Home / Inovasi / Bisa untuk Membungkus Alquran, Yassin, Injil, dan Buku

Bisa untuk Membungkus Alquran, Yassin, Injil, dan Buku

Sampul Alquran

(Nana Collection)

 

Selama ini, kitab suci, terutama Alquran, dilindungi oleh sampul yang terbuat dari berbagai bahan. Tergantung, kreativitas pembuatnya, Namun, Nana membuat Sampul Alquran berbeda dari yang lain yakni dari kain. Sehingga, mudah dicuci. Di samping itu, sampul ini juga dapat digunakan untuk membungkus buku, bahkan Injil atau Bible

 

e-preneur.co. Agar tampil menarik, seseorang tidak hanya harus memakai baju yang bagus, tapi juga serasi dengan aksesori yang dikenakannya. Sekali pun, untuk mendatangi acara keagamaan seperti ke pengajian.

Atas dasar ini, para wanita yang datang ke pengajian sebisa mungkin mengenakan busana muslimah yang matching dengan kerudung, tas, sepatu atau sandal, serta perlengkapan salat, seperti mukena, sajadah, dan…sampul Alquran. Pada satu sisi, sampul Alquran kemudian menjadi bagian dari gaya berbusana sebagian muslimat Ibukota. Di sisi lain, sampul yang cantik cenderung akan memotivasi pemiliknya untuk rajin membaca Alquran setiap hari, bukan?

Seperti kita ketahui, selama ini, kitab suci umat Islam ini dilindungi oleh sampul yang terbuat dari bermacam-macam bahan, sebagai hasil berbagai modifikasi. Tapi, karena terlalu sering dibaca, sampul tersebut rusak atau setidaknya berubah menjadi kumal. Apalagi, sebagian dari sampul-sampul tersebut terbuat dari bahan atau hiasan yang tidak memungkinkan untuk dicuci.

Di sisi lain, beberapa sampul Alquran terlihat sangat sederhana dan minimalis. Sehingga, tidak sedap dipandang, misalnya berwarna putih polos atau berhiaskan bordir dengan satu warna benang (emas atau perak).

“Secara pribadi, saya tidak menyukai sampul semacam itu. Tahun 2001, saya berinisitaif membuat sampul Alquran dari bahan dan benang berwarna warni. Sehingga, terkesan cantik,” kata Noviera, pemilik butik Nana Collection. Ternyata, animonya bagus.

Awalnya, Nana, begitu dia disapa, membuat cover ini dari sisa-sisa bahan yang tidak terpakai. Karena itu, tidak ada modal khusus yang dia tanamkan di sini. Sekadar informasi, Nana Collection yang berdiri pada 1999 di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, merupakan bisnis yang bergerak dalam busana dan perlengkapan salat. Sampul Alquran hanya sebagian kecil dari bisnis ini.

Selanjutnya, dia mengombinasikan warna bahan dan benang sedemikian rupa. Sehingga, sampul yang terbuat dari kain satin dan sutera Thailand ini tampil manis. Sekadar informasi, penggunaan kedua kain tersebut, didasari pertimbangan bahwa kedua bahan tersebut kaku, sehingga gampang dibentuk. Selain itu, bersinar, sehingga menarik perhatian.

Sampul semacam ini mudah dibuat dan harga dapat ditekan sedemikian rupa, untuk menghindari kerugian

“Semula, saya menggunakan sampul ini untuk membungkus Alquran saya sendiri. Ketika saya membawanya kepengajian, ternyata teman-teman pengajian saya menyukainya,” kisahnya.

Dalam perkembangannya, orang-orang di luar komunitas pengajian yang dia ikuti juga tertarik untuk membeli dan memesannya. Bukan cuma itu, Nana yang rajin memasarkan dan mempromosikan produknya melalui berbagai bazar dan dari satu pengajian ke pengajian lain ini, juga menerima pesanan dari sebuah butik busana muslim di kawasan Kebayoran, Jakarta selatan.

Diaku Nana bahwa ide pembuatan cover ini bukan berasal dari dia. “Cover semacam ini sudah banyak yang membuat, tapi yang saya buat lain daripada yang lain. Sebab, yang terbuat dari kain, boleh dikata, baru saya yang membuatnya. Apalagi, sampul Alquran saya ini bisa dan mudah dicuci,” jelasnya.

Sampul Alquran ini mempunyai banyak ukuran, dari yang seukuran buku Yassin dan hanya berhiaskan bordir sederhana hingga seukuran Alquran ukuran besar dan dengan kombinasi bordiran penuh. Setiap bulan, dia dapat menjual 50–70 buah.

“Sebenarnya naik turunnya omset dan banyak sedikitnya sampul yang terjual tergantung ‘musim’. Dalam arti, bila sedang ‘musim’ haji, khususnya, atau peringatan meninggalnya seseorang ya banyak yang terjual atau pesanan meningkat. Tapi, sejauh ini, Alhamdulillah pesanan terus mengalir,” ujarnya.

Nana yang memiliki 10 karyawan ini, setiap harinya membuat setidaknya 10 sampul dengan berbagai ukuran baik untuk persediaan maupun pemesanan. Karena, setiap hari, dia rutin menerima pemesanan, setidaknya dua sampul. Untuk pemesanan minimal 50 buah, Nana bisa menyelesaikannya dalam tempo dua minggu.

Uniknya, sampul buatan dokter gigi ini bukan semata-mata untuk membungkus Alquran atau Yassin, melainkan juga buku pada umumnya. Bahkan, Injil atau Bible.

“Pada dasarnya, saya membuat sampul ini bukan cuma untuk Alquran, melainkan lebih tergantung pada pemesanan. Demikian pula, dengan ukurannya. Sedangkan, konsumennya bisa siapa saja. Yang jelas, mereka merupakan orang-orang yang menyukai benda-benda bagus dan cantik,” ucap Nana, yang pernah membuat sampul Alquran seukuran 50 cm x 35 cm.

Meski terbilang laris manis, Nana tidak berminat menaikkan harga produknya. “Saya tidak mikir untung rugi, tapi saya melakukan ini demi ibadah. Jadi, mudah-mudahan saya mendapat pahala dari bisnis ini,” kata wanita, yang produknya sudah merambah seluruh Jakarta dan Surabaya, serta berencana “melempar” produknya ke Malaysia dan Brunei Darussalam ini.

Sebenarnya, dia merasakan kenikmatan tersendiri, karena kreasinya disukai. Namun, mengingat bisnis ini sangat prospektif, dia ingin produsen lebih dulu mengetahui dan mengenal produknya daripada berpikir tentang laba rugi.

Pada dasarnya, Nana menambahkan, sampul semacam ini mudah dibuat dan harga dapat ditekan sedemikian rupa untuk menghindari kerugian. Tapi, mau tidak mau, kualitas akan sangat berkurang.

Bila semula, pelaku bisnis yang terjun dalam usaha ini masih bisa dihitung dengan jari, karena tidak mau rugi. Dalam perjalanannya, jumlah mereka semakin bertambah banyak, demikian pula hasil karya mereka.

Check Also

Cucian Bersih, Ekosistem Terjaga

Deterjen Minim Busa Isu ramah lingkungan membuat para pelaku usaha terus menggali ide untuk menciptakan …