Home / Kiat / Meraih Keuntungan Berlipat Tanpa Menaikkan Harga Produk

Meraih Keuntungan Berlipat Tanpa Menaikkan Harga Produk

House of Shasmira

 

Berbelanja busana muslim menjelang Lebaran tidak lagi didominasi kaum hawa. Karena, kini, para pria pun “berbenah diri” atau tampil lebih fashionable dan rapi. Shasmira menangkap fenomena ini dengan menciptakan model-model terbaru busana muslim pria. Imbasnya, tanpa perlu menaikkan harga produk, omset butik ini melambung hingga 150%

 

e-preneur.co. Lebaran berarti memakai baju baru. Karena itu, lazim bila berbelanja pakaian dalam jumlah banyak menjelang Lebaran.

Imbasnya, pelaku usaha di bidang busana muslim pun menangguk untung berlimpah. Apalagi, setiap tahun, model baju muslim selalu berubah atau bervariasi, bukan hanya busana untuk muslimah, melainkan juga untuk muslimin.

Adalah House of Shasmira (baca: Shasmira, red.) salah satu produsen busana muslim pria terbesar di Indonesia. “Untuk menghadapi momentum Lebaran, setiap tahun kami meluncurkan model-model terbaru,” kata Muhammad Kurnia, pemilik House of Shasmira.

Busana muslim pria, menurut Kurnia, sapaan akrabnya, dibuat karena semakin banyak kaum adam yang ikut “berbenah diri” dengan berpenampilan modis dan rapi saat lebaran. Tidak lagi sekadar memakai baju koko model klasik, tapi baju koko moderen dengan tampilan lebih formal dan berkesan trendi.

“Sehingga, pilihan baju muslim untuk pria lebih beragam,” ujarnya. Sementara untuk busana muslim wanita, Kurnia meluncurkan model-model terbaru mulai dari model gamis, blouse, tunik, sampai model santai dari bahan kaos.

Menjelang Lebaran, Kurnia memang telah bersiap untuk memanfaatkan “fenomena panen raya” pakaian muslim ini. Untuk itu, ia selalu menyiapkan stok baju muslim dengan model terbaru, sebagai antisipasi membludaknya permintaan konsumen.

Sebab, biasanya, penjualan busana muslim Shasmira akan mengalami kenaikan 75%‒100%. Dengan demikian, untuk mencapai level aman, Kurnia mesti memproduksi baju muslim minimal 20 ribu pieces.

Model-modelnya selalu baru

“Pada high season itu rata-rata jumlah baju yang terjual 16 ribu‒18 ribu pieces, sementara kerudung sekitar 20 ribu‒25 ribu pieces,” ungkapnya. Sekadar informasi, Shasmira juga menyediakan kerudung berikut aksesorisnya.

Untuk mengantisipasi peningkatan permintaan tersebut, Kurnia mengambil langkah efektif dengan menambah kapasitas produksinya di luar high season. “Kapasitas produksi bertambah seiring dengan permintaan yang bertambah juga. Tapi, biasanya, kami sudah merencanakan jauh-jauh hari agar lonjakan produksi tidak terlalu besar menjelang Lebaran. Sehingga, beban, terutama dari segi biaya, tidak terlalu banyak meningkat,” jelasnya.

Tidak hanya itu, untuk melambungkan omset, Kurnia juga menerapkan trik jitu yakni tidak menaikkan harga. “Kami lebih menerapkan strategi mengeluarkan model-model baru untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pasar,” pungkasnya. Meski begitu, butik yang berlokasi di Kompleks Marga Asih Indah, Bandung, itu tetap mengalami peningkatan omset sampai 150%.

 

Tips Meraup Omset Ala Shasmira
  1. Mempersiapkan persediaan barang agar tidak terjadi lost order, terutama untuk model-model terbaru, dengan mulai menambah kapasitas produksi jauh-jauh hari sebelumnya. Sehingga, beban biaya tidak terlalu banyak meningkat.
  2. Promo ekstra untuk model-model terbaru tersebut.
  3. Memperluas jaringan pemasaran, terutama untuk level distributor, agen, dan member.
  4. Selalu melakukan inovasi tiap tahunnya agar produk makin beragam dan konsumen tidak mudah jenuh.
  5. Tidak memanfaatkan momentum Lebaran untuk menaikkan harga. Karena, perubahan harga yang tiba-tiba akan membuat kehilangan pelanggan.

Check Also

“Naik Kelas” dengan Mengganti Gerobak Dorong dengan Outlet Permanen Berkonsep Restoran

Bakmi Gila Usaha kakilima banyak diminati para pelaku usaha. Selain itu, konsep PKL mempunyai potensi …