Home / Kolom / Jangan Hanya Mengeluh

Jangan Hanya Mengeluh

e-preneur.co. Di sebuah desa, hiduplah seorang cendekiawan. Setiap hari, ia menerima keluhan dari warga desa. Lantaran terus berulang-ulang, akhirnya cendekiawan itu melakukan suatu tindakan.

Ia mengumpulkan semua orang di desa itu, lalu menceritakan sebuah lelucon. Semua orang tertawa dengan lelucon yang diceritakan cendekiawan itu.

Hari kedua, cendekiawan itu kembali mengumpulkan orang-orang desa dan menceritakan lelucon yang sama. Hasil akhirnya, para penduduk desa tertawa terpingkal-pingkal lagi.

Hari ketiga, cendekiawan kembali menceritakan lelucon yang sama. Tapi, tanggapan penduduk desa sedikit berbeda dari dua hari sebelumnya.

Salah satu penduduk desa bertanya mengapa cendekiawan menceritaka lelucon yang sama. Mereka merasa bosan.

Cendekiawan menjawab, “Jika pada lelucon yang sama kalian bisa bosan dan tidak bisa tertawa lagi, tapi mengapa dengan masalah yang sama tetap bisa membuat kalian menangis?”

Artinya, penduduk desa itu terlalu memikirkan satu masalah dalam hidup mereka, tanpa mencari jalan keluarnya. Mereka hanya mengeluh, mengeluh, dan mengeluh, tanpa ada tindakan apa pun.

Catatan
  • Tanpa sadar, kita juga sering seperti penduduk desa itu atau suka mengeluh terhadap masalah yang sedang dihadapi. Bahkan, kita kerap fokus terhadap masalah, bukan bagaimana cara untuk menyelesaikannya.
  • Hal inilah, yang membuat kita tetap berada di posisi yang sama. Jika kita berani mencoba menyelesaikan masalah, mungkin kebiasaan mengeluh sudah tidak ada dalam diri kita.
  • Cobalah lebih banyak mencari jalan keluar daripada berkutat terhadap permasalahan yang sedang dialami.

Check Also

Pemenang Kehidupan

e-preneur.co. Suatu hari, dua sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli buku dan majalah. Si penjual …