Home / Senggang / Jalan-Jalan / Fasilitas Bintang Lima, Harga Bintang Tiga

Fasilitas Bintang Lima, Harga Bintang Tiga

Taman Teratai Hotel

Tidak banyak hotel bintang tiga yang memberi fasilitas setara bintang lima di kawasan Puncak. Hingga, para tamu merasa puas dan menikmati keunikannya. Seperti, Taman Teratai Hotel

e-preneur.co. Kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, masih menjadi tempat liburan favorit. Ketika musim liburan tiba, banyak orang berbondong-bondong mendatangi tempat wisata tersebut.

 Sebab, banyak tempat yang layak dikunjungi di kawasan wisata berhawa sejuk itu. Di sisi lain, Puncak juga menjadi salah satu akses untuk menuju ke tempat-tempat wisata lain di Jawa Barat.

Mencari penginapan juga bukan hal yang sulit di Puncak. Di sana, dapat dijumpai puluhan—bahkan mungkin ratusan—hotel, motel, wisma, vila, atau apa pun nama lain dari penginapan. Salah satunya, Taman Teratai Hotel.

Menurut “sejarahnya”, hotel yang berlambangkan Kuntum Teratai ini merupakan pengembangan dari Restoran Taman Teratai. Resto yang berlokasi di Taman Safari tersebut berdiri pada tahun 1987, sementara yang berlokasi di Tugu berdiri pada tahun 1991.

“Awal berdirinya Taman Teratai Hotel dipicu oleh perkembangan pesat rumah makan kami tersebut. Lalu, muncul pertanyaan dari para pelanggan kami yang ingin mencari penginapan. Dari hasil penelitian yang kami lakukan dan ngobrol dengan para peserta diklat (pendidikan dan pelatihan, red.) yang notabene mayoritas pelanggan resto kami, kami menarik kesimpulan bahwa potensi hotel di kawasan Puncak memang masih sangat baik,” tutur Indriani Priyadi, pemilik Taman Teratai Hotel.

Namun, ia melanjutkan, hotel itu harus jauh dari lokasi yang bersuasana bising, tidak crowded, dekat jalan raya, dan tidak terlalu jauh dari Jakarta. Akhirnya, Indri, begitu perempuan ini akrab disapa, menemukan lokasi seperti yang diinginkannya.

Lalu, pada tahun 1994, dibangunlah Taman Teratai Hotel di Jalan Raya Puncak, Cisarua, Bogor. Hotel yang berdiri di atas lahan seluas 2.300 m² ini, menguras biaya pembangunan lebih dari Rp1 milyar.

“Lahan yang kami miliki waktu itu terbilang tidak luas. Sehingga, kami tidak menyediakan fasilitas kolam renang atau lapangan tenis. Kami mengganti fasilitas-fasilitas tersebut, dengan jalan kaki mengelilingi hotel sampai ke sungai besar yang terletak di belakang hotel ini. Murah meriah, bukan?” ujarnya.

Suasana alami, juga ditampilkan di kamar-kamarnya di mana menggunakan bath up yang serba terbuka. Di samping itu, kamar tidurnya terhitung lebih luas daripada ukuran kamar hotel pada umumnya yaitu 5 m² x 10 m². Sehingga, para penghuninya pun merasa lapang dan at home.

Sebagian besar menu makanan berasal dari olahan buah, akar, biji, dan daun teratai

Sekadar informasi, hotel yang lobinya bersuasana rumah joglo (rumah adat Jawa, red.) dengan hiasan ukiran dari Kudus ini, memiliki 23 kamar di mana delapan di antaranya merupakan lumbung padi khas Bali (jineng, red.) yang telah dimodifikasikan sedemikian rupa. Sehingga, berbentuk mirip cottage.

Di sini, juga tersedia ruang meeting yang mampu menampung 100 orang. Dengan ruang meeting yang berdaya tampung terbilang banyak tersebut, hotel ini menyasar para peserta diklat sebagai konsumennya.

“Senin−Jumat, kami menjadikan para peserta diklat yang kebetulan berasal dari berbagai departemen, instansi, dinas, atau institusi pemerintah maupun swasta sebagai target market. Untuk itu, kami menjual Paket Diklat dengan menyediakan sarapan, makan siang, dan makan malam, serta makanan ringan yang diberikan tiga kali,” jelasnya.

Sedangkan Sabtu dan Minggu, hotel yang juga menyediakan ruang untuk ber-karaoke, ruang santai, dan taman yang mirip kebun di rumah kita ini mengalihkan sasaran konsumennya ke keluarga.

Untuk menu makanannya berupa olahan Pucuk Daun Labu, Jantung Pisang, Daun Jambu Mede, Daun Kenikir, Daun Bunut, Daun Sariawan, dan sebagainya yang diambil dari kebun sendiri. Selain itu, sesuai dengan namanya, sebagian besar menu makanan hotel ini berasal dari olahan buah, akar, biji, dan daun teratai. Misalnya, Es Teratai, Sup Teratai, Nasi Teratai, Ayam Bungkus Daun Teratai, dan lain-lain.

“Untuk pelanggan setia, kami memberi keistimewaan dengan membiarkan mereka belajar memasak pada para juru masak kami,” ucapnya. Selain itu, untuk mereka yang menginap dari Sabtu sampai malam Senin, memperoleh diskon 25%–40%.

Kepada pelanggan yang telah menginap minimal lima kali diberikan member card. Keuntungan memiliki kartu keanggotaan yang berlaku setahun itu yaitu pemiliknya akan menerima potongan tarif menginap sebesar 25%.

Hotel yang tidak menjadikan kalangan ekspatriat sebagai sasarannya dan tidak menerima tamu yang hanya menginap per jam ini, juga memberikan diskon-diskon lain. Misalnya, “membuka” ruang meeting-nya baik pagi maupun malam dengan diskon 10% untuk makanannya.

Harga atau diskon khusus hingga 40% juga diberikan kepada para peserta diklat, yang membawa keluarga atau rekan-rekan mereka menginap di Taman Teratai Hotel. Tidak mengherankan, jika hotel ini mendapat julukan hotel full discount.

Saat ini, Taman Teratai Hotel telah meluaskan lahannya hingga 1 ha untuk menambah jumlah kamar hingga seluruhnya menjadi 45 kamar. Selain itu, juga melengkapinya dengan sarana parkir mobil dan motor yang luas, keamanan 24 jam, kolam renang dan whirpool, air panas, serta halaman dan taman yang luas yang bisa digunakan untuk outbond, senam, jogging, dan arena bermain. “Fasilitas- fasilitas yang kami sediakan, terutama kamar-kamarnya, setara dengan hotel bintang 5 tapi harganya tetap bintang tiga,” pungkasnya.

Check Also

Ketika Para Perantau Kangen dengan Kampung Halamannya

Bubur Samin Bubur Samin bukanlah makanan tradisional Solo, tapi menjadi menu takjil yang ikonik di …