Home / Inovasi / Cara Lain Menikmati Durian

Cara Lain Menikmati Durian

Daging Durian dan Pancake Durian

(Rizki Durian)

Hampir semua orang menyukai durian. Apalagi, jika daging buahnya sudah dipisahkan dari bijinya. Itulah, yang Agus tawarkan kepada konsumen di Medan. Selain itu, ia juga menawarkan Pancake Durian kepada konsumen di luar Medan. Imbasnya, produk-produk berlabel Rizki Durian itu bukan hanya dikenal di Medan, melainkan juga kota-kota besar di Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua

e-preneur.co. Durian, tanpa disengaja, banyak menginsiprasi orang-orang untuk menjadi pelaku usaha. Salah satunya, Agus Ramadhan.

Tahun 2009, Agus merintis usaha penjualan daging buah durian dengan label Rizki Durian. “Ada banyak barang yang dikirim ke seluruh stasiun di Indonesia. Tapi, volume pengiriman terbesar tiap harinya berupa durian,” tutur pria, yang pernah bekerja sebagai pemeriksa di pengelolaan kargo udara ini.

Dari sekian banyak kiriman durian, ia melanjutkan, tidak semuanya bisa diberangkatkan. Lantaran, banyaknya pengiriman durian dari Medan, tidak didukung armada penerbangan yang memadai.

Imbasnya, terjadilah overload kargo. Sehingga, durian yang melebihi kapasitas untuk diterbangkan itu harus dibawa pulang oleh para pengirim. Akibatnya, mereka harus menanggung kerugian yang sangat besar.

Agus pun berinisiatif mendatangi seorang pengirim durian, yang sering mengirimkan buah ini via perusahaan kargo. Ia membeli durian-durian itu, tapi bukan dalam bentuk buah segar, melainkan daging buah durian yang sudah dibekukan.

Padahal, sebenarnya, alumnus Institut Teknologi Medan ini tidak memiliki modal sama sekali dan belum mempunyai pasar. “Saya ‘mengiklankan’ daging buah durian itu secara online. Setelah konsumen mentransfer uang senilai yang mau dibeli, baru saya berbelanja ke pedagang durian,” ungkapnya.

Saat itu, pasar belum menanggapi dengan antusias. Karena, masyarakat masih terpusat pada buah dan bukan daging buah durian. Tapi, akhirnya, ia berhasil mengubah pola pikir mereka dengan mengedukasi bahwa lebih simpel menyantap daging buah durian yang sudah dilepaskan dari bijinya ketimbang yang masih menempel pada bijinya.

Selanjutnya, dalam sehari, Agus bisa memproduksi 500 kg–700 kg daging buah durian. Bahkan, ia pernah melayani permintaan sebanyak 1,3 ton dalam sehari.

Agus menjamin, daging buah duriannya tanpa pengawet dan bisa bertahan satu tahun di freezer. “Tapi, kami tidak pernah menyimpan stok sampai satu tahun, hanya sampai tiga bulan.‎ ​Sebab, jika lebih dari 3–4 bulan, warna daging buah durian akan berubah menjadi lebih gelap, tidak segar lagi,” jelasnya.

‎Daging-daging buah durian yang ia kemas berasal dari Sidikalang, Sibolga, Pahae, Langkat, Simalungun, dan lain-lain. Ketersediaannya sangat tergantung kepada para petaninya.

Dengan kulit yang tipis, maka tidak akan bosan memakannya

Hingga, suatu ketika, Agus kekurangan persediaan durian. Padahal, permintaan sedang sangat tinggi.

Dalam kondisi kesulitan memenuhi permintaan konsumen, muncul ide dalam benak Agus untuk mengubah daging buah durian yang tersisa di lemari pendingin menjadi pancake. “‎​Dengan berbekal daging buah durian yang ada dan resep dari internet, saya mulai mencari orang yang bisa membuat pancake,” kisahnya.

‎​Kebetulan, ia melanjutkan, seorang teman bisa membuat pancake. “Lalu, saya ajak dia kerja sama. Sistemnya, dia yang bertanggung jawab untuk produksi dan saya yang bertanggung jawab untuk modal. ‎​Maka, jalanlah usaha kami,” kisah Agus, yang membuka usaha pancake ini pada Februari 2013.

Berikutnya, ia menawarkannya secara online dengan target market masyarakat di luar Medan. “‎​Alhamdulillah, sukses di pasaran. Permintaannya mengalahkan permintaan daging buah durian. Bahkan, saat ketersediaan durian sudah mulai banyak, permintaan pancake tetap stabil,” lanjutnya.

Hal itu, menurut Warga Jalan Selambo, Kelurahan Amplas, Kecamatan Medan Amplas, ini karena pancakenya memiliki kulit yang tipis. Sehingga, berbeda dengan pancake sejenis yang ramai di pasaran.

“Pancake dari luar Medan, biasanya mempunyai kulit yang tebal dan ukuran yang besar. ‎​Jadi, orang yang mengonsumsinya bakalan cepat bosan. Kalau pancake saya tidak ada bosan-bosannya,” ujarnya.

Pancake Rizki Durian, demikian “merek” produk ini, bisa bertahan tiga bulan di freezer. Untuk pengiriman pesanan ke luar kota, pancake ini dibekukan dulu sebelumnya agar terjaga ketahanannya. Mengingat, produk ini tidak menggunakan bahan pengawet.

Dalam sehari, Agus bisa memproduksi hingga 400 kotak pancake di mana per kotak berisi 10 pancake. Pemasaran Pancake Rizki Durian sudah sampai Jakarta, Semarang, Malang, Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin, Samarinda, Manado, Kendari, dan Jayapura.

Ke depan, Agus menargetkan Rizki Durian menjadi barometer penjualan daging buah durian dan Pancake Durian. “​Membangun brand image. Jadi, kalau berbicara tentang daging buah durian atau Pancake Durian ya berbicara tentang Agus Ramadhan atau Rizki Durian,” pungkasnya.

Check Also

Bukan Sekadar Rekam Jejak Sebuah Perjalanan Cinta

Animasi Wedding Lebih hemat biaya dan waktu, serta tingkat kemiripan wajah dengan aslinya mencapai 85%. …