Home / Inovasi / Ada Ingredients-nya

Ada Ingredients-nya

Timberland

Dalam upaya mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia yang ada pada produknya, Timberland berinovasi dengan mencantumkan ingredients dan menggunakan teknologi-teknologi canggih. Dan, pasarnya pun menerima dengan baik

e-preneur.co. Jamaknya, ingredients atau komposisi penyusun sebuah produk hanya ada di produk makanan, kesehatan, atau produk-produk yang bersentuhan langsung dengan aspek kesehatan manusia. Sementara produk-produk yang dikenakan di luar tubuh, nyaris tidak ada yang mencantumkan ingredients. Seperti, sandal, sepatu, baju, celana, dan sebagainya.

 “Produk produk kami mencantumkan index, yang kalau di produk makanan semacam ingredients,” ungkap Denny, Direktur Utama Indofashion Sukses Makmur, Official Distributor Timberland di Indonesia.

Dengan adanya ingredients tersebut, konsumen bisa mengetahui secara persis apa dan berapa kadar dari komponen penyusun produk Timberland, seperti sepatu, tas, pakaian, jaket, dan topi Timberland. “Mulai tahun 2008, kami berupaya mengurangi secara terus-menerus bahan-bahan kimia yang ada pada produk kami. Packaging kami pun berasal dari bahan-bahan yang bisa didaur ulang. Sehingga, lebih ramah lingkungan,” jelasnya.

Sebab, sejak tahun 2012, ia menambahkan, konsumen lebih menggandrungi produk-produk fashion yang berteknologi. Dan, itulah fokus utama Timberland. Sebagai misal, di dalam produk sepatu Timberland, telah disematkan beberapa teknologi.

Pertama, teknologi Anti-Fatigue. Dengan adanya teknologi ini, konsumen tidak perlu kuatir akan “kecapekan” memakai sepatu.

Seringkali, orang merasa kesakitan dan kelelahan karena memakai sepatu. Sehingga, lebih nyaman memakai sandal. Sayangnya, tidak semua tempat atau kesempatan orang boleh memakai sandal. Dan, itulah pentingnya memakai sepatu yang memiliki teknologi Anti-Fatigue.

Kedua, teknologi Smart Wool. Dengan teknologi ini, sepatu Timberland didesain memiliki kaus kaki di dalamnya. Sehingga, pemakai tidak membutuhkan kaus kaki lagi.

Konsumen bisa mengetahui secara persis apa dan berapa kadar dari komponen penyusun produk

Karena sudah didesain sedemikian rupa, kaus kaki tersebut bisa menjaga kaki agar tidak lembab dan menghilangkan bau yang disebabkan oleh bakteri. Uniknya lagi, kaus ini bisa membuat kaki hangat ketika cuaca dingin dan terasa adem ketika cuaca panas.

“Desain ini sangat cocok untuk konsumen Asia. Kalau di Amerika, Eropa, atau negara-negara yang memiliki empat musim, sepatu ini cocok dipakai pada musim semi,” ujarnya.

Ketiga, teknologi Much Comfort. Setiap pembeli sepatu Timberland akan mendapatkan tiga bantalan sepatu sekaligus yakni bantalan soft, medium, dan hard.  Pemakai tinggal menyesuaikan bantalan sepatu, dengan aktivitas yang akan dihadapi pada hari itu.

Misalnya, jika konsumen akan berada di kantor terus-menerus, maka bantalan soft akan lebih cocok. Tapi, jika akan mengadakan kegiatan jalan-jalan ke mal, maka pilihan yang tepat yakni memakai bantalan medium. Dan, jika tugas hari itu sebagian besar di lapangan, maka bantalan hard merupakan pilihan yang terbaik.

Teknologi keempat dalam sepatu Timberland yaitu Biomask. Dengan teknologi itu, sepatu bersifat anti-air. Sehingga, kaki selalu kering sekaligus nyaman.

“Teknologi ini tidak sama dengan waterproof di mana kaki seperti dibungkus plastik. Air tidak masuk, tapi kaki menjadi lembab. Dalam teknologi Biomask, kaki tetap kering tapi nyaman. Karena, ada semacam ventilasi di dalamnya,” paparnya.

Selain itu, bahan-bahan yang dipakai dalam sepatu Timberland relatif lebih ramah lingkungan. Penggunaan karet mentah mengurangi bahan-bahan kimiawi di dalamnya.

“Sepatu Timberland dirancang sangat kuat. Begitu kuatnya hingga seringkali sepatunya masih bagus, tapi solnya sudah rusak. Karena itu, kami membuka program ‘tukar sol’,” ungkapnya.

Berbagai keunggulan teknologi tersebut, juga diterapkan di produk jaket. Contoh, dengan ditanamkan teknologi Biomask, maka jaket Timberland pun anti-air namun terasa nyaman.

“Tidak seperti jas hujan. Memang air tidak masuk, tapi di dalamnya terasa lembab. Sehingga, memakai jas hujan bukannya kering, malah keringatan,” ucapnya.

Demikian pula dalam produk tas Timberland, yang didesain juga bisa membawa laptop secara nyaman. “Ini sangat cocok untuk konsumen yang dinamis. Apalagi, kondisi transportasi di Jakarta yang sangat macet di mana orang perlu membawa laptop ke mana-mana, agar pekerjaannya tidak terhambat,” katanya.

Di produk topi, Timberland juga mendesain untuk berbagai keperluan yang berbeda. Seperti, topi untuk santai, rekreasi di tempat terbuka, atau bermain golf.

Kebanyakan topi didesain hanya untuk melindungi kepala dan wajah dari arah depan, sementara tengkuk dibiarkan terbuka. Sehingga, pada kondisi yang sangat panas, tengkuk seringkali terasa terbakar. “Timberland mendesain topi yang ada penutup di belakangnya. Jadi, tengkuk pun terlindungi,” ujarnya.

Timberland membidik kelas menengah ke atas. Sebab itu, produk-produknya hanya dapat dijumpai di department store terkemuka di Jakarta dan Surabaya. Imbasnya, meski segmennya sangat terbatas, namun sangat diterima di kalangan tersebut.

Check Also

Cucian Bersih, Ekosistem Terjaga

Deterjen Minim Busa Isu ramah lingkungan membuat para pelaku usaha terus menggali ide untuk menciptakan …