Home / Kiat / Memperbesar Income dengan Tiga Metode penjualan

Memperbesar Income dengan Tiga Metode penjualan

Arumanis Rainbow

Prana mengubah Arum Manis dari jajanan biasa menjadi jajanan yang unik dan sehat, dengan melakukan beberapa modifikasi. Selain itu, konsep kemitraannya juga membuat income mitra menjadi semakin besar. Imbasnya, pasar menanggapi dengan positif dan ratusan mitra berhasil dibukukan dalam tempo relatif singkat dalam brand Arumanis Rainbow

e-preneur.co. Dulu, kita mengenal Arum Manis hanya dengan warna pink dan rasa manis yang dihasilkan dari gula. Seiring waktu berjalan, makanan ringan yang disukai anak-anak maupun orang dewasa ini mempunyai berbagai varian rasa, yang dihasilkan dari buah-buahan. Demikian pula, dengan warnanya.

Bahkan, Prana Mangun Wicaksana “menciptakan” Arum Manis dengan rasa susu dan teh hijau. Lantaran dianggap unik dan masih jarang dijumpai, Arum Manis buatannya dengan cepat mendapat tanggapan positif dari konsumen.

“Pasar akan menanggapi biasa-biasa saja, kalau kita menjual Arum Manis dengan rasa yang sudah ada. Meski, kita mengemasnya dengan menarik. Berbeda, jika kita menawarkan Arum Manis dengan rasa yang orang masih jarang menjualnya,” ujar pemilik brand Arumanis Rainbow ini.

Prana memulai usaha yang disebut orang bule cotton candy―karena bentuknya seperti kapas―ini, ketika situasinya sedang tidak menguntungkan. Saat itu, beredar kabar kalau jajanan yang juga dinamai Permen Kapas itu dapat membuat gigi keropos dan menyebabkan radang tenggorokan, yang ditimbulkan oleh rasa manisnya yang berlebihan.

Tidak kekurangan akal, ia meracik resep baru dari campuran gula, perasa buah-buahan, dan bahan dasar lain. Sehingga, takaran gula menjadi berkurang. “Hasilnya, rasa manisnya tidak terlalu mendominasi,” ungkapnya.

Selanjutnya, Prana pun menjajakan Arum Manis hasil karyanya pada tahun 2009. Dengan promosi yang gencar, kurang dari setahun usahanya berdiri, ia sudah berani menawarkan kemitraan.

Ternyata, dari awal, ia memang sudah memasang target memitrakan brand Arumanis Rainbow. Sebab, ia menyakini jika konsep kemitraan akan mampu membuatnya melebarkan sayap bisnisnya.

Aktif, pasif, atau musiman

Mengingat, dari sisi persaingan, belum terlalu sesak. Dari sisi produk yang dijajakan, terbilang unik. Sementara harga paket kemitraannya, cukup murah dan urusan operasionalnya mudah.

Wajar jika kemudian banyak pihak tertarik menjadi mitranya. Tercatat, jumlah mitra yang bergabung mencapai ratusan yang tersebar di Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Di awal menawarkan kemitraan, Prana menyediakan paket silver dan diamond. Kedua paket tersebut sama-sama memberi booth, rak display, dan peralatan produksi.

Dalam perkembangannya, ia merombak paket kemitraan menjadi paket micro (menjalankan usaha dari rumah dan produknya pun disebarkan ke lokasi-lokasi di dekat rumah), paket silver (booth mudah dibongkar pasar, sehingga cocok untuk berjualan di mal atau pesta ulang tahun), serta paket ferari dan paket combo (booth cantik dan full accessories, sehingga berani bersaing di mana pun).

Outlet saya rancang dengan konsep knock down agar mudah dipindah-pindahkan,” jelasnya. Di samping itu, juga untuk mengantisipasi jika mitra tidak mengalami kemajuan pada lokasi yang sudah ditentukan.

Di samping itu, mitra juga diberi kebebasan untuk memilih metode menjajakan Arum Manis ini. Bisa dengan cara aktif, pasif, atau musiman.

Jika memilih aktif berjualan, berarti mitra memproduksi dan menjajakan Arum Manis ini langsung di lokasi. Jika memilih secara pasif, maka mitra memproduksi Arum Manis ini di rumah dan tinggal meletakkan di rak display pada lokasi yang sudah ditentukan. Sementara jika memilih musiman, mitra menjajakan produk ini di event-event tertentu, seperti pesta.

Ketiga metode tersebut, bisa diterapkan sekaligus. Karena, mitra diizinkan untuk memiliki booth atau rak pajang lagi. Tanpa membeli paket kemitraan seperti di awal pembelian.

“Mitra bisa mempunyai lebih dari satu outlet dengan menjalankan metode penjualan aktif, pasif, atau musiman secara bersamaan. Sehingga, income-nya menjadi lebih besar,” paparnya.

Sementara agar tidak mengurangi pendapatan mitra, Prana baru menarik royalty fee pada tahun kedua masa kerja sama yang berlangsung tiga tahun itu. Penarikan dilakukan setiap enam bulan sekali dengan jumlah yang tidak besar.

Check Also

“Naik Kelas” dengan Mengganti Gerobak Dorong dengan Outlet Permanen Berkonsep Restoran

Bakmi Gila Usaha kakilima banyak diminati para pelaku usaha. Selain itu, konsep PKL mempunyai potensi …