Home / Celah / Pasarnya Luar Biasa

Pasarnya Luar Biasa

Keripik Ceker Ayam (Purnomo)

Selain dimanfaatkan untuk membuat kaldu, ceker atau kaki ayam juga dapat diolah menjadi produk dengan omset menggiurkan. Misalnya, dengan mengubah kulit pada ceker ayam menjadi keripik seperti yang dilakukan Iriani. Imbasnya, keripik ceker ayam yang diberinya “merek” Purnomo itu bukan hanya diserap secara cepat di Ngawi, melainkan juga di Sragen, Madiun, Caruban, Ponorogo, dan sebagainya

e-preneur.co. Sebagian masyarakat merasa jijik menyantap ceker (Jawa: kaki, red.) ayam. Karena, ceker ayam dianggap sebagai limbah di mana dalam proses pemotongan ayam kerap dibuang. Dengan kata lain, tidak layak konsumsi

Namun, di tangan kreatif Iriani, ceker ayam atau lebih tepatnya kulit ceker ayam diubah menjadi keripik ceker yang gurih, renyah, dan membuat ketagihan. Imbasnya, produk yang diberi “merek” Purnomo ini cocok dijadikan pendamping makanan, seperti sop, semur, bakso, dan lain-lain. Selain itu, juga dapat dijadikan camilan.

“Kaki ayam merupakan hasil sampingan dari rumah potong ayam. Biasanya, hanya digunakan untuk membuat kaldu sop atau soto. Padahal, kalau kreatif, kulit pada kaki ayam itu bisa dibuat keripik. Sementara sisa daging di tulang kaki ayam, dapat dijual ke penjual pentol curah,” kata Iriani.

Di luar itu, ternyata, kulit pada ceker ayam mengandung protein yang cukup tinggi, yang mampu merangsang otak anak-anak. Karena itu, keripik ceker ayam, begitu nama dagangnya, cocok dikonsumsi oleh orang dewasa dan aman bagi anak-anak.

Sementara untuk memperoleh ceker ayam yang baik, perempuan yang sudah lebih dari 10 tahun menekuni usahanya ini menyarankan agar jeli dalam membeli ayam mentah. Sebab, ceker ayam yang bagus yakni yang masih utuh dan tidak ada luka.

Sedangkan untuk mendapatkan kulit ceker ayam yang maksimal, serta menghasilkan keripik yang lebih gurih dan renyah, kulit ceker ayam yang sudah dipisahkan dari daging dan tulang ceker dijemur di bawah sinar matahari selama 2‒3 hari. Tapi, sebelum itu, kulit ceker ayam direndam dulu dalam bumbu.

Omsetnya serenyah dan segurih keripiknya

Namun, kulit ceker ayam yang sudah direndam dalam bumbu sangat rentan terhadap air hujan. Jika sinar matahari tidak benar-benar panas, Iriani menyarankan sebaiknya disimpan dalam freezer saja. “Karena, jika terkena air hujan, kulit ceker ayam tersebut akan mudah busuk dan tidak bisa digoreng,” ujar penduduk Ngawi, Jawa Timur, itu. 

Dalam pemasarannya, Keripik Ceker Ayam Purnomo tidak menemui kendala. Bahkan, dalam waktu relatif cepat merambah Sragen, Madiun, Caruban, Ponorogo, dan lain-lain

“Pasar di usaha ini luar biasa. Kami agak kewalahan,” ucap Iriani, yang menggunakan sistem titip jual dalam kerja samanya dengan beberapa toko. Sebab, untuk mendapatkan ceker ayam tidak semudah dulu.

Setiap hari, ia hanya memperoleh pasokan rata-rata 100‒200 potong ceker ayam mentah dari pasar. Sedangkan dari sebuah rumah makan yang menjadi langganan tetapnya, ia memperoleh 300 potong ceker ayam matang.

Namun, apa pun kendalanya, perempuan yang juga memproduksi keripik usus ayam ini mengakui, jika usaha keripik ceker ayam yang ditekuninya menghasilkan omset yang luar biasa. Hingga, ia mampu menyekolahkan ketiga anaknya sampai ke perguruan tinggi.

Check Also

Banyak Peminatnya

Rental Portable Toilet Kehadiran toilet umum—terutama yang bersih, nyaman, wangi, dan sehat—menjadi salah satu kebutuhan …