Home / Inovasi / Untuk yang Ingin Makan Enak dan Tetap Sehat

Untuk yang Ingin Makan Enak dan Tetap Sehat

Bumbu Nasi Goreng Jawa Mas Pur

 

Lantaran rahasia dapur, belum pernah ada penjual nasi goreng yang juga menjual bumbunya. Berbeda dengan Mas Pur, yang menjual nasi goreng di garasi rumahnya, sekaligus menawarkan bumbu nasi goreng buatannya yang diberi nama Bumbu Nasi Goreng Jawa Mas Pur. Karena dinilai sehat dan lebih enak, masyarakat pun menanggapinya dengan bagus

 

e-preneur.co. Nasi goreng, yang kelezatannya sudah diakui dunia ini, dapat dijumpai dari tingkat kakilima hingga restoran, Dan, uniknya, sebanyak apa pun mereka yang menjual masakan asli Indonesia ini, tidak ada persaingan di antara mereka. Semuanya laku, semuanya mempunyai konsumen.

Hal itu, juga dialami Purnomo Aji yang membuka warung nasi goreng di garasi rumah Ibunya di Solo. Lantaran lokasi warung itu dekat dengan UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta), maka para mahasiswalah sebagian besar konsumennya. Dalam perjalanannya, masyarakat sekitar kampus juga ikut membeli nasi gorengnya.

Mengapa responnya begitu bagus? Ternyata, bumbu nasi gorengnya berupa bumbu matang alias bukan bumbu yang baru saja dibuat. Selain itu, bumbu tersebut menggunakan terasi, serta tanpa MSG, tambahan bahan pengawet, bahan perasa, dan bahan pewarna.

Imbasnya, banyak konsumen yang kemudian minta dibuatkan bumbu nasi goreng sehat (begitu istilahnya, red.) itu. Permintaan mereka dilayani Mas Pur, sapaan akrabnya, dengan seadanya.

Dalam arti, bumbu itu hanya dibungkus dalam kemasan plastik biasa berukuran ¼ kg dan dihargai Rp30 ribu. Selain itu―berkaitan dengan bahan-bahan untuk membuatnya―bumbu nasi goreng ini, cuma tahan tiga bulan dalam lemari pendingin atau satu bulan dalam suhu ruang.

Kemudian, karena satu dan lain hal, Mas Pur harus pindah ke Jakarta. Ia terpaksa menutup warungnya. Tapi, di Jakarta, ia membuka warung nasi goreng lagi di garasi rumahnya.

“Suatu hari, seorang teman mengajak saya mengikuti sebuah event. Di tempat tersebut, saya menjual lagi bumbu nasi goreng itu. Kali ini, sudah dalam kemasan botol plastik berukuran 200 gr dan berlabel. Saya menjualnya dengan harga Rp20 ribu. Tapi, belum ada respon yang bagus,” kisahnya.

 Tanpa MSG, serta tambahan bahan pengawet, bahan perasa, dan bahan pewarna

Tahun 2013, ia mengikuti sebuah event yang diselenggarakan sebuah komunitas. Ketika itu, ia berjualan lebih serius. Dalam arti, memperbaiki kemasan dan labelnya. Imbasnya, laku keras.

“Padahal, saya menjualnya dengan harga Rp25 ribu/200 gr,” tuturnya. Dalam ekspo yang berlangsung tiga hari itu, Mas Pur yang juga berjualan nasi goreng membawa lebih dari 100 botol, “Hampir 100% diserap konsumen,” tuturnya.

Bumbu Nasi Goreng Jawa Mas Pur, begitu nama produk ini, selain dijual secara langsung, juga dipasarkan secara online melalui kaskus, facebook, dan twitter. “Tidak ada minimal pembelian, tapi ongkos kirim ditanggung pembeli,” kata sarjana kehutanan dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, ini.

Produk yang sudah tersebar ke seluruh Jawa, Bali, Batam, Bukittinggi, dan Sulawesi ini mempunyai tiga varian yaitu Bumbu Nasi Goreng Jawa, Bumbu Nasi Goreng Cabe Hijau, dan Bumbu Nasi Goreng Anak. “Saya membuat Bumbu Nasi Goreng Anak, karena anak-anak masih rentan dengan zat-zat kimia,” jelas Mas Pur, yang menyasar orang-orang yang peduli kesehatan.

Namun, diakuinya, kapasitas produksinya masih terbatas. Sebab, semuanya masih ia kerjakan sendiri. Karena itu, ia memerlukan tenaga kerja, yang susah susah gampang untuk mendapatkannya. Di sisi lain, dengan fokus pada sistem pemasaran secara langsung dan online, ia juga merasa kesulitan menembus pasar-pasar tradisional dan moderen.

Meski begitu, Mas Pur yakin dengan prospek produknya. Sebab, Bumbu Nasi Goreng Jawa Mas Pur memang berbeda, bukan hanya sehat, melainkan belum ada penjual nasi goreng yang sekaligus menjual bumbunya yang notabene rahasia dapur. Dan, fakta telah menunjukkan bahwa usaha yang dibangun dengan modal Rp1,5 juta tersebut, mengalami peningkatan penjualan 100%.

Dalam perjalanannya, Mas Pur juga membuat Bumbu Nasi Goreng Jawa Mas Pur dalam bentuk sachet untuk mereka yang ingin icip-icip dulu. Bila Bumbu Nasi Goreng Jawa Mas Pur yang dikemas dalam botol plastik berukuran 200 gr bisa untuk delapan porsi, maka yang dalam bentuk sachet bisa untuk dua porsi. Sementara dalam penjualannya, cuma dapat dijumpai dalam pameran-pameran atau Pasar Organik.

Check Also

Cucian Bersih, Ekosistem Terjaga

Deterjen Minim Busa Isu ramah lingkungan membuat para pelaku usaha terus menggali ide untuk menciptakan …