Home / Agro Bisnis / Gampang Pemasarannya

Gampang Pemasarannya

Ayam Kedu

Dibandingkan ayam lokal lain, Ayam Kedu mempunyai karakteristik dan keunggulan tersendiri. Imbasnya, daging dan telurnya sangat disukai konsumen. Meski, harganya relatif lebih mahal ketimbang unggas lain. Imbas lebih lanjut, ayam ini gampang dalam pemasarannya

e-preneur.co. Ayam dijadikan oleh-oleh? Bila suatu ketika Anda melintasi wilayah Temanggung ke Parakan atau sebaliknya, coba layangkan sejenak pada pemandangan khas di sana.

Ya, di kawasan yang dikenal dengan nama Kedu itu, Anda akan menjumpai ayam-ayam yang dikurung yang diletakkan di pinggir jalan. Ayam Kedu, begitu namanya, dijual kepada para pelancong.

Ayam ini merupakan jenis ayam lokal yang mempunyai karakteristik dan keunggulan tersendiri. Dilihat dari fisiknya, Ayam Kedu mempunyai bentuk kepala bulat, pial berwarna hitam atau merah, matanya seperti bola dan berwarna hitam, kaki dan lehernya pendek, kulitnya putih atau hitam, serta bentuk badannya besar dan kompak seperti ketupat.

Sementara dilihat dari warnanya, dibedakan menjadi Ayam Kedu Putih, Ayam Kedu Hitam, dan Ayam Kedu Campuran. Populasi Ayam Kedu Putih sudah sangat langka. Sebaliknya dengan Ayam Kedu Campuran, yang populasinya sudah tidak terkendali. Karena, sudah bercampur dengan ayam lokal lain.

Khusus untuk Ayam Kedu Hitam yang sudah tidak diketahui lagi secara pasti populasinya, sering dianggap sebagai Ayam Cemani. Padahal, terdapat perbedaan yang mencolok antara kedua ayam tersebut yakni sebaran warna hitam pada Ayam Kedu Hitam hanya pada bulunya, sedangkan sebaran warna hitam pada Ayam Cemani ada di seluruh tubuhnya. Dengan demikian, Ayam Cemani merupakan Ayam Kedu Hitam, tapi Ayam Kedu Hitam belum tentu Ayam Cemani.

Ayam Kedu yang dapat diambil daging dan telurnya, serta dijadikan ayam hias ini juga cepat berkembang biak. Sebab, secara teknis, beternak Ayam Kedu tidak memerlukan teknologi moderen. Lantaran, ayam ini mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan, pakannya mudah (bisa diberi sisa-sisa hasil pertanian/dapur, red.), dan tahan terhadap penyakit.

Ayam ini juga gampang dalam pemasarannya. Mengingat, daging dan telurnya sangat disukai konsumen. Meski, harganya relatif lebih mahal ketimbang unggas lain.

Dapat sekaligus dijadikan ayam pedaging, ayam petelur, dan ayam hias

Dari sini, dapat disimpulkan bahwa beternak Ayam Kedu dapat dikembangkan secara komersial. Untuk itu, harus menerapkan teknologi “Sapta Usaha” yaitu bibit, kandang, pakan, kesehatan, pengelolaan reproduksi, penanganan pasca panen, dan manajemen.

Untuk peternak Ayam Kedu dengan tujuan memanfaatkan daging dan telurnya, sebaiknya mengawinkan Ayam Kedu jantan dengan berat 4 kg dengan Ayam Kedu betina berbobot 3 kg. Dari sini, akan diperoleh anakan Ayam Kedu berbobot 1,5 kg‒2 kg.

Ayam Kedu betina bertelur pada umur lima bulan, dengan produksi telur kurang lebih 25 butir/periode. Sementara berat telur, rata-rata 50 gr‒60 gr.

Namun, meski potensi produksinya lebih baik daripada ayam lokal lain, perkembangan Ayam Kedu tidak menggembirakan. Hingga, muncul kekuatiran ayam ini akan punah bila tidak segera ditangani.

Ya, sama halnya ayam lokal lain, Ayam Kedu juga dipelihara dengan cara dilepas pada siang hari dan dikandangkan pada malam hari. Cara beternak secara tradisional ini, secara tidak langsung berpengaruh pada rendahnya produktivitasnya. Untuk itu, sejak beberapa waktu lalu, dilakukan berbagai upaya untuk mengubah pengembangbiakkan Ayam Kedu dari tradisional menjadi berwawasan agrobisnis.

Caranya yaitu dengan memperbaiki beberapa faktor pendukung, mulai dari pengelolaan sarana produksi, teknologi yang tepat guna, dukungan permodalan, serta pasar dan peternak berwawasan bisnis.

Check Also

Menyehatkan Konsumennya, Menguntungkan Petaninya

Beras Hitam Organik Meski buruk rupa, tapi kaya manfaat kesehatan. Tidak mengherankan, bila peminat Beras …