Home / Celah / Meramaikan Pasar Camilan dengan Produk Inovatif

Meramaikan Pasar Camilan dengan Produk Inovatif

Stik Buah-buahan dan Sayur-Mayur

(C’Snack)

 

Kebiasaan ngemil, ternyata dianggap peluang usaha yang menggiurkan oleh para pelaku usaha. Termasuk oleh Silvi dan Amel, yang kala itu masih berstatus mahasiswi. Mereka berinovasi dengan membuat stik dari buah-buahan dan sayur-mayur. Tanpa waktu yang lama dan kendala yang berarti, C’Snack pun merambah hampir ke seluruh Indonesia

 

e-preneur.co. Menyantap makanan ringan atau ngemil merupakan hobi hampir semua orang. Kondisi ini, dianggap sebagai peluang oleh banyak pelaku usaha. Lantas, mereka pun beramai-ramai memproduksi aneka ragam camilan yang dapat dibeli di mana saja.

Silvi Vilanti Utami (Silvi) dan Amalia Juliana Monika Intan (Amel) pun tidak mau ketinggalan. Pada tahun 2011, mereka memproduksi camilan berupa stik buah-buahan dan stik sayur-mayur beraneka rasa.

Meski saat itu masih terbilang produk langka, keduanya optimis inovasi mereka bisa diterima pasar. Hingga, mereka pun berani memasarkannya dengan label C’Snack, yang merupakan kependekan dari Creative Snack.

C’Snack dibangun dengan modal patungan Rp100 ribu. Mengingat, waktu itu, mereka masih berstatus mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Uang sebanyak itu, menurut Silvi, tentu saja hanya cukup untuk membeli bahan baku. Itu pun, dalam jumlah terbatas. “Karena itu, untuk peralatannya, kami memakai yang ada di rumah,” kisahnya.

Hasilnya, 50 bungkus C’Snack yang langsung diserap pasar. Hal ini, membuat mereka semakin bersemangat untuk memproduksi dalam jumlah yang lebih banyak lagi. “Pemasukan yang terkumpul, kami gunakan untuk membeli peralatan,” timpal Amel.

Selanjutnya, mereka berpromosi melalui media sosial dan mengikuti berbagai pameran. Imbasnya, permintaan bukan hanya datang dari Bandung, melainkan juga Garut, Sukabumi, Jakarta, Bogor, Bekasi, dan Cirebon. Bahkan, hingga ke Lampung, Pangkal Pinang, dan Bali.

Dalam perjalanannya, mereka mampu memproduksi lebih dari 100 bungkus/hari dan memiliki beberapa tenaga kerja. Lebih dari semua itu, C’Snack mulai dikenal banyak orang. Sebab, selain berbentuk unik, camilan ini mempunyai warna seasli buah-buahan dan sayur-mayur yang menjadi bahan bakunya.

“C’Snack juga tidak menggunakan bahan pengawet,” ujar Silvi. Sehingga, tidak mengherankan, jika C’Snack mendapat penghargaan Peduli Gizi 2012 dari Pergizi Pangan. Di samping itu, juga telah mengantongi P-IRT (Produk Industri Rumah Tangga) dari Dinas Kesehatan setempat.

Juga cocok untuk hadiah, suvenir, atau parsel

Pada mulanya, C’Snack memiliki sekitar 12 varian, seperti Stik Sawi Hijau, Stik Wortel BBQ, Stik Daun Jeruk, Stik Kencur, Stik Kelapa, Stik Sereh, Stik Ubi Ungu, Stik Pisang, Stik Strawberry, Stik Sirsak, Stik Jambu Biji, dan Stik Cabe Rawit. Karena seleksi pasar, sekarang mengerucut menjadi enam varian yakni Stik Ubi Ungu dan Stik Jambu Biji yang berasa manis, lalu Stik Sawi Hijau dan Stik Wortel yang berasa gurih, serta Stik Daun Jeruk dan Stik Cabe Rawit. “Yang paling diminati generasi milenial yakni Stik Cabe Rawit. Dibuat dengan cabe rawit pilihan, sehingga rasanya bikin merem melek,” tambah Silvi, yang telah mempatenkan produknya.

Untuk kemasannya, C’Snack tidak menggunakan plastik bersablon agar warna stik yang menarik itu terlihat jelas. Kemasannya juga tidak hanya plastik, tapi ada juga yang berbentuk tabung, kotak karton, dan wadah plastik. “Karena kemasannya menarik, C’Snack juga cocok untuk hadiah, suvenir, atau parsel,” ucap Silvi, yang membangun usahanya di Jalan Sariwangi, Bandung.

Namun, laiknya sebuah usaha, apalagi dibangun dan dijalankan saat masih berstatus mahasiswa, tentu lebih penuh tantangan. Menurut Silvi, aktivitasnya sebagai mahasiswi yang padat, kadang membuatnya kurang fokus dalam menjalankan usaha.

Sementara dari sisi usaha, kadangkala tidak bisa memenuhi pesanan dari luar Jawa. Mengingat produk ini tidak menggunakan bahan pengawet, maka mereka tidak bisa membuat stok lebih banyak lagi. “Dalam proses pengiriman juga harus ekstra hati-hati agar produk tidak rusak,” ungkapnya.

Meski begitu, usaha ini mampu menambah pundi-pundi keuangan mereka. “Setidaknya, kami bisa membeli keperluan kami sendiri, meringankan ‘beban’ orang tua, dan membantu siapa pun yang membutuhkan,” pungkas Silvi, yang karena inovasi produk ini menjadi finalisYouth Business Competition.

Check Also

Banyak Peminatnya

Rental Portable Toilet Kehadiran toilet umum—terutama yang bersih, nyaman, wangi, dan sehat—menjadi salah satu kebutuhan …