Home / Agro Bisnis / Lebih Banyak Mendatangkan Hasil

Lebih Banyak Mendatangkan Hasil

Pembibitan Cengkeh Zanzibar

 

Pembibitan cengkeh lebih menguntungkan. Karena, tidak perlu menunggu musim panen untuk mendapatkan uang

 

e-preneur.co. Cengkeh merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia. Sebab, sebagai tanaman asli negeri ini, terutama di Kepulauan Banda, cengkeh bisa digunakan untuk banyak hal. Di antaranya, sebagai bahan campuran bumbu makanan, bahan baku minyak cengkeh, dan juga campuran rokok kretek.

Karena itu, tanaman ini dibudidayakan di berbagai pelosok wilayah Indonesia. Sehingga, penyebarannya merata.

Di Bumi Nusantara ini, terdapat tiga jenis cengkeh yang bisa dibudidayakan yaitu Cengkeh Zanzibar, Sikotok, dan Siputih. Ketiganya, menurut Tiono, salah seorang petani dan pembibit cengkeh dari Ngebel, Ponorogo, Jawa Timur, memiliki perbedaan dan keunggulan masing-masing.

“Saat ini, yang paling banyak dibudidayakan yakni Cengkeh Zanzibar dan Siputih, yang memang merupakan cengkeh asli Indonesia dan sudah turun temurun,” ungkap Tiono, yang sudah puluhan tahun menjadi petani cengkeh dan penjual bibit cengkeh berkualitas.

Terutama, ia melanjutkan, Cengkeh Zanzibar yang produktivitasnya sangat tinggi. Bahkan, pada panen pertama, jika dirawat dengan baik, pohon cengkeh ini bisa menghasilkan panen yang bagus yakni sekitar 0,5 kg cengkeh basah per pohon.

Sedangkan Cengkeh Siputih atau Putih, memang kurang dalam produktivitas jika dibandingkan dengan Zanzibar. Tapi, jenis cengkeh ini tahan hama dan penyakit.

Tiono lebih fokus pada pembibitan, khususnya Cengkeh Zanzibar, dan menjualnya kepada petani cengkeh di berbagai daerah. Sebab, pembibitan cengkeh lebih banyak mendatangkan hasil. Dalam arti, tidak perlu menunggu musim panen cengkeh untuk mendapatkan uang.

Untuk melakukan pembibitan, hal pertama yang mesti dilakukan yaitu mendapatkan biji atau benih cengkehnya terlebih dulu. “Selanjutnya, pilihlah biji cengkeh yang bagus yakni berwarna kuning muda hingga ungu kehitaman, tidak cacat, tidak berlendir, dan akan bersemai tepat tiga minggu. Untuk melakukan persemaian, biasanya saya menggunakan polibag kecil yang ditata di meja (bedengan),” jelasnya.

Setelah dua bulan, biji cengkeh tersebut akan tumbuh dan memiliki 4–7 helai daun. Kemudian, tunas itu dipindahkan ke polibag. Tapi, jangan terlalu tergesa-gesa untuk segera menjualnya. Karena, untuk menghasilkan pohon Cengkeh Zanzibar masih memerlukan beberapa tahapan lagi.

Tidak perlu menunggu musim panen cengkeh untuk memperoleh uang

Sebelum dijual ke pasar, bibit cengkeh ini akan diseleksi oleh Tiono. Ia akan memilih bibit cengkeh dengan daun berwarna hijau hingga hijau mengkilap. Untuk bibit yang ada bercak di permukaan daun, akan segera ia ambil untuk dikarantina.

Untuk penyemaian bibit cengkeh ini, Tiono tidak menggunakan pupuk kimia. Ia hanya mencampur media dengan kompos. Jika tanah kelihatan kering, ia hanya akan memberi air.

“Bagi bibit yang lolos seleksi, akan saya pindah ke polibag yang lebih besar untuk kemudian dirawat 1–2 musim. Saat berumur dua musim, bibit cengkeh tersebut akan memiliki tinggi sekitar 60 cm,” ujar pria, yang juga memiliki ladang bibit cengkeh di dekat Telaga Ngebel ini.

Jika sudah memiliki tinggi ideal untuk dijual, maka tidak ada salahnya untuk menyortir kembali agar bibit Cengkeh Zanzibar yang sampai ke tangan konsumen, benar-benar bibit yang berkualitas. Bibit yang bagus dan siap tanam, pada umumnya memiliki tinggi sekitar 40 cm–80 cm, sehat, tidak diserang penyakit, dan tidak kekurangan unsur hara. Selain itu, memiliki akar tunggang yang lurus dan sehat, serta batang yang tumbuh tunggal dan juga sehat.

Agar kelak mendapatkan pohon cengkeh yang berkualitas, Tiono biasanya melakukan beberapa perawatan rutin. Seperti, penyiraman dan penggemburan tanah di polibag. Lalu, setelah berumur lebih dari empat bulan dilakukan pemupukan dengan NPK dan kompos.

Selain melakukan penyemaian dan pembibitan sendiri, Tiono juga kerap mencari bibit cengkeh liar hingga ke hutan-hutan. Jika sudah menemukan targetnya, ia akan mengambil bibit cengkeh beserta tanahnya atau di-deder. “Cengkeh yang tumbuh tidak sengaja di hutan atau di bawah pohon-pohon cengkeh memiliki daya tahan yang bagus, ketika langsung ditanam di perkebunan,” tambahnya.

Untuk pemasaran, Tiono tidak risau. Sebab, hampir sebagian petani cengkeh di wilayah Ngebel, mengetahui tentang pembibitan yang ia lakukan. Hampir tiap hari, selalu ada orang yang datang untuk membeli bibit cengkehnya.

Mereka membeli 1–10 bibit untuk menyulam perkebunan cengkeh. Tapi, tidak sedikit yang datang memborong bibit cengkehnya. “Untuk omset yang dihasilkan dari pembibitan Cengkeh Zanzibar, Alhamdulillah cukup untuk saya dan keluarga,” ucapnya.

Meski begitu, dalam proses pembibitan, Tiono masih kerap menemukan beberapa kendala. Pertama, pohon cengkeh sangat rentan layu, jika tidak dirawat dengan benar atau posisi bibit terkena cahaya matahari langsung. Kedua, rayap.

Untuk mengantisipasi kendala pertama, Tiono menyemprot bibit cengkeh tersebut dengan air. Selain itu, bibit cengkeh diberi naungan berupa paranet di atasnya agar cahaya matahari terserap. Untuk masalah rayap, ia menyemprot bibit cengkeh dengan pupuk cair organik.

“Selama lebih dari 10 tahun berkecimpung di pembibitan Cengkeh Zanzibar, Alhamdulillah saya belum pernah mendapat complaint dari konsumen. Karena, saya selalu memberikan bibit cengkeh yang berkualitas. Sehingga, ke depannya, mereka akan balik lagi membeli bibit di saya,” tutupnya.

Catatan:
  • Saat proses penyemaian, hindari pemberian pupuk yang berlebihan, cukup disemprot dengan air.
  • Pemupukan NPK dan kandang bisa dilakukan setelah penyemaian dan dipindahkan ke polibag yang lebih besar. Atau, ketika bibit cengkeh sudah berumur lebih dari 4–5 bulan.

Check Also

Menyehatkan Konsumennya, Menguntungkan Petaninya

Beras Hitam Organik Meski buruk rupa, tapi kaya manfaat kesehatan. Tidak mengherankan, bila peminat Beras …