Home / Kiat / Kombinasikan Harga Masuk Akal dengan Rasa Lezat

Kombinasikan Harga Masuk Akal dengan Rasa Lezat

Zahfly Kebab

Agar usaha yang dibangun tidak tumbang, lantaran berbagai faktor, maka harus jeli dalam menangkap setiap isu yang berkembang dalam masyarakat. Seperti Tri, yang telah menaikan harga kebabnya ketika isu kenaikan harga BBM merebak, selain juga meningkatkan kualitas rasa Zahfly Kebab-nya. Imbasnya, kebabnya laris manis di pasaran

e-preneur.co. Dihantam oleh badai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu, banyak pelaku usaha pontang-panting mempertahankan konsumen mereka. Termasuk, para pengusaha kebab.

Harga bahan baku yang melonjak, memaksa mereka menaikan harga jual camilan dari Timur Tengah yang diketahui tidak murah itu. Tapi, ternyata, hal tersebut tidak terjadi pada usaha kebab milik Hefni Tri Sriyantono. Sebab, pria kelahiran Surabaya itu memiliki kiat untuk menggenjot pendapatan, kendati di masa sesulit saat itu.

Isu kenaikan harga BBM yang mulai tercium olehnya setahun sebelumnya, membuatnya berpikir untuk menghadapinya sebelum kenaikan itu benar-benar terjadi. Sebab, biasanya, kenaikan harga BBM selalu diikuti kenaikan harga bahan baku.

“Saya menaikan sedikit harga kebab enam bulan sebelum kenaikan harga BBM. Sehingga, saat harga BBM benar-benar naik, saya tidak menaikan lagi harga kebab,” ungkapnya. Ia baru menaikan lagi harga kebabnya, enam bulan setelah harga BBM resmi dinaikan.

Saat menaikan harga kebab, ia melanjutkan, kondisi ekonomi konsumennya masih stabil. Mereka rata-rata masih memiliki daya beli.

Berbeda, bila kenaikan itu terjadi saat harga semua barang naik. “Usaha kebab yang awalnya laris manis, lambat laun akan ditinggalkan pembeli dan berujung gulung tikar. Kecuali, kalau kebabnya memiliki keunggulan rasa yang sulit ditemukan di tempat lain,” ujar Tri, sapaan akrabnya.

Nah, kombinasi harga yang masuk akal dan rasa yang pas di lidah Indonesia itulah, yang membuat kebab buatan Tri diburu pelanggannya. Menurutnya, kebab memang makanan dari Timur Tengah, tapi bila 100% menjiplak kebab dari tempat asalnya, belum tentu cocok di lidah orang Indonesia.

“Karena hobi makan kebab, saya mencoba dari satu kebab ke kebab yang lain. Lalu, saya kombinasikan melalui inovasi terus-menerus sampai  bisa membuat kebab dengan rasa saya sendiri,” jelasnya.  

Prospek usaha kebab semakin bagus di masa mendatang

Terutama pada mayonaisenya, ia menambahkan, yang ia olah sendiri. Dan, mayonaise itulah yang membuat citarasa kebabnya menjadi benar-benar meng-Indonesia.

Berhasil menciptakan kualitas rasa dan menyedot perhatian pembeli kebabnya, ia mulai berpikir untuk melakukan ekspansi baik dengan membuka outlet sendiri maupun melalui waralaba. Tercatat, dalam perjalanannya, ia memiliki setidaknya 29 outlet yang diberi nama Zahfly Kebab.

“Kami menjaga kualitas rasa di setiap outlet. Untuk itu, komunikasi dengan mitra rutin kami lakukan,” ujarnya.

Melalui komunikasi dengan mitra, ia bertukar pikiran tentang apa saja demi kemajuan usahanya. Apalagi, para mitranya sangat diuntungkan, sebab tidak dipungut royalty fee dan hanya mewajibkan mereka mengambil bahan baku darinya.

Selain itu, agar omset semakin membubung, daya tarik setiap outlet ditambah dengan menyediakan beberapa menu lain, sepertu Roti Mariam, hotdog, beef burger, burger kebab, dan sebagainya. Bahkan untuk outlet tipe tertentu, ditambahkan menu nasi goreng dan mie goreng.

“Pada nasi goreng atau mie goring, kami campurkan daging kebabnya,” katanya. Sementara daging kebab yang digunakannya yakni daging sapi, kambing, dan ayam.

Menurut Tri, prospek usaha kebab semakin bagus di masa mendatang. “Sebab, kebab semakin merakyat. Selain itu, kini, kebab sudah bukan sebatas jajanan, melainkan juga bisa menjadi pengganti sarapan, makan siang, bahkan makan malam,” pungkasnya.

Check Also

“Naik Kelas” dengan Mengganti Gerobak Dorong dengan Outlet Permanen Berkonsep Restoran

Bakmi Gila Usaha kakilima banyak diminati para pelaku usaha. Selain itu, konsep PKL mempunyai potensi …