Home / Agro Bisnis / Konsumennya Semakin Bertambah Banyak

Konsumennya Semakin Bertambah Banyak

Merpati Jacobin

Kendati dunia bisnis burung hias masih didominasi burung berkicau, tidak berarti burung hias seperti Merpati Jacobin tidak mempunyai pasar. Terbukti, konsumen burung ini dari waktu ke waktu semakin bertambah banyak

e-preneur.co. Penampilannya elegan. Bulu-bulunya halus dan berumbai menawan. Perawatan dan pemeliharaannya tidak ribet. Itulah, merpati hias.

Tidak mengherankan, bila burung yang masuk dalam Keluarga Columbidae ini diburu para penggemar burung hias. Artinya, hewan ini juga memiliki peluang usaha yang cerah.

Menurut Bambang Susetyono, salah satu peternak merpati hias di Madiun, Jawa Timur, burung ini memiliki beragam jenis seperti Jacobin, Fantail, Lahore, Gazy Modena, King U, Wina, Pouter, Kriting, Indian Fantail, Gondok, Black Nun, dan lain-lain. Tapi, di antara mereka, Jacobin lah yang paling populer dan bernilai jual tinggi.

Jacobin, istilah ini mengacu pada topi yang dipakai para Pendeta Jacobin. Ya, jika dilihat dari bulu-bulu di sekitar lehernya, memang seperti sebuah topi atau payung yang naik ke atas, menutup kepala burung.

“Untuk Jacobin yang istimewa atau grade-A, bulu-bulunya bisa sangat halus, lembut, dan panjang. Jenis ini harganya bisa sangat mahal di pasaran,” ungkap Bambang, yang memulai bisnis peternakan merpati hias pada tahun 2007.

Merpati hias mudah dalam perawatan dan pengembangbiakannya. Untuk pakan, misalnya, Bambang memberi jagung dan karak (nasi kering, red.) sehari dua kali yang diselingi dengan beras merah. Selain itu, air bersih untuk minum diganti setiap hari.

Di dalam kadangnya, Bambang meletakkan pasir kering. Sebab, selain membantu pencernaan burung, pasir ini juga dapat berfungsi untuk menghangatkan telur burung.

Untuk sistem beternaknya, menurut guru Bahasa Inggris di MAN 2 Ponorogo ini, ada tiga cara. Pertama, sistem umbaran. Tapi, sistem ini hampir tidak dianjurkan dalam memelihara merpati hias. Karena, kemungkinan hilang sangat besar.

Kedua, sistem baterai di mana sepasang merpati dimasukkan dalam satu kandang. Ukuran kandang yang umum dipakai yaitu 17 cm x 50 cm x 50 cm. Kelebihan sistem ini yakni produktivitas bisa digenjot dan kesehatan burung bisa dipantau. Kelemahannya, biaya pembuatan kandang dan perawatan sangat besar.

Ketiga, sistem koloni yaitu beberapa merpati dimasukkan dalam satu kandang besar. Kelebihan sistem ini yaitu biaya perawatan dan pemeliharaan lebih murah dan mudah. Sementara kelemahannya, jika ada satu yang terkena penyakit, yang lain gampang tertular.

Sepasang anakan Jacobin yang sudah lepas sapih dihargai Rp500 ribu

Bambang memilih menggunakan sistem koloni. Ia membagi puluhan jenis merpati hias miliknya dalam empat sangkar.Menurutnya, sistem ini mampu menekan biaya pemeliharaan dan efektivitas waktu. Terutama, dalam pemberian pakan.

Meski, sistem koloni tidak aman dari segi kesehatan, tapi dengan menjaga kebersihan kandang secara rutin dan melakukan penyemprotan obat antihama, maka angka kematian Jacobin, khususnya, bisa diminimalkan.

Sementara kendala yang sering dihadapi dalam penangkaran Jacobin yaitu hama dan penyakit unggas. Untuk menyiasati penyebarannya, Bambang memakai obat anti kutu/gurem yang dicampur dengan desinfeksi, lalu disemprotkan seminggu sekali.

Kendala lain yaitu indukan yang tidak mau mengeram. Jacobin, sama seperti merpati hias lainnya, menghasilkan dua butir telur dalam waktu satu setengah bulan, lantas berulang satu setengah bulan kemudian.

“Kebetulan, saya juga memelihara Puter. Burung ini memiliki tipikal tidak tahu waktu dalam mengerami telurnya. Saya memasukkan Telur Jacobin ke dalam sangkar Puter. Dengan cara ini, tingkat keberhasilan menetas Telur Jacobin bisa mencapai 90%,” ujarnya.

Berbicara tentang prospek usahanya, Bambang yakin jika unggas asli Indonesia ini bakal diterima baik di pasar. Hal ini, dibuktikan dari para konsumen Jacobin yang semakin bertambah banyak.

Sebab, bagi kalangan tertentu, selain sebagai klangenan, merpati hias dapat meningkatkan nilai prestisius sang empunya. Sementara dari sisi harga, Bambang menjual anakan Jacobin yang sudah lepas sapih dengan harga mulai dari Rp500 ribu sepasang.

Check Also

Menyehatkan Konsumennya, Menguntungkan Petaninya

Beras Hitam Organik Meski buruk rupa, tapi kaya manfaat kesehatan. Tidak mengherankan, bila peminat Beras …