Home / Inovasi / Rokok Sehat?

Rokok Sehat?

Rokok Herbal

Sebenarnya, tidak ada satu pun cara terbaik untuk berhenti merokok. Kecuali, keinginan kuat untuk berhenti merokok dan lalu merealisasikannya. Tapi, hal itu tidak dapat dilakukan semudah menjentikkan jari. Anung mencoba mencarikan jalan keluarnya dengan memproduksi Rokok Herbal, yang ia klaim sebagai rokok sehat. Meski masih banyak diperdebatkan, Rokok Herbal terus diproduksi dan ada peminatnya

e-preneur.co. Dilarang Merokok! Larangan merokok ini muncul di mana-mana. Para perokok yang kepergok merokok di tempat umum, dikenai sanksi.

Namun, atas nama hak azasi manusia, disediakanlah satu tempat khusus bagi para perokok yang bisa kita jumpai di berbagai sudut tempat-tempat umum. Di tempat khusus yang berbentuk bilik kaca yang tertutup rapat itu, mereka bisa dengan leluasa saling berbagi asap yang mengandung racun nikotin itu.

Kondisi ini, tidak serta merta mengurangi jumlah perokok. Disinyalir, jumlah mereka bahkan bertambah, dengan bergabungnya mereka yang sebenarnya “belum atau tidak” pantas merokok.

Faktanya, memang tidak mudah berhenti merokok. Sekali pun, sudah diniatkan. Mengingat, adanya rasa ketergantungan yang tinggi terhadap rokok.

Tapi, ternyata, ada salah satu solusi cerdas untuk mengatasi hal ini yaitu berhenti merokok dengan rokok. Rokok yang dimaksudkan di sini yakni Rokok Herbal.

Pada awalnya, rokok ini hanya digunakan sebagai sarana terapi pengobatan berbagai jenis penyakit. Tapi, karena permintaan dari para pengguna semakin banyak—setelah mereka merasakan efek positifnya—maka Rokok Herbal pun diproduksi secara masal pada tahun 2005.

Apa sih Rokok Herbal? “Rokok Herbal adalah rokok yang dibuat dari tumbuh-tumbuhan yang tidak mengandung bahan kimia. Di sini, terdapat 17 jenis bahan yang menjadi ramuannya, di antaranya daun sirih, kayu siwak, dan madu. Kemudian, bahan-bahan itu diolah menjadi bahan campuran tembakau pilihan. Sehingga, mampu menetralkan kandungan tar dan nikotin, serta melancarkan peredaran darah dan membersihkan racun dalam tubuh. Terutama, pada saluran pernapasan,” jelas Anung Wakhid, CEO RokokHerbal.com.

Namun, Anung menambahkan, bahan kimia “terpaksa” tetap dapat dijumpai pada packing atau kemasan tiap batang rokok yang diberi merek Sin Castro ini. Selain itu, juga masih menggunakan tembakau tidak berpestisida sekitar 10%.

“Hal ini kami lakukan, karena tembakau herbal berfungsi untuk membunuh kuman dan bakteri di seputar rongga mulut. Tapi, nantinya, kami akan mengganti tembakau dengan herbal lain, seperti daun bayam, daun pisang, atau bahan baku lain yang sampai saat ini masih dalam penelitian,” ungkapnya.

Sebelum izin perusahaan dikeluarkan oleh pihak berwenang, Anung melanjutkan, Rokok Herbal menjalani uji ilmiah di Laboratorium Kimia Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, dan di salah satu pabrik rokok terkemuka di Jawa Timur yang ditunjuk resmi oleh pemerintah. Hasilnya, kadar nikotin Rokok Herbal0,5% dan nilai tar-nya tinggi.

Kadar nikotin-nya0,5% dan nilai tar-nya tinggi

Tar, secara standar internasional merupakan pengukuran berat material asap rokok yang mengandung racun dan bahan berbahaya lain. “Pada umumnya, bila nilai tar tinggi, maka nafas akan terasa berat, sesak, dan dada sakit. Tapi, tar pada Rokok Herbal merupakan ramuan jamu terapi kesehatan yang justru membantu mengurangi racun di dalam paru-paru dan mengeluarkannya dalam bentuk lendir. Sehingga, nafas akan terasa ringan. Pembuktian empiris telah banyak yang merasakan efek positifnya,” jelasnya.

Berdasarkan uji laboratorium juga diketahui bahwa semakin lama Rokok Herbal disimpan akan terasa semakin nikmat, tanpa mengurangi kualitas atau manfaat ramuan yang terkandung di dalamnya. “Kadangkala, di batang Rokok Herbal muncul beberapa noda atau bercak sebagai hasil reaksi ramuan yang semakin matang. Sehingga, khasiatnya semakin cepat bekerja bila dikonsumsi,” ucapnya.

Bagi sebagian perokok aktif yang baru pertama kali mengisap Rokok Herbal, Anung melanjutkan, akan langsung merasakan kenikmatannya dan tubuh terasa segar. Sedangkan bagi sebagian yang lain, lidah mereka akan terasa pahit dan tenggorokan gatal, panas, dan sakit, serta mual.

Hal itu, menunjukkan bahwa ramuan rokok sedang aktif bekerja untuk menghancurkan dan mengurangi kadar racun yang tinggi dalam darah dan paru-paru, serta tubuh para perokok tersebut. “Cuma dengan 3‒5 isapan Rokok Herbal, perubahannya sudah terasa dalam tubuh. Reaksi ramuan yang sedang bekerja untuk melancarkan peredaran darah akan berimbas badan sedikit merinding selama beberapa waktu. Setelah itu, badan akan terasa hangat dan segar,” ujarnya.

Dengan adanya reaksi-reaksi tersebut, ia menganjurkan untuk mengonsumsi Rokok Herbal sampai yang bersangkutan merasa “sembuh”. Sebab, Rokok Herbal aman dikonsumsi dan asapnya pun tidak meracuni perokok pasif. Bahkan, dapat berfungsi sebagai terapi kesehatan seperti pada perokok aktif.

Sedangkan abunya yang berasa gurih juga mampu menyembuhkan luka ringan, sariawan atau panas dalam, gatal-gatal atau eksim kulit, dan membantu menyembuhkan luka akibat diabetes. “Sebab itu pula, kami memberi tagline Rokok Sehat, sekaligus menepis persepsi bahwa semua rokok tidak baik bagi kesehatan,” katanya.

Ingin berhenti merokok atau ingin terus merokok merupakan sebuah pilihan hidup. Tapi, jika berhenti merokok yang menjadi pilihan Anda, sebaiknya dilakukan dengan cara menguranginya secara perlahan dan gantilah rokok Anda dengan hal-hal lain. Sebab, berhenti merokok secara mendadak sama berbahayanya dengan merokok itu sendiri.

Check Also

Cucian Bersih, Ekosistem Terjaga

Deterjen Minim Busa Isu ramah lingkungan membuat para pelaku usaha terus menggali ide untuk menciptakan …