Home / Agro Bisnis / Prospek Bisnisnya Seindah Warna Bulunya

Prospek Bisnisnya Seindah Warna Bulunya

Parkit

 

Parkit dikenal sebagai burung yang mempunyai bulu berwarna-warni, tingkah yang aktif, dan sifat yang penurut. Sehingga, banyak penghobi burung yang menyukainya. Bukan cuma itu, melainkan juga memiliki potensi ekonomi yang luar biasa, jika dikembangbiakkan secara serius

 

e-preneur.co. Hampir di setiap pojok pasar burung atau pet shop, selalu tergantung sangkar yang berisikan burung parkit. Hal itu, menunjukkan jika pasar burung ini terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Para peternak parkit tidak hanya memasok pasar-pasar burung atau konsumen pecinta parkit, melainkan juga menjualnya ke pabrik yang menghasilkan produk-produk kecantikan. Kedua pasar ini sama-sama menguntungkan. Karena itu, harga burung ini cukup stabil dari tahun ke tahun,” jelas Mansyur, salah satu peternak parkit dari Nambangan Kidul, Madiun.

Kecintaan Mansyur terhadap burung yang berbulu warna-warni ini dimulai pada tahun 2009. Saat itu, seorang teman yang sudah terlebih dulu menekuni ternak parkit mengajaknya beternak burung ini di daerah asalnya. Tawaran pun diterima.

“Saya menerima tawaran teman saya, lantaran di daerah saya belum banyak yang mengembangbiakkan parkit. Selain itu, parkit itu burung yang lucu dan bisa dilatih menjadi burung yang penurut. Hal inilah, yang membuat saya suka dengan burung ini,” tambahnya.

Di sisi lain, menurut Mansyur, beternak parkit tidaklah sulit. Asalkan mengetahui tahapan-tahapannya, maka tingkat keberhasilannya sangat tinggi. Pertama-tama, membuat kandang yang ideal (berukuran 2 m x 1 m x 2 m). Selanjutnya, isi kandang dengan 20 pasang parkit. Berikutnya, menyediakan glodog (tempat bertelur dan mengerami, red.).

Kedua, memilihkan jodoh yang cocok dan serasi. “Nah, untuk menemukan jodoh parkit jantan musti sabar. Sebab, jika asal dijodohkan, biasanya indukan tidak mau akur,” ujarnya.

Mansyur menggunakan sistem koloni dalam beternak parkit. Karena, kandang dengan sistem koloni mampu menekan biaya dan praktis. Tapi, perawatan dan kebersihan kandang harus selalu dijaga, agar tidak ada penyakit yang menyerang si parkit. Sebab, begitu satu parkit terserang penyakit, maka dengan mudah semua parkit akan tertular.

“Agar parkit tidak mudah terserang penyakit, kandang harus mendapatkan cahaya matahari penuh, serta selalu dalam kondisi bersih dan kering. Sirkulasi udara dalam kandang juga harus bagus, supaya bisa membuang virus yang ada pada parkit. Di samping itu, air minum harus diganti setiap hari dan tempatnya dibersihkan, serta diberi vitamin yang bisa dicampurkan ke dalam air minum,” paparnya.

Jika ada burung yang terlihat kurus dan tidak aktif, ia melanjutkan, harus diambil dari sangkarnya dan taruh di sangkar khusus untuk mengantisipasi penyebaran penyakit. Selain itu, bila cuaca sangat terik, bawah kandang bisa disiram air agar lebih dingin. “Jangan sampai ada lubang atau bagian yang terbuka di kandang, untuk mengantisipasi masuknya predator, seperti tikus, semut, dan ular,” lanjutnya.

Pasarnya masih sangat terbuka lebar

Parkit mempunyai kemampuan bertelur yang tinggi. Dalam dua bulan, parkit betina bertelur sebanyak lima butir. Jika cuaca dan lingkungannya bagus, kelima butir telur bisa menetas semua.

Untuk menjaga agar kemampuan bertelur parkit betina selalu bagus, Mansyur memberi pakan yang berkualitas dan mengandung banyak nutrisi. Untuk pakan utama, ia memberi milet. Sedangkan untuk makanan sampingan, ia memberi jagung muda atau kangkung. Di samping itu, juga menyediakan tumbukan batu merah atau pasir untuk membantu pencernaannya, sekaligus untuk mencukupi kebutuhan mineralnya.

Dari 30 pasang parkitnya, Mansyur mampu membukukan omset lumayan besar setiap bulannya. Sebab, pemasaran burung ini tanpa kendala. Dalam arti, begitu anakan parkit lepas sapih dan dipindah ke kandang lain, para penjual burung dari berbagai pasar burung akan mengambilnya. “Terkadang, mereka tidak kebagian. Karena, sudah dibeli lebih dulu oleh penghobi atau konsumen langsung,” katanya.

Pasar burung parkit hingga kini dan tahun-tahun berikutnya, menurut Mansyur, masih sangat terbuka lebar. Namun, agar hasil ternak lebih mantap, ia menyarankan untuk mengembangbiakkan parkit dengan mata merah atau warna bulu polos. Sebab, harga pasaran seekor parkit mata merah berkisar Rp40 ribu‒Rp50 ribu, sedangkan harga untuk parkit mata hitam atau parkit yang biasa kita temui kurang lebih Rp20 ribu‒Rp30 ribu.

Check Also

Menyehatkan Konsumennya, Menguntungkan Petaninya

Beras Hitam Organik Meski buruk rupa, tapi kaya manfaat kesehatan. Tidak mengherankan, bila peminat Beras …