Home / Inovasi / Unik dan Langka

Unik dan Langka

Kaca Tiup (Inti Bali Glass)

 Produk apa pun yang dibuat dan dijual di Bali, boleh dikata selalu diminati para wisatawan. Apalagi, jika produk itu unik dan langka. Seperti, kaca tiup yang dibuat oleh Inti Bali Glass ini

e-preneur.co. Bali dikenal sebagai salah satu wilayah di Indonesia yang mampu membuat beragam suvenir unik. Seperti, kaca tiup yang dibuat I Wayan Sudiarsa ini.

Suvenir dari kaca tersebut mempunyai bentuk yang tidak lazim. Sehingga, menarik perhatian para wisatawan.

Awalnya, Gus Adi, begitu ia akrab disapa, bekerja pada perusahaan Jepang yang bergerak di bidang pembuatan kaca tiup. “Saya bekerja selama tujuh tahun dan di sana saya banyak belajar mulai dari mencari bahan baku sampai proses pembuatannya,” kisahnya.

Merasa sudah bisa membuka usaha yang sama, pada tahun 2008, ia membuka sendiri usaha kaca tiup. “Saya hanya bermodalkan keberanian dan keahlian. Karena, saya sangat yakin bisa menjalankan usaha ini,” lanjut lulusan sebuah Sekolah Teknik Menengah (STM) di Gianyar ini.

Dikatakan begitu, sebab bahan bakunya yakni botol-botol bekas dan pecahan kaca bisa ia peroleh dari para pemulung. Sementara modal awal yang harus dikeluarkan hanya Rp20 juta dan itu cukup untuk membuat satu tungku.

Berikutnya, Gus Adi mencari calon konsumen dengan menawarkan produknya. Hingga, akhirnya, ia mendapat kepercayaan. “Saya dipinjami modal oleh konsumen saya,”tuturnya.

Imbasnya, Bapak dari tiga anak ini mampu mengembangkan usahanya yang diberi nama Inti Bali Glass itu sampai produknya semakin dikenal banyak orang. Selain itu, jumlah karyawannya juga bertambah dari dua orang menjadi 30 orang dan bisa membuat hingga 10 ribu buah kaca tiup per bulan.

Penjualannya maju dengan cepat

Namun, hingga sejauh ini, penjualan produk Inti Bali Glass masih sebatas di art shop (toko, red.) dan dipromosikan dari mulut ke mulut. “Tapi, lantaran masih terbilang langka, penjualan kami maju dengan cepat,” ujarnya.

Banyak turis mancanegara sengaja datang ke Bali hanya untuk mencari produk-produk Inti Bali Glass. Mereka datang dari Australia, Jepang, Amerika, dan Kanada.

Sementara dari dalam negeri, pembelinya kebanyakan hotel dan restoran. “Saya sangat bersyukur. Walau memasarkannya cuma melalui toko, tapi pembelinya banyak yang dari luar negeri,” jelas pria, yang mengaku produknya yang paling banyak diminati para turis asing yaitu vas bunga dengan kayu erosi.

Tidak mengherankan, bila sejauh ini Inti Bali Glass berjalan dengan lancar. Hingga, kelahiran Gianyar, 3 Maret 1977 ini berencana membuka lapangan kerja yang lebih luas untuk freelancer dan berkreasi dengan ide-ide baru, serta memasarkan produknya langsung ke produsen.

Check Also

Cucian Bersih, Ekosistem Terjaga

Deterjen Minim Busa Isu ramah lingkungan membuat para pelaku usaha terus menggali ide untuk menciptakan …