Home / Celah / Meningkatkan Harga Jual “Kain Karung”

Meningkatkan Harga Jual “Kain Karung”

Kerajinan Kain Blacu (Citra Handicraft)

Lantaran mudah diperoleh dan murah harganya, banyak pelaku usaha yang menekuni kerajinan dari kain blacu. Tapi, masih selalu ada peluang untuk mereka yang aktif dan kreatif. Seperti Tri, yang produknya bukan hanya sudah menjangkau seluruh Indonesia, melainkan juga sudah merambah Jepang

e-preneur.co. Kain blacu, biasanya digunakan sebagai karung pembungkus gula, tepung, atau beras. Tapi, kain sederhana dan berharga murah ini, bisa berubah menjadi barang yang lebih berguna dan berharga lumayan kala berada di genggaman tangan-tangan trampil nan kreatif.

Adalah Tri Retno, salah satu pemilik tangan trampil dan kreatif itu. Ia mengubah kain karung tersebut menjadi lebih dari 25 item pernak-pernik penghias rumah, di antaranya taplak meja, serbet, tempat tisu, tempat tas kresek, tempat pembalut wanita, sprei, sarung bantal dan guling, tas, tutup dispenser, tutup kulkas, serta alas telpon.

 “Niat awal saya hanya ingin meningkatkan nilai jual kain blacu ini, di samping juga ingin menggunakannya untuk hiasan rumah saya,” tuturnya.

Kain blacu mempunyai warna putih. Ha ini, juga memudahkan Tri untuk berkesperimen di atasnya. Misalnya, menghiasinya dengan bordir berkonsep minimalis atau hiasan lain.

Selain itu, segala pernak-pernik yang terbuat dari kain blacu juga dapat “masuk” ke dalam interior rumah dengan warna apa pun. Karena itu, tidak mengherankan bila pernak-pernik yang penjualannya sudah merambah Jepang ini, digemari kalangan Ibu rumah tangga kelas menengah ke atas dan mereka yang menghargai seni.

Konsumen pernak-pernik kain blacu ini, menurut Tri, biasanya membeli dengan alasan ingin menata bagian dalam rumah mereka dengan bahan dan desain yang seragam. Sehingga, tampak serasi atau matching.

Tri membangun usaha ini pada tahun 2003, dengan modal awal yag dirogoh dari kocek pribadi sekitar Rp5 juta. Lalu, dengan dukungan sang suami yang bertindak sebagai pembuat sketsa bordirnya, pernak-pernik dari kain blacu yang diberi “merek” Citra Handicraft ini bukan hanya dapat dijumpai di rumahnya di Sawangan, Depok, melainkan juga di Bandung, Kota Wisata, dan ITC Depok.

Ketika pemasaran produknya sampai ke seluruh Indonesia, ia juga menjualnya melalui reseller tetap yang berasal dari para Ibu rumah tangga di sekitar rumahnya. Selain itu, Tri yang sering memajang produk-produknya di lemari ruang tamu rumahnya—agar tamu atau kolega yang datang bisa langsung melihat hasil karyanya—juga memasarkan Citra Handycarft secara online.

Dapat “masuk” ke dalam interior rumah dengan warna apa pun

Tri juga rajin mengikuti berbagai pameran. “Saya sering diundang oleh berbagai bazar untuk diikutkan dalam pameran. Atau, diundang oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia sebagai pembicara dalam pameran craft  di beberapa negara, seperti Yordania, Hong Kong, Dubai, dan lain-lain,” paparnya.

Sedangkan dalam berpromosi, ia menggunakan cara dagang orang Cina yaitu dengan menurunkan harga, agar dapat menarik pembeli sebanyak-banyaknya. Sebab, pembeli biasanya akan mencari barang-barang yang berharga murah (tapi bukan produk murahan, red.).

“Setelah mendapatkan satu produk, biasanya mereka akan mencari produk-produk lainnya. Karena, “anggaran belanja” mereka masih banyak. Di sisi lain, tempat yang ramai dikunjungi pembeli, akan menarik pembeli-pembeli lain,” ungkapnya.

Dalam sebulan, untuk setiap item yang tersedia, Tri dan para karyawannya dapat menghasilkan masing-masing 400 pieces. “Lebih dari setengan produksi tersebut, laku terjual dalam jangka waktu sebulan,” pungkasnya. Selain itu, Tri juga menerima pemesanan untuk berbagai acara, seperti siraman dan peringatan 40 hari meninggalnya seseorang.

Check Also

Banyak Peminatnya

Rental Portable Toilet Kehadiran toilet umum—terutama yang bersih, nyaman, wangi, dan sehat—menjadi salah satu kebutuhan …