Home / Kiat / Kemitraannya Menggurita dengan Good Service

Kemitraannya Menggurita dengan Good Service

Raja Bubur

Sebagai makanan yang gampang dibuat dan bahan bakunya gampang diperoleh, ketika bubur dijadikan usaha dan lalu dimitrakan, ada banyak kiat yang harus dijalankan agar mampu bertahan. Salah satunya yang dijalankan oleh Rizky dengan Raja Bubur-nya yakni dalam melayani konsumen, yang ia istilahkan good service. Imbasnya, Raja Bubur menguasai “pasar” bubur di Medan

e-preneur.co. Selama manusia masih makan, maka bisnis makanan akan terus ada. Sekali pun, mereka yang “bermain” di sini dari waktu ke waktu terus bertambah jumlahnya.

Adalah Rizky. Pada Juli 2010, ia mendirikan Raja Bubur. Dengan modal Rp100 juta, ia menggunakannya untuk investasi peralatan, perlengkapan, dan bahan baku.

Lalu, membuka gerai pertamanya di Jalan Darussalam, Medan, Sumatra Utara, dengan menyediakan Bubur Ayam Kanji Rumba yang merupakan produk unggulan Raja Bubur. Sebab, bubur yang mampu menggoyangkan lidah konsumen ini kaya akan rempah yang berasal dari resep rahasia keluarganya. Selain itu, juga tersedia Bubur Ayam Spesial Soto, Bubur Tiga Rasa, Bubur Jagung, Bubur Durian, dan lain-lain.

Selanjutnya, mantan karyawan sebuah perusahaan seluler ini mengemas buburnya dengan menggunakan mangkok plastik transparan beserta tutupnya. Kemasan super simpel ini, menurutnya, memudahkan pegawainya dalam melayani konsumen. Karena, setelah dipakai langsung dibuang.

“Untuk yang ingin dibawa pulang, bisa dimasukkan ke kulkas atau dipanasi lagi di rumah, tanpa takut tumpah. Bekas mangkoknya masih bisa digunakan untuk tempat bumbu dapur,” ungkap Rizky, yang tidak menyediakan layanan cuci piring di warung buburnya.

Enam bulan setelah Raja Bubur dibuka, Rizky sudah balik modal dan mencapai Break Even Point. Sehingga, ia berani mengembangkan bisnisnya dengan menawarkan kemitraan.

Imbasnya, selain di Jalan Darussalam, Raja Bubur juga dapat ditemui di Bumi Asri, Johor, Kasuari, dan Karya Jaya. Dengan jam operasional 07.00−23.00, tergantung lokasi gerai.

Tetap dilayani, walau hanya memesan satu porsi dan diantar ke rumah

Namun, meski gerai-gerainya masih di seputar Medan, bukan berarti kemitraan Raja Bubur sepi peminat dari luar kota. Menurut Rizky, sudah banyak kota lain yang ingin menjadi mitra. Sebut saja Jakarta, Palembang, serta Makassar.

Dengan pertimbangan kepercayaan, lebih tepatnya ingin mempertahankan brand Raja Bubur, Rizky belum memenuhi permintaan mereka. Kecuali, mitra yang akan mengelola gerainya cukup ia kenal.

“Karena, yang dijual ‘kan produk yang racikannya bisa dibuat sendiri (kecuali, Bubur Kanji Rumba, red.). Jadi, kalau tidak ada komitmen dari mitra di luar kota, siapa yang bisa memberi jaminan bahwa setelah beberapa waktu nama Raja Bubur tidak lagi digunakan dan mitra mengolah produknya sendiri?” papar Rizky, yang mendapatkan resep buburnya dariorang tua dan saudaranya.

Di sisi lain, Rizky yakin jika Raja Bubur bakal terus berkembang dan bertahan di tengah gerusan bisnis kuliner di Medan. “Masalah rasa, kami serahkan ke konsumen. Kami akan mengombinasikannya sesuai lidah konsumen. Yang terpenting, semua bahan baku yang kami beli berkualitas menengah ke atas. Kami juga memilih sumber daya manusia (SDM) yang baik. Karena, produk yang bagus dihasilkan dari SDM yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Demikian pula dalam melayani konsumen, promosi, dan inovasi. “Karena itu, kami akan tetap melayani konsumen yang memesan walau hanya satu porsi dan diantar ke rumah. Kami anggap ini bagian dari good service,” pungkasnya.

Check Also

“Naik Kelas” dengan Mengganti Gerobak Dorong dengan Outlet Permanen Berkonsep Restoran

Bakmi Gila Usaha kakilima banyak diminati para pelaku usaha. Selain itu, konsep PKL mempunyai potensi …