Home / Senggang / Resto Area / Menu-menunya Membuat Ketagihan

Menu-menunya Membuat Ketagihan

Warung Sate Kambing Pak Manto

Ingat Solo, ingat Thengkleng. Ingat Thengkleng, ingat Pak Manto. Karena, pemilik Warung Sate Kambing ini menyediakan Thengkleng dan masakan-masakan berbahan kambing lainnya, yang bisa membuat konsumennya ketagihan

e-preneur.co. Thengkleng merupakan salah satu makanan khas dari Solo. Masakan ini mirip dengan Gulai Kambing, tapi berkuah encer dan nyemek (Jawa: sedikit kuah, red.).

Kehadiran Thengkleng ternyata berkaitan dengan masa penjajahan Belanda. Sebab, kala itu, hanya para bangsawan dan orang-orang Belanda yang boleh menikmati masakan berbahan Daging Kambing. Sementara tukang masak dan para pekerja, hanya diperbolehkan memakan kepala, kaki, dan tulang kambing.

Namun, mereka tidak kekurangan akal. Tulang-tulang kambing, khususnya, yang masih ada sisa-sisa daging yang menempel, mereka masak menjadi semacam Gulai. Dalam perjalanannya, masakan itu dikenal dengan nama Thengkleng.

Thengkleng, selalu tersedia hampir di semua warung sate kambing di Solo. Termasuk, Warung Sate Kambing Pak Manto (baca: Pak Manto, red.).

Namun, hanya Pak Manto yang menyediakan Thengkleng dengan bumbu rica-rica. Thengkleng Rica-Rica nyaris tidak berkuah dan berwarna merah kehitaman, yang berasal dari kecap yang digunakan. Berbeda dengan Thengkleng di mana kuahnya berwarna kekuningan.

Ada sensasi tersendiri saat mengisap sumsum dalam tulang kambing

Dari sisi rasa, jika Thengkleng berasa gurih, maka dalam Thengkleng Rica-Rica dapat ditemui rasa gurih, manis, dan pedas. Selain itu, Thengkleng Rica-Rica menggunakan Tulang Kambing yang masih ada sumsumnya. Sehingga, ada sensasi tersendiri saat mengisap sumsum dalam tulang.

Menu lain yang juga membuat ketagihan di warung yag berlokasi di Jalan Honggowongso, Pasar Kembang, Solo, ini yakni Thengkleng biasa, Sate Kambing, Sate Buntel, Tongseng, dan Gulai. Semua masakan ini disajikan dalam porsi besar. Sehingga, bisa disantap oleh 2‒3 orang. Selain itu, warung yang telah hadir sejak tahun 1990 ini tetap mempertahankan cara memasaknya yakni dengan menggunakan anglo dan arang.

Imbasnya, setiap hari (dari jam 06.30 hingga 20.00), warung ini tidak pernah sepi pengunjung. Hingga, diperlebar menjadi tiga kios agar pengunjung tidak perlu kuatir tidak mendapat tempat duduk. Di samping itu, Pak Manto juga sudah membuka cabang di Semarang (Jalan Mangunsarkoro, Karangkidul), Surabaya (Jalan Kaca Piring, Ketabang), dan Jakarta (Jalan Veteran, Bintaro).

Check Also

Ketika Para Perantau Kangen dengan Kampung Halamannya

Bubur Samin Bubur Samin bukanlah makanan tradisional Solo, tapi menjadi menu takjil yang ikonik di …