Home / Kolom / Peluang Bisnis Makanan Rumahan

Peluang Bisnis Makanan Rumahan

My Hobby, My Business

Gunawan Ardiyanto

(AGOEN Consultant)

Saya mengalami peristiwa Krisis Moneter tahun 1998/1999 di mana pada masa itu banyak bisnis yang terdampak, karena kenaikan US Dollar. Tapi, di sisi lain, hal ini ternyata juga menimbulkan peluang bisnis baru.

Peluang bisnis yang timbul saat itu, misalnya pemesanan bahan kebutuhan pokok melalui telepon di mana salah satu perintisnya yakni artis senior Lenny Marlina. Mengingat terjadinya kerusuhan, membuat orang takut untuk keluar berbelanja.

Beberapa artis lain, membuka kafe tenda. Harapan mereka, masyarakat bisa memperoleh makanan dan minuman enak dengan harga terjangkau sekaligus bisa jumpa artis idolanya.

Nah, pada masa pandemi Covid-19 ini, kondisinya mungkin bisa dibilang lebih “parah”. Karena, pihak-pihak yang terdampak lebih luas dan berlangsung sudah cukup lama, setahun lebih.

Salah satu bisnis yang kagak ade matinye ya bisnis makanan dan minuman

Pertanyaannya: kita mau sebagai penonton atau sebagai pemain dalam bisnis di masa pandemi ini? Yang bisa kita lakukan dalam masa pandemi ini yaitu mencari celah bisnis yang bisa dilakukan dengan cara online. Karena, adanya keterbatasan untuk melakukan tatap muka secara langsung (social distancing).

Kita juga bisa memilih bisnis berdasarkan apa yang kita sukai (hobi) dan apa yang kita kuasai (keterampilan). Seperti, memasak makanan rumahan baik makanan berat maupun makanan selingan (snack, jajan pasar).

Mengapa makanan? Karena, makanan dan minuman adalah kebutuhan primer. Sehingga, salah satu bisnis yang kagak ade matinye ya bisnis makanan dan minuman.

Step by step memulai bisnis makanan rumahan

  1. Menentukan Produk: apakah makanan dan minuman segar yang langsung bisa dikonsumsi, apakah makanan dan minuman yang bisa dikirim ke luar kota (frozen atau kering), apakah makanan tradisional atau malah makanan kekinian.
  2. Menentukan Segmen Konsumen: berdasarkan radius area yang akan kita jangkau, misalnya dalam satu kecamatan, kotamadya/kabupaten, atau bahkan bisa antarkota‒antarprovinsi.
  3. Memilih Jenis Masakan: apakah makanan berat (nasi, sayur, lauk pauk), apakah untuk makan siang saja atau juga melayani makan malam, apakah makanan ringan (snack, jajan pasar), ataukah hanya minuman (moderen, tradisional, kekinian).
  4. Membangun Tim: apakah dikerjakan sendiri bersama keluarga atau juga melibatkan orang lain (teman atau tetangga).
  5. Memilih Bentuk Kemasan: supaya lebih menarik konsumen menggunakan kemasan tradisional maupun moderen, atau kemasan vacuum sehingga bisa dikirim ke luar kota.
  6. Membuat Media Promosi Secara Online: dengan menggunakan media sosial (medsos) seperti Facebook, Instagram, Whatsapp Group.
  7. Membuat Production Plan, Financial Plan, dan Marketing Plan:
    1. Membuat Rencana Produksi: jumlah bahan baku, bumbu, topping, kemasan.
    1. Membuat Perencanaan Keuangan: berapa modal awal yang diperlukan, modal cadangan untuk pengembangan produk dan pengembangan area pemasaran.
    1. Membuat Perencanaan Pemasaran.
  8. Memulai Produk, Membuat Sample, Promosi Melalui Medsos:
    1. Membuat Contoh Produk untuk diperkenalkan ke keluarga, tetangga, atau teman terdekat.
    1. Membuat Foto Produk yang Menarik untuk dibagikan di medsos seperti Facebook, Instagram, dan Whatsapp group.
  9. Membuat Survai Sederhana ke Teman-teman atau Tetangga untuk menanyakan kebutuhan mereka atau menerima pemesanan. Sehingga, mengurangi risiko rugi lantaran makanan atau minuman yang kita buat tidak laku.

Check Also

Pemenang Kehidupan

e-preneur.co. Suatu hari, dua sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli buku dan majalah. Si penjual …