Home / Kiat / Menggenggam Pangsa Pasar Terbatas dengan Konsep Door to Door

Menggenggam Pangsa Pasar Terbatas dengan Konsep Door to Door

Baby Star

 

Karena ada unsur pornografi dan pornoaksi, jasa foto Ibu hamil (dan bayi baru lahir) hanya diterima oleh kalangan terbatas. Untuk itu, Regina pun mengakalinya dengan menawarkan jasanya dari pintu ke pintu. Hingga, akhirnya, ia bukan cuma bisa mendapatkan pasar yang terbatas itu, melainkan menggenggamnya erat. Kini, melalui Baby Star, ia melayani 50 sesi pemotretan/bulan

 

e-preneur.co. Sesaknya pemain dalam bisnis fotografi, ternyata tidak membuat pelaku bisnis ini sampai berdarah-darah. Sebab, agar terus bertahan hidup, mereka terus memunculkan “produk-produk” baru. Seperti, jasa foto pre wedding, jasa foto pernikahan, jasa foto produk, jasa foto kuliner, dan lain-lain.

Sementara Regina Novranto memunculkan jasa foto Ibu hamil dan bayi baru lahir. Sayangnya, pangsa pasar jasa foto ini sangat terbatas. “Risiko pertama yang harus saya hadapi yaitu keterbatasan konsumen dalam memakai jasa saya. Tapi, saya tetap mempunyai langkah jitu untuk mengakalinya,” tutur Regina.

Langkah yang dilakukan perempuan yang menamai studio fotonya “Baby Star” itu, awalnya terkesan cuma membuang tenaga dan biaya. Tapi, dengan jalan tersebut, ia yakin mampu mengambil sekian persen pangsa pasar.

Regina menjalankan sistem jemput bola. Untuk itu, ia datangi satu per satu pelanggan yang tertarik dengan jasa yang ditawarkan. Selain itu, ia juga harus rela konsep fotonya tidak diganjar secara semestinya.

“Saya memperkenalkan jasa foto saya secara door to door. Seperti, sales. Bahkan, untuk beberapa pelanggan, karena masih teman dekat, saya rela tidak dibayar,” kisah perempuan, yang membangun studionya di Ruko Garden Boulevard, Bumi Serpong Damai, Tangerang, itu.

Kendati sulit mencapai target, tapi Regina berhasil menggenggam erat pangsa pasar yang sedikit itu. “Malah, sekarang, saya yang dikejar-kejar pelanggan. Namun, lantaran semuanya masih saya kerjakan sendiri, maka saya menghentikan permintaan pemotretan on location,” jelasnya.

Aman, sepanjang tidak dipublikasikan

Sebenarnya, konsep foto semacam ini sudah lama dilakukan oleh para artis mancanegara. Tapi, agak berisiko jika diterapkan di Indonesia. Karena, berbenturan dengan undang-undang pornografi dan pornoaksi.

“Inilah yang menjadi salah satu kendala. Saya harus meyakinkan pelanggan kalau konsep foto ini aman. Maksudnya, selama tidak dipublikasikan, maka tidak masalah,” paparnya.

Dengan pertimbangan hanya untuk konsumsi atau dokumentasi pribadi itulah, Regina tidak mau tanggung dalam memotret. Selain memperlihatkan bentuk bulat dan telanjang perut si calon Ibu, kadang ia juga melibatkan sang calon Ayah untuk berpose sedikit ekstrim. Seperti, pose intim antara suami‒istri.

Namun, meski, mayoritas konsep foto Ibu hamil memperlihatkan perut telanjang sang calon Ibu, Regina tidak menolak para pelanggan berjilbab yang menginginkan pose tertutup. “Tidak masalah. Saya tinggal memainkan teknik pencahayaan, kostum, aksesori tambahan, dan latar belakangnya,” jelasnya.

Tapi, Regina tidak selalu menerima permintaan berfoto dari pelanggan. Ia mensyaratkan usia kandungan 7‒8 bulan. “Sebab, kalau kurang dari tujuh bulan, perut bulatnya belum kelihatan. Jadi, kurang indah saat difoto. Sementara kalau lebih dari delapan bulan, kasihan si Ibu yang sudah keberatan perutnya. Hingga, sulit bergerak saat sesi pemotretan,” ujarnya.

Regina yang setiap bulan mampu melayani 50 sesi pemotretan, membanderol hasil karyanya kurang lebih Rp525 ribu/paket. Untuk satu paket terdapat 15 pose foto bersama pasangan atau anak, album foto yang disimpan dalam CD (Compact Disc), dan tiga lembar foto yang sudah dicetak.

“Tarif itu, belum termasuk make up. Tapi, calon Ibu diperbolehkan dandan sendiri atau justru tidak berdandan untuk memperlihatkan kecantikannya yang natural,” pungkasnya.

Seperti disebutkan di atas, selain menyediakan jasa pemotretan Ibu hamil, Baby Star juga melayani pemotretan bayi yang baru lahir hingga berumur tiga bulan. Untuk itu, Regina mematok harga sekitar 425 ribu.

Check Also

“Naik Kelas” dengan Mengganti Gerobak Dorong dengan Outlet Permanen Berkonsep Restoran

Bakmi Gila Usaha kakilima banyak diminati para pelaku usaha. Selain itu, konsep PKL mempunyai potensi …