Home / Inovasi / Membuat Proses Memasak Lebih Ringan

Membuat Proses Memasak Lebih Ringan

Sayuran Potong Siap Olah

(Fresh Cuts)

 

Wanita karir yang super sibuk, cenderung tidak pernah sempat menyiapkan masakan untuk keluarganya. Bahkan, untuk dirinya sendiri. Tapi, dengan hadirnya Fresh Cuts, kegiatan memasak mereka menjadi lebih cepat dan ringan

 

e-preneur.co. Persoalan utama Ibu Rumah Tangga yang juga berkarir di luar rumah yaitu waktu yang tidak cukup atau seimbang, antara mengurus suami dan anak-anak dengan mengurus diri sendiri dan pekerjaan kantornya. Sehingga, mereka selalu terburu-buru. Khususnya, dalam menyiapkan makanan.

PT Saung Mirwan, perusahaan agrobisnis yang terletak di Desa Sukamanah, Bogor, berusaha mengatasi kondisi itu dengan menyediakan Fresh Cuts. Yakni, sayuran dan sayuran buah dalam kemasan yang sudah dicuci bersih, dikupas, dan dipotong-potong sesuai kebutuhan.

Sebenarnya, Fresh Cuts merupakan peluang usaha yang tumbuh subur di Amerika Serikat dan negara-negara Barat lain, dalam beberapa puluh tahun terakhir ini. “Ide ini, lalu saya comot,” kata Tatang Hadinata.

Pemilik sekaligus Direktur PT Saung Mirwan ini, melihat betapa sibuknya para Ibu Rumah Tangga di Indonesia. Terutama, yang juga bekerja di luar rumah. Hingga, selalu terburu-buru saat menyiapkan makanan untuk suami dan anak-anak mereka.

“Lantas, sekitar tahun 2003−2004, saya menghadirkan Fresh Cuts ini. Sedemikian praktisnya Fresh Cuts. Sehingga, saat ingin mengolahnya ya tinggal dicemplung-cempungkan saja ke dalam panci. Imbasnya, memasak menjadi lebih ringan,” lanjutnya.

Di samping itu, ia menambahkan, Fresh Cuts juga tidak meninggalkan sampah. “Jika Anda membeli sayur mayur, tentu tidak semuanya diolah. Mungkin, hanya setengahnya yang Anda gunakan. Sedangkan sisanya, disimpan atau terpaksa dibuang dan menjadi sampah. Karena, pada umumnya, sayuran mentah mudah busuk,” jelasnya.

Karena itu, Fresh Cuts yang terdiri dari lettuce, brokoli, buncis, kembang kol, wortel, serta cauli flower, dan shallot yang dikemas dengan berat 200 gr, hanya sekali pakai. “Kalau cuma setengahnya yang mau digunakan, sisanya harus disimpan dalam lemari pendingin (refrigerator). Jangan pernah mencoba menggunakan Fresh Cuts, bila tidak memiliki lemari pendingin!” tegasnya.

Sebab, Fresh Cuts yang tidak memakai bahan pengawet ini, akan hilang kesegarannya. Bahkan, busuk dalam tempo sehari saja. Sebaliknya, dengan refrigerator, Fresh Cuts mampu bertahan hingga tujuh hari.

Sangat praktis

Fresh Cuts juga tidak perlu dicuci. Dalam arti, begitu sampai ke tangan konsumen, dapat langsung disajikan. “Contohnya, sayuran yang mengisi burger-nya McDonald’s atau Burger King,” ujarnya.

Sayangnya, Fresh Cuts hanya dapat dijumpai di Jakarta dan dibeli melalui para mitra PT Saung Mirwan, seperti Hero, Carrefour, Matahari, dan sebagainya. Selain itu, Fresh Cuts tidak diminati para Ibu Rumah Tangga Indonesia. Karena, meski mereka selalu terburu-buru, tapi pada umumnya mereka memiliki pembantu rumah tangga, yang notabene akan membantu mereka dalam urusan masak-memasak.

Namun, tidak berarti kehadiran dan misi Fresh Cuts gagal total. Faktanya, produk ini sangat diminati oleh kalangan ekspatriat.

Sehubungan dengan itu dan juga karena Fresh Cuts menyasar pada masyarakat menengah ke atas, maka sayur-sayuran yang diminati masyarakat menengah ke bawah seperti kacang panjang, kangkung, caisim, dan lain-lain, tidak masuk dalam kategori ini. Demikian pula untuk yang bersifat mass product, semisal kentang.

“Sebab, kami pasti akan kalah bersaing dengan petani tradisional. Maklum, biaya operasional untuk produk ini sangat tinggi,” pungkas Tatang, yang berencana “melarikan” Fresh Cuts ke Asian market.

Check Also

Cucian Bersih, Ekosistem Terjaga

Deterjen Minim Busa Isu ramah lingkungan membuat para pelaku usaha terus menggali ide untuk menciptakan …