Home / Kiat / Terus Berinovasi dalam Model dan Menjaga Interaksi dengan Konsumen

Terus Berinovasi dalam Model dan Menjaga Interaksi dengan Konsumen

Doctor Shoes

Perempuan dan fashion merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Dan, Sylvana yang seorang dokter pun membangun usaha sepatu wanita handmade, bertajuk Doctor Shoes. Meski bukan bidang usaha baru, tapi menunjukkan kemajuan yang signifikan. Karena, terus berinovasi dan selalu menjaga hubungan baik dengan konsumen

e-preneur.co. Lantaran sangat menyukai sepatu hingga hobi mengoleksinya, Sylvana Rianty bertekad mempunyai usaha pembuatan sepatu di mana ia bisa merancang sesuka hatinya. Selain, tentu saja, melayani pembuatan sepatu sesuai keinginan konsumen baik itu model, warna, maupun motifnya.

Untuk itu, Sylvana menjual jari-jari sepeda motornya yang dihargai Rp600 ribu, untuk modal awal usahanya. Sayang, semangatnya yang membara tidak didukung kedua orang tuanya, yang tidak ingin kuliahnya di Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia, Medan, berantakan.

“Akhirnya, saya mengambil keputusan untuk tetap melanjutkan usaha pembuatan sepatu ini dan juga tetap kuliah,” tuturnya. Sylvana pun membuka usahanya pada 1 Februari 2013, sementara gelar sarjana kedokteran diraihnya pada April 2014.

Masalah selesai? Belum! Sebab, saat merintis usaha yang diberinya nama Doctor Shoes itu, ia harus mengerjakan semuanya sendirian. Termasuk menjadi kurir di mana ia mengantarkan orderan sepulang kuliah hingga larut malam dengan sepeda motor, sementara semua sepatu pesanan diikat di bagian belakang kendaraannya.   

“Jadi, sudah tidak ada malunya lagi. Belum lagi ada konsumen yang complain habis-habisan, karena tidak sesuai pesanannya. Padahal, saya sudah bertanggung jawab untuk membuatnya lagi. Tapi, dia tetap tidak mau. Saya diolok-olok, terhina banget sampai nangis,” kenang kelahiran Medan, 22 Oktober 1992 ini.

Melihat “perjuangan” putrinya, sang Mama pun luluh. Ia memberi dorongan dan semangat hingga Sylvana yang sempat down pun bangkit kembali. “Mama mengatakan bahwa yang namanya usaha pasti ada rintangannya. Lalu, saya menenangkan diri dan mencerna kata-kata Mama. Seminggu kemudian, saya sudah bangkit kembali,” kisahnya.

jawablah semua pertanyaan konsumen demi kesempurnaan pesanan

Kini, Doctor Shoes yang sudah stabil dapat dipesan secara online, melalui semua layanan media sosial. Untuk memesan sepasang sepatu, dibutuhkan waktu pembuatan sekitar 1–3 minggu, tergantung model sepatu dan tingkat kesulitannya.

“Waktu pembuatan dan harga bisa berubah, tergantung permintaan jenis sepatunya,” ujarnya. Doctor Shoes menyediakan sepatu-sepatu model flat, heels, wedges, ankle, dan boots dengan harga ratusan ribu rupiah.

Adakalanya, Doctor Shoes juga dapat dijumpai di berbagai pameran berbasis mahasiswa, meski target marketnya bukan hanya para gadis, melainkan juga Ibu-ibu. Selain itu, pemasarannya bukan hanya di Medan dan Aceh, melainkan sudah sampai ke Jakarta dan Kepulauan Riau.

“Meski penjualan Doctor Shoes belum konsisten, tapi setidaknya dalam seminggu selalu menerima pesanan sebanyak tujuh pasang sepatu,” kata Sylvana, yang mengaku jika sepatu buatannya dengan model valstud yang paling laris.

Untuk itu, agar Doctor Shoes bisa terus bertahan, warga Jalan Diski Telaga Sari, Medan, ini terus-menerus melakukan pendekatan ke konsumennya baik dari cara berinteraksi hingga menjawab semua pertanyaan konsumen demi kesempurnaan pesanan. “Terus berinovasi dalam model dan menjaga interaksi dengan konsumen. Karena, konsumen tidak suka dengan pemilik usaha yang sombong,” tegasnya,

Sementara tentang karirnya di dunia medis, Sylvana menginginkan keduanya tetap dapat jalan beriringan. “Saya tidak mau Doctor Shoes dibilang sebagai sampingan. Saya ingin Doctor Shoes berjalan seiring dengan karir dokter. Karena, selain membangunnya di waktu bersamaan, tingkat kesulitan membangunnya sama-sama susah payah,” pungkas Sylvana, yang kini telah mempunyai pegawai.

Check Also

“Naik Kelas” dengan Mengganti Gerobak Dorong dengan Outlet Permanen Berkonsep Restoran

Bakmi Gila Usaha kakilima banyak diminati para pelaku usaha. Selain itu, konsep PKL mempunyai potensi …