Home / Agro Bisnis / Prospek Usaha Ini Sangat Cerah

Prospek Usaha Ini Sangat Cerah

Pohon Tin

Pohon Tin sudah hadir di muka bumi sejak ribuan tahun lampau. Sampai saat ini, permintaan terhadap pohon yang disebut dalam empat kitab suci ini masih terus mengalir. Bahkan, dalam jumlah yang luar biasa banyaknya dan dengan harga yang menakjubkan. Sementara, penjualnya belum banyak. Tidak mengherankan, bila Wiyono, pemilik “Sentra Tin”, mengatakan bahwa ada prospek usaha yang sangat cerah di sini

e-preneur.co. Pohon Tin (Latin: Ficus Carica, red.), sama dengan Pohon Kelapa. Dalam arti, dapat dimanfaatkan setiap bagian “tubuhnya” atau batang, daun, maupun buahnya.

Contoh, batangnya dapat digunakan untuk memperbanyak atau sebagai indukan. Sedangkan daun dan buahnya, dapat dimanfaatkan untuk produk-produk yang berkaitan dengan pengobatan atau sebagai obat herbal. Seperti, untuk membantu mencerdaskan anak, mencegah penyakit kanker, kolesterol, darah tinggi, dan sebagainya. Khusus untuk buahnya, juga dapat diolah menjadi selai, manisan, bahan baku kue, dan lain-lain.

Pohon yang masih berkerabat dengan Pohon Beringin ini juga gampang memperbanyak. Sebab, pohon yang oleh orang bule disebut Fig Tree ini tahan di segala jenis tanah dan cuaca.

“Bahkan, semakin panas cuaca di wilayah ia ditanam, buah yang bermunculan akan semakin manis rasanya. Tinggal dibantu dengan penyiraman minimal dua hari sekali di musim kemarau dan pemupukan menggunakan pupuk kandang (kotoran kambing/ayam, red.). Maklum, kalau dilihat dari habitat aslinya kan tanaman ini berasal dari Timur Tengah,” kata Wiyono, yang membangun usaha kebun bibitnya di kawasan Bekasi Utara.

Untuk membudidayakan pohon yang keberadaannya tercantum dalam empat kitab suci ini, Wiyono melanjutkan, dapat dilakukan baik dengan biji, stek, maupun cangkok. Tapi, cara yang paling bagus yaitu dengan stek. Sebab, stek lebih gampang dilakukan dibandingkan cangkok dan lebih cepat ketimbang dengan biji.

Jika dengan biji, minimal dua tahun setelah ditanam, buahnya baru bermunculan. Sementara dengan cangkok, menunggu 4−5 bulan.

Pohon Tin untuk pertama kalinya berbuah pada umur 4−5 bulan, dengan ketinggian 0,5 m. Banyak sedikitnya jumlah Buah Tin dalam satu pohon sangat ditentukan oleh jenis pohon (diperkirakan Pohon Tin memiliki 72 jenis/varietas, red.) dan ketinggiannya. Dalam arti, semakin tinggi si pohon (dan semakin banyak batangnya) semakin banyak pula buahnya.

Sekadar informasi, pohon yang memiliki nama lain Pohon Ara ini mampu bertahan hidup hingga berumur 50−100 tahun dengan ketinggian 6−9 m atau 10 m. Tapi, rata-rata dalam satu pohon dengan ketinggian 1 m dapat dipanen minimal sebanyak 30−50 buah.

Di Indonesia, pemanenan dapat dilakukan sampai lima kali. Sebaliknya di Eropa dan Timur Tengah, cuma dua kali

“Dari bakal buah hingga matang dibutuhkan waktu 72 hari. Dengan demikian, rata-rata dalam setahun dapat dipanen 3−4 kali. Untuk Indonesia, pemanenan dapat dilakukan sampai lima kali. Sebaliknya di Eropa dan Timur Tengah, cuma dua kali. Jadi, sebagai sebuah bisnis, pohon ini sangat potensial,” ujar pemilik Sentra Tin ini.

Bukan hanya itu, pohon yang sudah hadir di muka bumi sejak ribuan tahun lampau ini juga sangat prospektif. Terbukti, sampai sekarang, permintaan masih terus mengalir dan dalam jumlah yang luar biasa banyaknya, serta dengan harga yang menakjubkan.

Melihat kondisi ini, tidak mengherankan jika Wiyono yang memulai usaha kebun bibit Pohon Tin sejak tahun 2007 mengatakan bahwa prospek usaha di bidang ini sangat cerah. “Saya menanam Pohon Tin ini, juga untuk memenuhi permintaan akan pohon bibitnya yang di Indonesia sampai sekarang belum banyak yang menjualnya,” kata Wiyono, yang pernah memenuhi permintaan dari Lampung, Plaju (Palembang), Balikpapan, dan Samarinda.

Sebenarnya, pria yang memiliki 16 varietas Pohon Tin ini melanjutkan, permintaan cenderung pada buah dan daunnya. “Tapi, kalau tidak ada pohonnya, tidak ada pula buah dan daunnya, bukan?” pungkas Wiyono, yang setiap bulan meraup omset bersih jutaan rupiah.

Catatan
  • Pohon Tin dapat dibudidayakan, baik di dalam pot maupun langsung ditanam dalam tanah. Tapi, disarankan agar ditanam langsung dalam tanah agar cepat tumbuh.
  • Dapat dikerjakan sendiri.
  • Pada permulaan usaha, sebaiknya menjual pohon anakannya saja di mana dari satu pohon indukan dapat dihasilkan 3−4 pohon anakan dengan cara mencangkok. Pencangkokan dapat dilakukan berkali-kali, selama pohon indukan masih mengeluarkan cabang.
  • Dalam tempo 3−4 bulan, usaha ini sudah balik modal.
  • Dalam perkembangannya, yang bersangkutan juga dapat menjual daun dan buahnya.

Check Also

Menyehatkan Konsumennya, Menguntungkan Petaninya

Beras Hitam Organik Meski buruk rupa, tapi kaya manfaat kesehatan. Tidak mengherankan, bila peminat Beras …