Home / Celah / Peminatnya Masih Banyak

Peminatnya Masih Banyak

Angklung Buatan Tangan

(Rumah Angklung Abah Marwan)

 

Moderenisasi dalam dunia musik khususnya, tidak mampu menggeser keberadaan alat musik tradisional. Terbukti, Rumah Angklung milik Abah Marwan yang telah hadir sejak tahun 1970-an sampai sekarang masih ada dan menghasilkan angklung-angklung bukan hanya yang terbaik, melainkan juga berkualitas pementasan

 

e-preneur.co. Angklung merupakan alat musik yang secara tradisional muncul dan berkembang dalam Masyarakat Sunda. Alat musik ini, dibuat dari bambu. Sementara cara memainkannya yaitu dengan menggoyang-goyangkannya.

Adalah Rumah Angklung milik Abah Marwan, yang telah ada sejak tahun 1970-an dan hingga sekarang masih mampu menghasilkan angklung-angklung terbaik. “Berbeda dengan angklung buatan pabrik, angklung buatan tangan sangat menekankan pada harmonisasi nada yang selaras. Jadi, secara fungsi, angklung di tempat kami siap digunakan untuk pementasan. Sedangkan buatan pabrik, biasanya hanya menekankan pada penampilan luarnya saja,” ujar Abah Marwan.

Angklung buatan tangan salah satu pegiat kesenian sekaligus pengrajin angklung asal Pagerbatu, Ciamis, Jawa Barat, ini, konon, memiliki kualitas bahan terbaik. Sehingga, suara yang dihasilkan hampir sempurna.

Hal ini, menurut Abah Marwan, lantaran ia tidak asal-asalan dalam memilih bambu sebagai bahan baku utama pembuatan angklungnya. “Saya memakai bambu hitam (Bambu Wulung) dan bambu putih, yang telah berumur minimal empat tahun dan tidak lebih dari enam tahun. Sementara pemotongan bambunya dilakukan pada pukul 09.00–16.00,” jelasnya.

Namun, karena satu dan lain hal, Abah Marwan tidak lagi mencari bambu sendiri, melainkan memperolehnya dari para pemasok dari desa-desa di Ciamis dengan harga per batang sekitar Rp5 ribu–Rp6 ribu.

Setelah dipotong menjadi berbagai ukuran, sesuai ukuran angklung, bambu tersebut diangin-anginkan selama kurang lebih seminggu. Selama proses ini, bambu diusahakan tidak terlalu kering karena paparan sinar matahari atau basah karena terkena air hujan.

Potensi bisnis kerajinan angklung masih bagus

“Hujan dan hama merupakan kendala yang kerap menghantui para pengrajin angklung. Jika bambu terkena hujan, maka kualitasnya akan turun, nada yang dihasilkan otomatis juga tidak sesuai,” ungkapnya.

Sedangkan hama yang sering menyerang yakni rayap, akan menghancurkan isi dalam bambu. Sehingga, bambu pun cacat. Sementara terlalu lama dijemur, juga akan membuat bambu retak. Sehingga, cacat nada.

Pembuatan yang menekankan pada kedetilan produk, membuat kualitas angklung buah tangan Abah Marwan menjadi incaran berbagai sekolah. Selain itu, ia juga sering mendapat pesanan dari grup-grup calung atau komunitas kesenian yang ada di Jawa Barat. Bukan hanya itu, ia juga kerap mendapat job untuk menservis koleksi angklung milik sekolahan.

“Di Jawa Barat, kesenian angklung masih memiliki peminat yang tinggi. Di samping dijadikan kegiatan ekstrakulikuler di sekolah, kesenian angklung juga sering dipentaskan dalam acara-acara kebudayaan daerah. Hal inilah, yang membuat potensi bisnis kerajinan angklung masih bagus,” papar pensiunan guru SD (Sekolah Dasar) ini.

Untuk memesan angklungnya, Abah Marwan menyarankan agar dilakukan jauh-jauh hari. Sebab, untuk membuat angklung yang berkualitas, memerlukan waktu idealnya 1–3 bulan.

“Satu set angklung yang terdiri dari tiga oktaf dengan 37 nada itu membutuhkan waktu pembuatan tiga bulan. Sedangkan harganya, berkisar Rp6 jutaan,” ucap Abah Marwan, yang memberi garansi jika ternyata ada cacat produksi atau cacat nada.

Agar angklung ini awet, ia memberikan tips cara merawat dan menyimpannya. Yakni, begitu angklung tiba di tempat pemesan, harus segera dibuka dan digantungkan pada tiang standar yang telah disediakan.

“Sebab, penyimpanan yang terlalu lama di dalam kardus atau tempat tertutup atau dengan cara ditumpuk akan mengakibatkan perubahan suara dan munculnya jamur pada bambu. Untuk itu, usahakan angklung selalu berada di tempat yang kering. Temperatur ideal untuk penyimpanan angklung yakni 25°C– 33°C,” pungkasnya.

Check Also

Banyak Peminatnya

Rental Portable Toilet Kehadiran toilet umum—terutama yang bersih, nyaman, wangi, dan sehat—menjadi salah satu kebutuhan …