Home / Inovasi / Meski Dalam Bentuk Bubuk, tapi Tetap Terjaga Khasiatnya

Meski Dalam Bentuk Bubuk, tapi Tetap Terjaga Khasiatnya

Susu Kambing Etawa Bubuk

(Etta Goat Milk)

 

Dulu, menikmati susu Kambing Etawa yang kaya nutrisi setiap saat, tanpa kuatir basi adalah mustahil. Sampai, Yayan berhasil membuatnya dalam bentuk bubuk. Meski kandungan nutrisinya sedikit berkurang karena telah diproses, tapi susu bubuk berlabel Etta Goat Milk ini tetap terjaga khasiatnya

 

e-preneur.co. Susu kambing, dari zaman Nabi Muhammad SAW, dipercaya mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit berat, seperti pasca stroke, asma, TBC, pneumonia, diabetes, demam berdarah, anemia, thalasemia, kanker, tumor, mencegah osteoporosis, dan sebagainya. Singkat kata, susu kambing kaya manfaat bagi kesehatan.

Namun, bukan sembarang susu kambing, melainkan susu Kambing Etawa. Sebab, menurut para ahli, susu Kambing Etawa mengandung berbagai macam mineral, seperti zincum, alkaline, fluorine, A2-betakasein, asam amino esensial, cyanocobalamin, kalium, enzim xanthine oxidase, niacin, dan lain-lain. Mineral-mineral tersebutlah, yang bermanfaat membantu tubuh melengkapi kecukupan zat mineral dan mempercepat proses penyembuhan penyakit.

Susu Kambing Etawa juga tidak memiliki efek samping. Sehingga, cocok dikonsumsi oleh bayi sekaligus sebagai pendamping ASI (Air Susu Ibu).

Biasanya, susu Kambing Etawa diminum dalam kondisi segar. Tapi, sayang, susu Kambing Etawa segar hanya mampu bertahan sekitar 6‒7 jam dalam suhu ruang atau sampai sekitar tiga minggu jika dimasukkan ke dalam kulkas.

Padahal, sejatinya, minum susu Kambing Etawa dalam kondisi segar lebih nikmat dan lebih banyak kandungan nutrisinya. Namun, apa daya jika masa ketahanannya hanya sebentar.

Berbeda dengan susu dalam bentuk bubuk, pada umumnya. Meski nutrisinya sedikit berkurang, tapi bisa dinikmati setiap saat, tanpa risiko basi.

Sebab, susu bubuk mampu bertahan lebih dari delapan bulan. Selain itu, susu bubuk juga bisa dibawa ke mana saja, tanpa kuatir terkontaminasi zat berbahaya.

Tahan lama dan praktis dibawa ke mana pun

Terinsiprasi oleh itu, Rahmaddiansyah Adlan pun membuat susu Kambing Etawa dalam bentuk bubuk. Susu Kambing Etawa bubuk tersebut, menurutnya, berasal dari susu Kambing Etawa yang telah melalui proses pemanasan dan pemadatan susu cair.

“Diawali dengan memilih susu Kambing Etawa segar yang baik, lalu dipanaskan dengan suhu 60°C. Selanjutnya, dicampur dengan gula sambil diaduk-aduk sampai merata. Setelah mengering, susu didiamkan selama kurang lebih dua jam. Atau, yang biasa disebut dengan proses pendinginan. Terakhir, dilakukan proses penggilingan, hingga berbentuk serbuk, dan susu bubuk pun siap dikemas,” papar Yayan, sapaan akrabnya.

Proses pembuatan susu Kambing Etawa bubuk ini, memakan waktu sekitar empat jam per olahan untuk susu Kambing Etawa murni atau tanpa tambahan gula. Sementara yang dengan tambahan gula, prosesnya menghabiskan waktu kurang lebih enam jam per olahan. Sedangkan jika gula yang dipakai berupa gula batu, maka proses pembuatannya memakan waktu sembilan jam per olahan.

Untuk satu kali olahan, Yayan membutuhkan 40‒50 liter susu Kambing Etawa cair. Ia memperoleh pasokan susu Kambing Etawa cair dari peternakannya sendiri.

Di dalam peternakan seluas 2.000 m² itu, dikandangkan 500 ekor Kambing Etawa. “Kalau pasokan kurang mencukupi dari perahan kambing sendiri, saya menampung susu hasil perahan peternak lain dari Tegal, Sidoarjo, dan Solo,” jelasnya.

Sementara hasilnya kurang lebih 20 kg susu Kambing Etawa bubuk. Setiap hari, ia rutin memproduksi susu Kambing Etawa bubuk. Dengan demikian, dalam sebulan, Yayan yang melabeli produknya “Etta Goat Milk” mampu menghasilkan 600 kg susu Kambing Etawa bubuk.

Etta Goat Milk yang telah memiliki izin dari Departemen atau Kementerian Kesehatan itu, ia jual dalam satu kemasan seberat 250 gr. Sementara untuk varian pemanisnya, sesuai dengan selera pasar dan kebutuhan.

“Segmen pasar yang saya bidik memang semua lapisan masyarakat dan golongan. Untuk anak-anak di bawah enam tahun dan lansia (lanjut usia), saya menganjurkan mengonsumsi produk susu yang low sugar. Untuk penyembuhan penyakit ringan dan untuk golongan menengah ke bawah, saya sediakan produk susu dengan gula biasa yang harganya lebih terjangkau. Sementara untuk kalangan menengah ke atas, bisa mengonsumsi produk susu baik yang low sugar maupun yang dengan gula batu,” paparnya.

Semua varian tersebut, Yayan melanjutkan, tidak berbeda kandungan nutrisinya. Bahkan, ia menjamin khasiatnya pun sama.

Etta Goat Milk sudah tersebar di kota-kota besar di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa. Untuk mendistribusikan susu Kambing Etawa bubuknya, Yayan menggunakan sistem penjualan melalui reseller dan secara online. “Kami menggunakan sistem pemasaran konvensional di mana reseller yang datang mengambil susu bubuk ini, untuk kemudian mendistribusikannya,” pungkasnya.

Check Also

Cucian Bersih, Ekosistem Terjaga

Deterjen Minim Busa Isu ramah lingkungan membuat para pelaku usaha terus menggali ide untuk menciptakan …