Home / Inovasi / Aman Bagi Penderita Diabetes

Aman Bagi Penderita Diabetes

Cokelat Vanssa

Sebenarnya, cokelat tetap aman dikonsumsi penderita diabetes. Sepanjang, hanya makan secukupnya. Tapi, saking kuatnya mitos negatif cokelat, untuk sekadar mencicipi pun mereka menolak mentah-mentah. Akhirnya, Farida pun berinisiatif membuat cokelat sehat, yang dibuat dengan menggunakan campuran bahan yang rendah gula dan kalori

e-preneur.co. Berdasarkan beberapa penelitian, cokelat diketahui mampu mengurangi pembentukan radikal bebas dalam tubuh. Karena, “makanan para dewa” Suku Aztec ini memiliki kandungan antioksidan yang terbilang tinggi.

Selain itu, saat menikmati cokelat akan timbul efek psikologis, yang disebabkan oleh titik leleh lemak kokoa yang terletak sedikit di bawah suhu normal tubuh manusia. Itulah sebabnya, melelehnya cokelat dalam mulut mampu meningkatkan aktivitas otak dan debaran jantung yang lebih kuat.

Sementara kandungan alkaloid-alkaloid, seperti teobromina, fenetilamina, dan anandamida dalam cokelat juga mampu menurunkan tekanan darah jika dikonsumsi dalam jumlah normal.

Namun, masih saja ada orang-orang yang enggan mengonsumsi cokelat. Lantaran, mitos-mitos negatif yang berkembang seputar cokelat, seperti dapat menimbulkan kegemukan/obesitas, jerawat, kerusakan gigi, bahkan sakit jantung.

Saking kuatnya mitos tersebut, penderita diabetes pun menolak mentah-mentah untuk sekadar mencicipi manisnya cokelat. Padahal, cokelat tetap aman mereka konsumsi, sepanjang hanya makan secukupnya.

Menggunakan pemanis khusus dan lemak sehat

“Memang masih banyak yang percaya mitos negatif cokelat. Karena itu, sebagai pengusaha cokelat lokal, saya berusaha membuat suatu jenis cokelat yang aman dan sehat bagi tubuh,” kata Farida Ariyani.

Pengusaha cokelat merek Vanssa ini membuat cokelat yang aman dikonsumsi penderita diabetes. Untuk itu, cokelat ini memiliki campuran bahan yang rendah gula dan kalori. Bahkan, jauh di bawah jumlah kalori pada cokelat pada umumnya.

“Saya menggunakan pemanis khusus yang memang diperuntukkan bagi penderita diabetes dan lemak sehat yang tidak menimbulkan kolesterol,” ungkapnya.

Proses pembuatan Cokelat Vanssa melewati 17 tahapan, mulai dari pengolahan buah sebagai perasa cokelat sampai pencampuran seluruh bahan dan pengemasan. Imbasnya, cokelat buatan perempuan asal Surabaya ini lebih higienis dan eksklusif dibandingkan cokelat skala home industry lainnya.

Dalam sehari, Farida membuat 100 kg cokelat sehat dan 100 kg−150 kg cokelat reguler. Sekitar 85%−90% dari total produksi cokelat tersebut, ia pasarkan untuk konsumen dalam negeri.

Sedangkan sisanya, dikirim untuk pasar luar negeri. Salah satunya, ke Jeddah, Arab Saudi. Dan, khusus untuk konsumen di sana, ia membuat rasa baru yakni cokelat rasa kurma dan Kacang Arab.

Cokelat Vanssa yang memiliki daya tahan 5−6 bulan untuk isi buah, delapan bulan untuk reguler, dan enam bulan untuk cokelat sehat (rendah kalori) ini dipasarkan melalui agen. “Saya menyasar konsumen menengah atas. Jadi, cara penjualan yang cocok ya keagenan,” pungkasnya.

Check Also

Cucian Bersih, Ekosistem Terjaga

Deterjen Minim Busa Isu ramah lingkungan membuat para pelaku usaha terus menggali ide untuk menciptakan …