Home / Celah / Stres Reda, Bisnis Datang

Stres Reda, Bisnis Datang

Aquascape

Selalu ada cara untuk mengatasi atau mengurangi stres. Salah satunya, dengan memandangi aquascape, sebuah rekayasa ekosistem dalam laut. Dan, hobi memelihara ikan dalam akuarium ini pun berkembang menjadi bisnis yang menjanjikan ketika pasar mulai membutuhkan

e-preneur.co. Menurut sebuah penelitian, memandang pergerakan ikan dalam akuarium mampu mengurangi stres otak, khususnya. Karena itu, tidak mengherankan, jika mendadak banyak orang memelihara ikan dari yang harganya murah hingga paling mahal.

Bagi mereka yang mampu membeli ikan-ikan mahal, itu bukan masalah. Tapi, bagaimana dengan mereka yang kantongnya tidak mumpuni? Ternyata, bukan masalah pula.

Sebab, selalu ada alternatif untuk meredam stres. Misalnya, dengan memandang obyek yang berwarna lembut seperti biru laut, biru muda, dan sejenisnya.

Sebuah penelitian lain menyatakan bahwa warna biru dapat menekan atau menurunkan tekanan darah, menenangkan pikiran, membuat nyaman, dan memudahkan tidur. Minimal, dengan sekadar memandang ekosistem dalam akuarium yang lengkap dengan campuran warna-warna yang menarik, ditambah dengan suara gemericik air dan ikan-ikan kecil yang melenggak-lenggok, serta warna hijau dari rimbunnya pohon mungil dipercaya dapat mengurangi kadar stres seseorang.

Untuk itu, Anda bisa menciptakan sendiri ekosistem dalam akuarium dengan kreasi dan peralatan yang murah meriah. Gunakan saja barang-barang yang sudah ada, lalu diakali dan diubah menjadi aksesori dalam akuarium.

Namun, jika ingin mendapat tampilan yang lebih mewah dengan susunan rantai kehidupan dalam akuarium yang mirip dengan yang ada di alam, coba saja membuat rekayasa ekosistem alam yang dibawa ke dalam akuarium. Seperti yang ditawarkan oleh Adji Mukti, yang membuat ekosistem alami dalam akuarium yang disebut juga aquascape.

Aquascape, menurut Adji, sebenarnya hobi yang tercipta dari mereka yang gemar memelihara ikan dalam akuarium. Tapi, karena keindahan ekosistem mini tersebut mampu meredakan stres, akhirnya banyak orang ingin memilikinya. Imbasnya, menjadi bidang bisnis yang mulai dibutuhkan pasar.

Hobi yang bisa menjadi bisnis

Namun, untuk menciptakan aquascape dibutuhkan keahlian tersendiri dalam menyusun letak tanaman, serta menentukan jenis ikan dan hewan pendukung ekosistem dalam akuarium. “Memang, bisa dibuat sendiri, tapi harus mengetahui tekniknya,” kata Adji, yang menekuni usaha ini sejak tahun 2005.

Adji menawarkan pembuatan aquascape, perawatan, sampai penjualan aksesoris yang dibutuhkan. Untuk itu, dibutuhkann akuarium dengan ukuran standar 1 m x 50 cm x 50 cm.

Menurutnya, ukuran tersebut sudah cukup untuk menampung  maksimal 10 jenis tanaman. Tapi, rata-rata pelanggan hanya memilih 3−4 jenis tanaman. Sebab, jika terlalu banyak, justru akan menimbulkan kesan sesak saat tanaman mulai rimbun.

“Sebenarnya, semakin luas bidangnya akan semakin stabil rantai kehidupan dalam aquascape,” ungkapnya. Tapi, jika budget tidak cukup, bisa menggunakan akuarium berukuran 30 cm x 20 cm x 20 cm. Asalkan, jumlah hewan dan jenis tanaman yang diletakkan tidak terlalu banyak.

Harga pembuatan satu paket aquascape, tergantung dari ukuran akuariumnya. Adji mematok harga mulai dari Rp500 ribu. “Per bulan, saya menerima order 6−8 unit aquascape ukuran standar,” katanya.

Sementara untuk perawatannya, tidak terlalu rumit. Sebab, jika aquascape sudah terbentuk, maka tidak perlu sering dibersihkan.

Mengingat, di dalam aquascape tidak hanya ada ikan dan tanaman, tapi juga hewan pendukung lainnya seperti udang atau keong. Kehadiran mereka, selain ikut memperindah tampilan aquascape, juga berfungsi untuk menghambat pertumbuhan alga yang berada di dalam akuarium.

“Di sinilah, letak kemahiran seseorang dalam membuat aquascape diuji. Apakah ia mengetahui rantai kehidupan dalam ekosistem atau tidak. Salah-salah, malah tercipta ekosistem yang tidak baik di mana seluruh penghuninya saling memakan satu sama lain,” jelas sarjana perikanan dari Institut Pertanian Bogor ini.

Di samping itu, juga perlu diperhatikan sistem filterisasi dan pencahayaan, agar air tetap bersih atau bebas bakteri yang merugikan dan tanaman yang hidup tumbuh dengan baik. Untuk sistem pencahayaan, Adji memakai jenis penerangan yang menyerupai unsur matahari. Sebab, beberapa jenis tanaman yang ia pakai memang harus terkena sinar matahari.

“Saya memakai lampu metal halide yang mirip sinar matahari. Sementara lamanya pencahayaan sekitar 10 jam nyala dari total 24 jam dan sisanya mati,” pungkas Adji, yang sering mendapat tawaran membuat aquascape baik dari perorangan, hotel, rumah sakit, kantor, sekolah, maupun gedung-gedung lain.

Check Also

Banyak Peminatnya

Rental Portable Toilet Kehadiran toilet umum—terutama yang bersih, nyaman, wangi, dan sehat—menjadi salah satu kebutuhan …