Home / Celah / Menghasilkan Uang, Membutuhkan Kreativitas Tinggi

Menghasilkan Uang, Membutuhkan Kreativitas Tinggi

Rok Tutu (Kimikamira Tutu and Headband)

Boleh dikata, produk apa pun yang berhubungan dengan anak-anak selalu laris manis. Tami yang memproduksi rok tutu dan bando, sudah membuktikan hal itu. Bahkan, dengan kualitas yang tidak kalah dengan produk impor tapi harga terjangkau, Kimikamira Tutu and Headband-nya bisa mendobrak pasar Korea Selatan

e-preneur.co. Para Ibu muda, khususnya, mempunyai kebiasaan mendandani anak-anak balita (bawah lima tahun) mereka. Imbasnya, mereka akan lepas kendali ketika melihat baju anak-anak, yang memang cenderung lucu dan menggemaskan. Apa lagi, kalau harganya terjangkau.

Selain buatan perusahaan konveksi terkenal, banyak pula baju anak-anak yang dibuat oleh para Ibu rumah tangga yang tidak kalah menariknya. Seperti, rok tutu dan headband (bando) buatan Tami Yuliana Dahyar.

“Awalnya, saya hanya iseng membuat rok tutu untuk anak saya. Sekadar untuk foto-foto. Tapi, ketika melihat foto-foto itu, kawan-kawan saya mengatakan jika rok tutu buatan saya bagus dan ingin membelinya,” kisah Tami.

Tami melihat hal ini sebagai sebuah celah usaha yang menarik. Sebab, selain bisa menghasilkan uang, juga dibutuhkan kreativitas tinggi.

Lalu, pada Juli 2012, ia mulai membangun usahanya dengan modal sekitar Rp500 ribu. Sementara untuk bahan bakunya, ia meminta kain perca yang sudah tidak terpakai ke penjahit di dekat rumahnya.

“Selanjutnya, sisa-sisa kain itu saya padu padankan untuk dibentuk menjadi bando. Hasilnya, berupa bando-bando yang unik dan menarik,” lanjut kelahiran November 1989 ini.

Sedangkan untuk model rok tutu, Tami mencari desainnya di internet. “Di luar negeri, sudah banyak yang membuat rok tutu. Karena itu, saya melihat-lihat contoh modelnya, lalu saya aplikasikan ke rok tutu buatan saya, tanpa menanggalkan cirikhas saya,” jelas Tami, yang menamai usahanya “Kimikamira Tutu and Headband”.

Rok tutu ini mempunyai cirikhas tersendiri dan harganya jauh lebih murah dibandingkan barang impor, sementara kualitas tidak kalah bagusnya

Sarjana jurusan kriya keramik dari Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung ini, membandrol hasil karya dengan harga Rp15 ribu–Rp40 ribu untuk bando dan Rp55 ribu–Rp200 ribu untuk rok tutu. Sementara dalam sebulan, ia bisa membuat 40–50 pieces bando dan 30–40 pieces rok tutu.

“Rok tutunya laku keras, sedangkan bando hanya mengikuti. Karena, biasanya, kalau membeli rok tutu, juga membeli bando yang sesuai dengan warna rok tutu,” tambahnya.

Kimikamira Tutu and Headband yang sering dipakai untuk acara pemotretan, aksi panggung, pesta ulang tahun, dan sebagainya ini juga dapat dipesan. “Saya tidak membuat persediaan. Semuanya baru dibuat setelah ada yang memesan. Kebanyakan pemesan membawa desain mereka sendiri dan pesanan akan selesai dalam tempo 1–2 minggu,” ujar Tami, yang hasil karyanya diminati pembeli dari Sulawesi, Sumatra, dan Papua, serta Korea Selatan.

Padahal, sampai sejauh ini, ia belum mempunyai toko. Ia hanya menjualnya secara online. Karena, menurutnya, selain hemat tempat, jangkauannya juga lebih luas. “Bahkan, para penjual online yang lain banyak yang mengambil dari saya,” kata perempuan, yang omsetnya melonjak saat natal atau jika sedang banyak pentas seni ini.

Merasa produknya mulai diminati masyarakat, Tami pun mempekerjakan para Ibu rumah tangga di sekitar rumahnya. Tapi, untuk bagian pemasangan aksesori dan finishing tetap ia kerjakan sendiri.

Karena itu, ia tetap membutuhkan tenaga bantuan yang kreatif. Sehingga, bukan hanya bisa membantunya dalam pemasangan tutu, melainkan juga dalam pemasangan aksesori dan finishing.

“Selama ini, finishing saya kerjakan sendiri. Karena itu, semuanya menjadi lambat. Saya ingin mengajarkan Ibu-ibu itu berkreasi, agar bisa mandiri. Namun, itu membutuhkan waktu,” ungkapnya.

Masalah berikutnya yaitu para pesaing. “Mereka juga menjual rok tutu secara online, tapi produk impor. Karena itu, saya tidak merasa tersaingi. Di sisi lain, produk saya mempunyai cirikhas tersendiri dan harganya jauh lebih murah, sementara kualitasnya tidak kalah bagus dengan produk impor,” pungkas Tami, yang berencana membuka toko supaya para konsumennya bisa melihat langsung produk-produknya.

Check Also

Banyak Peminatnya

Rental Portable Toilet Kehadiran toilet umum—terutama yang bersih, nyaman, wangi, dan sehat—menjadi salah satu kebutuhan …