Home / Celah / Lingkungan Bersih, Bisnis pun Menjanjikan

Lingkungan Bersih, Bisnis pun Menjanjikan

Produk dari Kayu Bekas

Limbah selalu dipandang sebelah mata. Padahal, bagi yang jeli dan kreatif, limbah bisa menjadi bisnis yang prospektif. Seperti Joetex, yang memanfaatkan limbah kayu yang berserakan di tepi pantai menjadi berbagai produk daur ulang yang diminati masyarakat mancanegara

e-preneur.co. Sebagian orang tidak peduli dengan keberadaan sampah, sementara sebagian yang lain begitu peduli dengan kondisi lingkungannya. Hingga, mereka mencoba mengolah sampah-sampah tersebut agar bermanfaat kembali.

Mereka mencoba menuangkan ide ke dalam sampah-sampah seperti plastik, botol bekas, dan juga kaleng bekas minuman dengan menjadikannya sesuatu yang unik semisal tas plastik, tempat sikat gigi, lampu hias, dan sebagainya. Barang-barang ini, ternyata diminati oleh mereka yang peduli lingkungan.

Hal ini, juga dilakukan Joetex Alfajar. Tapi, dia tidak membersihkan sampah plastik, melainkan sampah kayu yang berserakan di tepi pantai. “Waktu sedang di Batam, saya melihat salah satu pantainya dipenuhi sampah kayu dari pohon-pohon yang tumbang dan kapal yang sudah hancur,” kisahnya.

Kayu kapal yang sudah hancur itu, ia melanjutkan, sudah terendam puluhan atau bahkan ratusan tahun, tapi kayu erosi itu justru semakin kuat. Masyarakat setempat mengatakan kalau kayu itu tidak ada pemiliknya.

Lantas, Joetex mengambil kayu-kayu tersebut sekaligus membersihkan lingkungan di pantai itu. Pada tahun 2008, ia menjadikannya bahan baku usahanya yang dibangun dengan modal awal sekitar Rp5 juta.

“Saya hanya membersihkan kayu-kayu itu dengan kuas. Sama sekali tidak saya beri cat atau apa pun yang membuatnya tahan lama. Karena, pada dasarnya kayu-kayu tersebut sudah kuat. Tapi, kalau mau dibuat mengkilap, saya memberi wax atau cairan lilin yang ramah lingkungan,” jelas laki-laki, yang pernah menimba ilmu tentang seni pembuatan patung di Van Ess Art Studio, Jerman, itu.

Selanjutnya, Joetex “mengubah” limbah kayu tersebut menjadi pajangan di rumahnya, seperti tempat lampu, jam, sampai meja. “Saya menjadikan kayu tersebut berbagai bentuk yang bisa saya buat. Tergantung dari kayu yang saya dapatkan,” lanjutnya.

Joetex menamai usahanya The Ramlan House of Art (baca: The Ramlan, red.). Sementara pembelinya di Indonesia datang dari beberapa kota, sedangkan yang dari luar negeri datang dari Jerman. “Setiap bulan, mereka rutin ‘mengambil’ produk kami. Berapa pun yang kami buat, mereka ambil,” kata pria, yang juga memiliki pelanggan dari Malaysia, Filipina, Singapura, dan New Zealand itu.

Limbah kayu dapat dibuat menjadi produk apa pun, tergantung kreativitas kita

Dalam sebulan, Joetex dan para karyawannya bisa membuat sekitar 100–200 produk. Tapi, ia tidak menargetkan dalam sebulan harus membuat berapa produk. Karena, proses pembersihan dan pemotongan membutuhkan waktu yang relatif lama.

Sementara idenya datang dari lingkungan sekitarnya, internet, dan para konsumennya. “Banyak yang menginspirasi saya untuk selalu membuat yang baru, terutama yang multifungsi,” ungkapnya.

Dalam perjalanannya, produk-produk The Ramlan sangat berpengaruh terhadap masyarakat setempat. Joetex menyimpulkan ada empat manfaat yang diperoleh penduduk setempat yaitu pertama, masyarakat sekitar ikut berpartisipasi dalam membersihkan pantai.

Kedua, mereka bisa menjual kayu-kayu bekas tersebut kepadanya. Dan, itu menjadi tambahan pemasukan bagi mereka.

Ketiga, Joetex bukan hanya memperkenalkan produk ramah lingkungan kepada masyarakat, melainkan juga kepada seluruh penduduk Indonesia. Bahkan, penduduk dunia. Keempat, apa yang Joetex buat menimbulkan inspirasi tentang pembuatan produk daur ulang dengan bahan baku dari lingkungan mereka.

Ke depannya, ia ingin membuka outlet untuk The Ramlan. Sebab, selama ini hanya menjualnya melalui pameran dan dari mulut ke mulut. Selain itu, Joetex berkeinginan adanya keseimbangan antara pengeluaran dengan pemasukan.

“Setiap hari, kami berproduksi. Jadi, setiap hari juga ada pengeluaran. Kami sedang mencari banyak pembeli. Tapi, yang pasti, saya dan teman-teman tetap optimis menjalankan usaha ini,” pungkasnya.

Check Also

Banyak Peminatnya

Rental Portable Toilet Kehadiran toilet umum—terutama yang bersih, nyaman, wangi, dan sehat—menjadi salah satu kebutuhan …