahan pengawet

“Setelah ‘menginap’ beberapa hari barulah keluar rasa manisnya. Karena itu, saya selalu membeli bengkoang yang sudah beberapa hari dipanen, selain sudah muncul rasa manisnya, juga sudah berkurang kadar airnya,” jelasnya.

Selanjutnya, setelah menjadi selai bengkoang, ia memadukannya dengan susu agar lebih terasa rasa manisnya. “Sementara agar tahan lama, saya masih berusaha. Karena, ketika saya ikutkan bazar, baru seminggu, pia itu sudah keluar jamurnya. Akhirnya, kadar airnya saya kurangi lagi dan saya tambahi takaran gulanya. Ternyata, mampu bertahan dua minggu,” ujarnya.

Tapi, masih merasa belum puas, penduduk Desa Tersobo, Prembun, Kebumen, itu mencari lagi di mana masalahnya. Dan, akhirnya, ia berhasil memecahkan masalah tersebut hingga produk yang diberi nama “Pia Besusu” itu mampu bertahan satu bulan dalam suhu ruang dan tanpa tambahan bahan pengawet.

Besusu adalah nama lain dari bengkoang. Jadi, Pia Besusu bisa diartikan Pia (yang berisi selai) Bengkoang, bisa pula singkatan dari Bengkoang dan Susu.

Inilah rasa pertama atau original, yang diproduksi oleh perempuan yang lebih dikenal dengan sapaan Mbak Wafiq ini. Dalam perjalanannya, ia membuat dua varian rasa lagi yakni bengkoang dan keju (keju) serta bengkoang dan kacang (kacang).

Namun, untuk sementara, ia belum berproduksi rutin. Hanya, untuk memenuhi pasokan (ready stock). Karena, seringkali mendadak muncul pesanan untuk segera dikirimkan.

Ya, Pia Besusu memang lebih diminati oleh mereka yang tidak tinggal di Kebumen. “Saya justru memenuhi pesanan dari Bekasi, Semarang, Wonosobo, Batam, dan Jakarta. Kebanyakan memang membeli untuk oleh-oleh. Sehingga, kemasan pun saya desain sebagai makanan oleh-oleh,” katanya.

Tapi, dalam sehari, setidaknya ia membuat 25 boks di mana setiap boks berisi tiga kemasan dan tiga rasa. Sementara setiap kemasan, berisi empat pia. Konsumen bisa membeli satu rasa dalam satu boks, bisa pula dengan tiga rasa (mix) dalam satu boks.

Pia yang isiannya padat, cukup mengenyangkan, dan rasa manisnya normal ini dijual secara online atau melalui instagram kebumenbikinlaper, piabesusu, dan trirudatin, serta melalui shopee. Secara offline bisa dijumpai di Toko Oleh-oleh “Mituhu”. “Saya memulai usaha ini pada Oktober 2021 dan sampai sekarang (Juni 2022) sudah menjual 800 boks,” ucapnya.

Namun, tidak berarti tidak ada kendala. “Kebanyakan konsumen merasa harganya mahal,” pungkas Mbak Wafiq, yang membandrol Pia Besusu-nya dengan harga Rp35 ribu/boks.

Check Also

Cucian Bersih, Ekosistem Terjaga

Deterjen Minim Busa Isu ramah lingkungan membuat para pelaku usaha terus menggali ide untuk menciptakan …