Home / Senggang / Resto Area / Oleh-oleh Legendaris dari Mojokerto

Oleh-oleh Legendaris dari Mojokerto

Onde-onde Bo Liem

 

Saat mampir atau melewati Mojokerto, sempatkan singgah untuk membeli Onde-onde Bo Liem. Karena, membeli oleh-oleh khas yang satu ini sudah dianggap “kewajban”

 

e-preneur.co. Menjelang lebaran lalu, Rusdian Lubis, kontributor eksklusif e-preneur.co, mudik dari Jakarta ke Surabaya. Selain mudik, Yan, sapaan akrabnya, juga melakukan wisata kuliner hampir di setiap tempat yang disinggahi.

e-preneur.co menuliskan kembali ulasannya secara acak. Jika di edisi lalu e-preneur.co menuliskan pengalaman Yan ketika menyantap berbagai makanan berat, kali ini bercerita tentang makanan ringan atau camilan. Berikut, kisahnya tentang Onde-onde Bo Liem.

“Saya mampir ke Mojokerto dalam perjalanan ke Surabaya dari Solo via tol. Kuliner Mojokerto yang terkenal bukan makanan berat, melainkan Onde-onde Bo Liem,” tutur Yan.

Menurut sejarahnya, Yan melanjutkan, onde-onde berasal dari Tiongkok. Diperkirakan, kue ini sudah “menggelinding” sekitar 3.000 tahun silam atau saat Tiongkok diperintah oleh Dinasti Zhou (sumber lain menyebutkan Dinasti Tang, red.).

Onde-onde Bo Liem berbentuk padat bulat berisi, dengan kulit kuat liat. Jadi, tidak mudah penyok

Kala itu, camilan bernama asli ludeui atau jen deui ini merupakan makanan para tukang kayu dan tukang batu yang bekerja di istana. Selanjutnya, sekitar tahun 1.300‒1.500 Masehi atau waktu Laksamana Cheng Ho berlayar ke Nusantara, onde-onde turut dibawa Pedagang Tiongkok ke Tanah Air kita.

Awalnya, makanan ringan ini hanya berisi pasta gula merah. Tapi, di Indonesia, dimodifikasi dengan menambahi kacang hijau yang telah dilembutkan. Sehingga, rasanya lebih gurih.

Sementara usaha Onde-onde Bo Liem dibangun oleh Baba Bo Liem, sejak tahun 1929. Karena itu, lebih dikenal dengan sebutan Bo Liem. Meski, sekarang sudah dijalankan oleh keturunannya. Sehingga, memakai embel-embel “Jr”.

Selain itu, onde-onde ini juga dikenal lantaran berbentuk padat bulat berisi, dengan kulit kuat liat. Jadi, tidak mudah penyok, di samping bisa tahan hingga lima jam.

Sumber lain menyebutkan Onde-onde Bo Liem, meski tidak memakai bahan pengawet tambahan, mampu bertahan hingga 24 jam. Mengingat, onde-onde ini dibungkus satu per satu dengan plastik. Sehingga, tetap terjaga suhu dan higienitasnya.

Harga per kotak (isi 10, red.) Onde-onde Bo Liem ini Rp50 ribu. Sementara dalam satu kotak, terdiri dari aneka isian (original atau kacang hijau, keju, pisang, cokelat, dan durian).

Check Also

Ketika Para Perantau Kangen dengan Kampung Halamannya

Bubur Samin Bubur Samin bukanlah makanan tradisional Solo, tapi menjadi menu takjil yang ikonik di …