Home / Inovasi / Ketika “Kulkas” dan “Microwave” Dapat Dijinjing

Ketika “Kulkas” dan “Microwave” Dapat Dijinjing

Tas Pendingin dan Tas Pemanas

Dengan alasan kepraktisan, beberapa waktu lalu, “diciptakan” ice bag dan microwave bag bagi mereka yang hobi bepergian dan membawa bekal sendiri. Imbasnya, produk yang memiliki banyak kelebihan ini menjadi favorit para Ibu rumah tangga dan anak-anak muda

e-preneur.co. Apakah Anda sering melakukan perjalanan dalam jangka waktu relatif lama? Atau, setidaknya, Anda hobi bepergian?

Bagaimana Anda menyimpan bekal Anda sehingga tahan lama dan awet segar? Tidak mungkin ‘kan bila Anda harus membawa lemari es (semungil apa pun ukurannya) atau kotak pendingin yang selalu diisi bongkahan es batu?

Sejak beberapa waktu lalu, secara online, ditawarkan ice bag (tas pendingin). Ice bag ini mampu “menyimpan” dingin selama 10 jam, setelah icepack-nya didinginkan di dalam freezer selama minimal 10 jam.

Sementara bila icepack-nya tidak digunakan atau didinginkan, ice bag ini juga dapat digunakan untuk menyimpan panas selama enam jam. “Tanpa menggunakan listrik!” ujar Dadang Saeful Rachmat.

Di samping itu, ice bag ini terbuat dari bahan khusus dengan ketebalan tertentu, kedap air, dan tanpa jahitan. Sehingga, juga tahan bocor. “Jadi, berbeda dengan kotak pendingin yang selama ini beredar di pasaran yang relatif besar, berat, tebal, dan tidak praktis,” tambah distributor, agen, sekaligus reseller ice bag ini.

Tas pendingin yang berkapasitas 8 liter atau setara dengan 12 kaleng minuman ringan ini, juga ditawarkan dengan harga lebih murah ketimbang kotak pendingin.

Tas pemanas (kiri), tas pendingin (kanan)

Seiring dengan lakunya ice bag yang notabene buatan Indonesia ini, sang produsen—yang memilih menyembunyikan identitasnya—membuat tas pemanas beberapa bulan kemudian. Microwave bag, begitu istilahnya, merupakan tas yang berfungsi memanaskan makanan.

Dalam proses kerjanya, microwave bag menggunakan aliran listrik berkekuatan 40 watt pada tegangan 220 volt. Karena itu, tas ini dilengkapi steker.

Di bagian dalam tas ini, terdapat elemen pemanas yang posisinya menghadap ke dasar tas. Di atas elemen pemanas, terdapat tatakan fiber dan di atasnya lagi terdapat plastic ware atau wadah dari plastik yang khusus digunakan untuk microwave.

Sedangkan bagian depan tas ini, terdapat kantung untuk menaruh perlengkapan makan, seperti piring, sendok, dan garpu. Pada bagian samping tas, terdapat tempat untuk menaruh botol atau barang-barang lain seukuran botol.

Selain plastic ware, proses pemanasan makanan juga dapat menggunakan tempat yang terbuat dari stainless steel. Jika makanan tersebut dimasukkan ke dalam plastic ware hanya dibutuhkan proses pemanasan tidak lebih dari satu jam. Sedangkan bila memasukkannya ke dalam wadah dari stainless steel, dibutuhkan waktu 1,5 jam. Saat memanaskan, makanan harus dimasukkan ke dalam plastic ware atau wadah dari stainless steel.

Praktis dibawa dan hemat listrik

Ricky Kowaas menyarankan sebaiknya penutup plastic ware dibuka agar proses pemanasan bisa berlangsung lebih cepat. “Dengan begitu, proses pemanasannya cukup 30 menit,” ujar distributor microwave bag ini. Sekadar informasi, setiap membeli microwave bag, konsumen akan mendapatkan satu atau dua plastic ware secara gratis.

Usai proses pemanasan, steker harus dicabut agar dapat “beristirahat”. Usai “beristirahat” sekitar 10 menit, steker dapat ditancapkan kembali ke stop kontak bila ingin memanaskan lagi. “Jangan biarkan steker tetap menancap dan jangan biarkan pemanasan lebih dari satu jam,” katanya.

Makanan yang telah dipanaskan, Ricky melanjutkan, tidak berarti akan panas seterusnya. Karena udara di luar tas, maka makanan secara perlahan akan menjadi hangat atau dingin.

Bila konsumen mendapat dua plastic ware dalam satu tas, dalam proses pemanasannya, kedua plastik tersebut dimasukkan dengan cara ditumpuk. Sekitar 30 menit kemudian, posisi kedua plastic ware itu diubah. Dalam arti, yang di bawah dipindahkan ke atas dan begitu sebaliknya, tapi steker tidak perlu dicabut.

“Agar proses pemanasan dapat berlangsung maksimal, sebaiknya jangan memasukkan wadah lebih dari dua atau terlalu kecil ukurannya. Jangan pula menggunakan wadah plastik yang tidak dikhususkan untuk microwave. Sebab, dikuatirkan wadah tersebut akan meleleh,” ucapnya.

Sebenarnya, Ricky menambahkan, proses pemanasan secara bergantian semacam itu, kurang menghasilkan panas yang maksimal. Kecuali, makanan tersebut berkuah.

Saat proses pemanasan, sebaiknya tas pemanas ini diletakkan di atas tempat yang terbuat dari kayu, misalnya. “Agar landasannya tidak terbakar, jangan diletakkan di atas karpet atau kain. Dan untuk menghindari terjadinya hubungan pendek, jangan pula diletakkan di atas tempat yang basah,” ujarnya.

Pada dasarnya, microwave bag memiliki fungsi yang sama dengan microwave pada umumnya. Tapi, karena berbentuk tas dengan ukuran 28 cm x20 cm x20 cm dan ketebalan 1 cm (jauh lebih ringan daripada tas anak TK sekali pun, red.), maka produk ini lebih mudah dijinjing ke mana pun Anda ingin pergi. Dan, bila tidak sedang digunakan sesuai dengan fungsinya, microwave bag dapat difungsikan laiknya tas.

Di samping itu, produk ini lebih murah dari segi harga dan lebih irit konsumsi listriknya daripada microwave rumahan. “Kalau dari segi awetnya, tergantung bagaimana merawatnya. Malas merawatnya ya barang semahal apa pun cenderung lebih cepat rusak,” katanya.

Tapi, konsumen tetap akan mendapat garansi bila tas pemanas ini tidak berfungsi seperti seharusnya. Konsumen juga dapat membeli per bagian, bila hanya bagian tersebut yang mengalami kerusakan.

Untuk menghindari kerusakan atau fungsi yang berkurang, Ricky menyarankan untuk tidak mencuci tas yang terbuat dari kain kanvas ini tapi cukup disikat saja bila kotor. Jangan pula dikeringkan langsung di bawah matahari, agar elemennya tidak cepat rusak.

Check Also

Cucian Bersih, Ekosistem Terjaga

Deterjen Minim Busa Isu ramah lingkungan membuat para pelaku usaha terus menggali ide untuk menciptakan …