Home / Agro Bisnis / Hasil Panen Pertamanya Sebanyak 5 Kg/Pohon

Hasil Panen Pertamanya Sebanyak 5 Kg/Pohon

Kelengkeng Dataran Rendah

 

Ia dapat hidup dan berbuah lebat baik di dataran tinggi maupun dataran rendah, berbuah sepanjang musim, serta kualitas dan kuantitas buahnya lebih baik daripada kelengkeng lokal. Sementara hasil panen pertamanya, sebanyak 5 kg/pohon. Tidak mengherankan, bila pohon bibit maupun buah Kelengkeng Dataran Rendah ini memiliki nilai jual yang tinggi

 

e-preneur.co. Selama ini, kelengkeng (Latin: euphoria longana, red.) yang dikenal masyarakat ternyata memiliki nama panjang Kelengkeng Dataran Tinggi. Sebab, tanaman yang mempunyai buah berasa manis segar dan kulit buah berwarna cokelat ini memang tumbuh di dataran tinggi.

Dalam perkembangannya, alam menghadirkan Kelengkeng Dataran Rendah. Kelengkeng ini, atas nama bisnis, didengung-dengungkan sebagai kelengkeng asli Indonesia (Kelengkeng Indonesia) oleh beberapa nursery mancanegara. Ini bertentangan dengan beberapa nursery Indonesia, yang justru menyebutnya sebagai Kelengkeng Taiwan. Sementara sebuah sumber lain, menyebutkan kemungkinan Kelengkeng Dataran Rendah berasal dari Vietnam.

Asal-usul yang simpang-siur, sehingga terkesan misterius, itu memang mampu mendongkrak harga bibit Kelengkeng Dataran Rendah. Di samping itu, tanaman yang dibudidayakan di Indonesia sekitar tahun 2003 ini, juga mempunyai keunggulan lain yang tidak dimiliki Kelengkeng Dataran Tinggi .

Pertama, tanaman ini dapat hidup dan berbuah lebat baik di dataran tinggi maupun dataran rendah, tanpa perlu perlakuan khusus. Seperti, pemupukan secara intensif, perangsangan/booster, dan lain-lain.

Kedua, berbuah sepanjang musim. Ketiga, nilai jualnya tinggi, baik itu pohon bibit maupun buahnya. Keempat, kualitas dan kuantitas buahnya lebih baik daripada kelengkeng lokal.

Sementara dari segi budidayanya, dapat menggunakan berbagai macam cara seperti okulasi (= menempel mata tunas), grafting (= menyambung, mencangkok), dan dengan biji. “Setiap cara memiliki kelebihan dan kekurangan, tergantung pada kebutuhan dan tujuan penanaman,” kata Akhmad Ikhsan, pemilik Permata Hijau Nursery.

Di samping itu, Kelengkeng Dataran Rendah dapat dikebunkan dengan tujuan komersial maupun sekadar ditanam di halaman rumah. Bahkan, ditanam dalam pot sekali pun. Bukan cuma itu, layaknya kelengkeng, tanaman ini pun dapat tumbuh atau berbuah dengan baik di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi

Semakin besar dan lebat si pohon, semakin banyak pula buah yang dihasilkannya

Kelengkeng Dataran Rendah, Ikhsan melanjutkan, berbuah untuk pertama kalinya delapan bulan setelah ditanam dengan menggunakan pohon bibit berumur enam bulan. Atau, dengan kata lain, membutuhkan waktu kurang dari dua tahun untuk dapat dipanen pertama kalinya. Berbeda dengan Kelengkeng Dataran Tinggi, yang memerlukan waktu sampai empat tahun.

Sementara hasil panennya, sebanyak 5 kg/pohon. Semakin besar dan lebat si pohon, maka semakin banyak pula buah yang dihasilkannya. Selanjutnya, ia dapat terus dipanen 2−3 kali dalam setahun.

Pohon Kelengkeng Dataran Rendah dapat terus berbuah hingga ia berumur lebih dari 10 tahun. Sesudah masa produktifnya berakhir, ia masih dapat digunakan sebagai kayu bakar. Meski, sebuah sumber lain mengatakan bahwa kayu Pohon Kelengkeng cukup baik untuk digunakan sebagai konstruksi ringan dalam rumah dan bahan baku perkakas.

Tidak mengherankan, jika Kelengkeng Dataran Rendah yang mempunyai lima varietas (Pingpong, Diamond River, Kristal, Aroma Durian, dan Puang Rai) ini, menurut pria yang membangun usaha kebun bibitnya di kawasan Semarang sejak tahun 2007 itu, mempunyai prospek bisnis yang sangat bagus.

Check Also

Bisa Dipelihara, Bisa Pula Dibisniskan

Guinea Pig Bukan babi, melainkan sejenis tikus. Tidak berasal dari Guinea, tapi dari Andes. Semula …