Home / Kiat / Konsep Uniknya Menarik Minat Para Calon Pelaku Usaha

Konsep Uniknya Menarik Minat Para Calon Pelaku Usaha

Dim Sum Kampoeng

 

Meski cuma kudapan dari Cina, tapi dim sum dipatok dengan harga mahal dan diragukan kehalalannya. Kondisi ini, membuka peluang bagi Okki untuk menyediakan dim sum dengan harga terjangkau, halal, dan sesuai dengan lidah orang-orang Indonesia, melalui kedai Dim Sum Kampoeng-nya. Strategi usaha yang unik yang ia jalankan ini, kemudian menarik minat para calon pelaku usaha. Hingga, akhirnya, dibukalah kerja sama kemitraan

 

e-preneur.co. Dim sum adalah makanan kecil pendamping minum teh. Karena itu, biasanya disajikan pada saat sarapan atau menjelang makan siang.

Di negara asalnya (Cina, red.), dim sum sudah dibuat sejak ribuan tahun lampau dan memiliki sekitar 2.000 jenis. Tapi, kini, restoran-restoran besar hanya mampu menyajikan sekitar 100an jenis.

Di Indonesia, dim sum dikenal melalui siomay, bakpao, pangsit rebus, dan sebagainya. Sama halnya dengan di Cina dan Hong Kong, dim sum di Indonesia juga dijadikan makanan kecil, tapi bukan sebagai menu pendamping sarapan.

Bahkan, beberapa restoran justru menjadikannya menu pembuka makan malam. Sementara di tangan Okki Ariana Muslihat, dim sum justru dijadikan menu utama.

Pria ini membuka kedai khusus dim sum. Sebab, ia melihat dim sum semakin lama semakin populer, tapi harganya tidak sesuai kantong.

“Restoran yang menyajikan dim sum itu banyak, namun harganya lumayan mahal. Saya mencoba mengambil kesempatan dengan menghadirkan dim sum berkualitas, dengan harga relatif murah,” jelas Okki.

Untuk menghilangkan kesan kalau dim sum itu mahal, ia juga mendesain interior kedainya seperti saung dari bambu. “Restoran yang terkesan mewah, akan menimbulkan penafsiran jika harga jual dim sum-nya mahal,” tambahnya. Kiat ini, ternyata cukup ampuh untuk meyakinkan konsumennya.

Berkualitas dan harga relatif murah

Dim Sum Kampoeng, begitu Okki menamai kedainya, hanya menyediakan sekitar 20 jenis dim sum yang notabene sudah sesuai dengan selera orang-orang Indonesia. Meski begitu, Okki tetap menghadirkan modifikasi yang unik.

Beberapa jenis dim sum-nya tidak disajikan dalam kukusan bambu, melainkan dipanggang layaknya steak dan diletakkan di hot plate. “Inovasi ini saya sebut Dim Sum Bakar dan cukup banyak peminatnya,” jelasnya.

Satu hal lagi yang diperhatikan Okki yaitu kehalalan dim sum-nya. Mengingat, kudapan dari Negara Tirai Bambu itu lekat dengan bahan baku yang berasal dari daging babi.

“Dengan kondisi negara kita yang mayoritas penduduknya beragama Islam, kehalalan dim sum saya memang banyak yang mempertanyakan. Tapi, saya terbuka untuk hal ini. Dim sum saya berisi daging ayam dan udang,” ungkapnya.

Untuk lebih meyakinkan konsumen, ia membuat konsep open kitchen. Sehingga, mudah terlihat dari area konsumen bersantap.

Keberhasilannya menciptakan konsep unik ini, menarik minat para calon pelaku usaha untuk menggeluti bidang usaha yang sama. Namun, Okki yang membuka Dim Sum Kampoeng pada tahun 2009, belum mau sepenuhnya mewaralabakan usahanya.

Ia lebih memilih konsep kemitraan. Mengingat, aturan dalam sistem kemitraan tidak serumit dalam waralaba. Meski begitu, ia tetap menjamin kelangsungan hidup usaha milik mitra.

“Ditinjau dari sisi brand dan kualitas produk, saya cukup yakin. Sebab, sebelum usaha ini resmi berjalan, saya sudah melakukan riset dan pentrasi pasar terhadap produk ini. Jadi, saya yakin konsumen sudah cukup mengenal Dim Sum Kampoeng,” pungkasnya. Apalagi, Dim Sum Kampoeng yang berlokasi di Jalan Pajajaran, Bogor, itu sudah masuk dalam jajaran direktori kuliner Kota Hujan itu.

Check Also

“Naik Kelas” dengan Mengganti Gerobak Dorong dengan Outlet Permanen Berkonsep Restoran

Bakmi Gila Usaha kakilima banyak diminati para pelaku usaha. Selain itu, konsep PKL mempunyai potensi …