Home / Senggang / Resto Area / Si Bulat yang Mengenyangkan

Si Bulat yang Mengenyangkan

Nasi Penggel

Bentuknya unik, rasanya gurih, harganya terjangkau. Itulah Nasi Penggel, makanan khas Kebumen yang hanya bisa disantap pada pagi hari atau untuk sarapan

e-preneur.co. Setiap daerah mempunyai makanan yang hanya dijajakan untuk sarapan. Contoh, di Solo terdapat Sego atau Nasi Liwet, sementara di Jakarta ada Nasi Uduk. Nah, di Kebumen terdapat Nasi Penggel.

Nasi Penggel dihadirkan oleh Mbah Darnuji pada tahun 1940an. Dalam perjalanannya, beliau menurunkan resepnya ke putrinya yaitu Biyung Marwiyah. Dan, kini, resep itu diwariskan ke Melan yang bersama kedua saudara dan istri-istri mereka menjajakan Nasi Penggel ini di kawasan Pejagoan.

Penamaaan Nasi Penggel mengacu pada arti katanya yaitu nasi yang dibentuk bulat, seukuran bola pingpong. Selanjutnya, ditempatkan dalam bakul yang dialasi daun pisang, yang ditata berlapis-lapis. Setiap lapisan Nasi Penggel dipisahkan dengan selembar daun pisang.

Kalau ingin menyantap Nasi Penggel, bisa mengambilnya langsung sebanyak Anda mau (biasanya 7−10 bulatan, red.). Lalu, menempatkannya dalam pincuk.

Berikutnya, mengguyur Nasi Penggel dengan Sayur Lodeh. Sementara lauknya, Anda dapat memilih berbagai jeroan sapi, seperti babat, iso, jantung, ginjal, dan paru, serta kikil dan tempe mendoan. Untuk minumannya, cukup teh manis panas.

Harga berdasarkan lauk yang diambil

Untuk harganya, ada yang unik. Penjual Nasi Penggel tidak menghitung banyaknya nasi yang diambil, melainkan hanya lauknya (Sayur Lodeh dan jeroan sapi) plus tempe mendoan dan teh manis panas.

Saat itu, e-preneur.co hanya mengambil sekitar 3−5 Nasi Penggel. Lantaran, belum mengetahui rasanya. Sementara lauknya, mengambil kikil yang sudah dipotong-potong.

Ternyata, rasanya enak. Dalam arti, ada rasa gurih dan agak pedas pada Sayur Lodehnya. Sedangkan kikilnya, empuk dan terasa bumbunya.

Nasi Penggel dapat ditemui dari jam 05.30 sampai 08.30 atau setelah nasi habis. Namun, tidak perlu kuatir bila Anda kehabisan. Karena, dalam perjalanannya, bukan hanya Melan dan saudara-saudaranya yang menjual Nasi Penggel, melainkan juga tetangga-tetangga mereka.

Selain itu, sama halnya dengan Sego Liwet dan Nasi Uduk yang juga dapat ditemui pada malam hari, Nasi Penggel pun sudah dapat dijumpai pada malam hari. Meski, hanya di beberapa tempat dan masih kurang diminati.

Check Also

Ketika Para Perantau Kangen dengan Kampung Halamannya

Bubur Samin Bubur Samin bukanlah makanan tradisional Solo, tapi menjadi menu takjil yang ikonik di …