Home / Celah / Ada Nilai Lebih daripada Produk yang Sudah Ada di Pasaran

Ada Nilai Lebih daripada Produk yang Sudah Ada di Pasaran

Heejou Bags

 

Gembar-gembor kampanye Go Green membuka celah usaha bagi mereka yang berpikir. Salah satunya Nisa, yang mengusung tas berbahan kain dengan “merek” Heejou. Meski, produk semacam ini sudah banyak di pasaran, tapi Heejou mempunyai nilai lebih atau pembeda yang membuat jumlah pesaingnya kecil dan lebih mudah laku

 

e-preneur.co. Kampanye Go Green, ternyata dapat mengubah pola pikir seseorang. Setidaknya, itulah yang terjadi Nisa Rakhmania.

Pada mulanya, Nisa yang berasal dari keluarga guru, bercita-cita mempunyai sekolah sendiri. Untuk mengumpulkan modal, selepas diwisuda sebagai sarjana pertanian dari Institut Pertanian Bogor pada tahun 2007, ia bekerja pada sebuah kantor konsultan di Jakarta.

Namun, dalam perjalanannya, ia menyadari beratnya membangun sekolah sendiri jika hanya bermodalkan gaji karyawan. Akhirnya, ia memutuskan tidak bekerja lagi, setelah kontrak kerjanya pada perusahaan konsultan itu berakhir.

Ia memilih membangun usaha. Karena, menurutnya, dunia bisnis mampu mempercepat dan memperbesar jumlah penghasilan. Dunia bisnis dinilainya juga kecil risikonya.

Tahun 2009, dengan modal sekitar Rp50 juta yang dipinjam dari orang tuanya, ia membuka usaha pembuatan tas yang diberinya nama Heejou. “Saya ingin memproduksi produk yang tidak terlalu banyak di pasaran. Sementara pada saat itu, sedang digembar-gemborkan kampanye Go Green,” tutur Nisa.

Selain itu, ia sering melihat orang-orang yang sedang berbelanja ke pasar selalu dibawain tas plastik gede. “Lalu, terpikir untuk membuat tas yang bisa dipakai untuk belanja,” tambahnya.

Sementara sewaktu masih kuliah, ia juga sering melihat dosen atau mahasiswa memakai tas dokumen yang tidak bergaya sama sekali atau dikempit begitu saja. Padahal, tas merupakan bagian dari penampilan kita. “Dari itu semua, saya melihat adanya kebutuhan akan tas yang berukuran agak besar, tapi style-nya lucu dan harganya tidak terlalu mahal,” imbuhnya.

Selanjutnya, ia membuat tas dari bahan kanvas dan jins. Awalnya, sekadar tas belanja dengan desain gambar yang lucu. Sehingga, jika dipakai tidak malu-maluin.

“Seiring berjalannya waktu, orang-orang mulai bertanya apakah kami mempunyai model tas yang lain,” kisah kelahiran 14 Agustus 1984 ini. Karena permintaan makin banyak, Nisa dan karyawannya membuat sample-nya.

Ternyata, responnya makin lama makin bagus. “Akhirnya, kami menetapkan tas-tas tersebut bagian dari produk kami. Itu terjadi pada tahun 2010,” lanjutnya.

Model tas yang dimaksud yaitu tas sekolah, tas untuk main, tas santai untuk Ibu-ibu yang biasanya diisi mukena, dan sebagainya dengan berbagai macam bentuk dan karakter. Karakter yang dimaksudkan di sini yaitu imut dan girly. Seperti, yang biasa dipakai anak-anak SMP (Sekolah Menengah Pertama) dan SMA (Sekolah Menengah Atas).

Berukuran agak besar, style-nya “lucu”, dan harganya tidak terlalu mahal

Sementara untuk bentuknya, untuk tas sekolah saja, Heejou mempunyai banyak model. Misalnya tas ransel, terbagi menjadi yang ditutup dengan cara diserut dan ada juga yang memakai ritsleting.

“Untuk gambar atau hiasannya, kami menggunakan sketsa gambar yang kemudian kami aplikasikan pada bahan katun, direkatkan pada tas, dan diperkuat dengan bordir,” ungkapnya.

Untuk memasarkan Heejou, ia menggunakan sistem distributor dan keagenan. Sementara bagi konsumen yang berminat, bisa datang ke distributor atau agen Heejou yang berjumlah sekitar 20 orang yang tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Kalimantan, dan Makassar.

“Kami tidak made by order. Dengan dibantu oleh 23 pegawai, serta menggunakan lantai dua dan tiga dari ruko ini sebagai tempat berproduksi, kami berproduksi terus-menerus untuk memenuhi stok. Kami berproduksi sebanyak 750 pieces/minggu atau maksimal 3.000–3.500 pieces/bulan. Kalau permintaan sedang tidak banyak, kami menurunkan kapasitas produksi hingga 500 pieces/minggu,” katanya.

Dalam berbisnis, Nisa harus mengakui bahwa awal membangun bisnis itu lebih berat ketimbang ketika bisnis sudah berjalan. “Kalau belum menghasilkan uang belum bisa berhenti. Mengingat, harus ngegaji orang yang bekerja untuk kita. Apalagi, jika penjualan sedang tidak bagus, pegawai minta naik gaji, dan sebagainya. Itu stres tersendiri. Sehingga, harus berpikir bagaimana caranya agar penjualan bagus hingga bisa melanjutkan hidup kita dan juga orang lain,” paparnya.

Untuk mengatasi dan memecahkan masalah, ia sharing dengan teman-teman dan keluarganya. Di samping itu, ia juga bergabung dalam sebuah komunitas bisnis. “Di komunitas bisnis ini, saya bertemu dengan orang-orang yang bisa membantu mengatasi masalah bisnis saya. Komunitas bisnis itu, juga membantu meningkatkan omset dan membuat saya semakin lama semakin bisa menjalankan usaha,” tambahnya.

Sekarang, Heejou sudah berumur satu dekade dan (boleh dikata) telah dikategorikan sebagai produk yang unik. Sebab, packaging-nya pun yang terbuat dari bahan furing dan tile membuat orang yang membeli Heejou seperti beli satu dapat dua.

Selain itu, secara head to head, Heejou tidak memiliki pesaing. Sehingga, bisnis ini masih blue ocean. “Singkat kata, prospeknya masih cukup tinggi selama kita terus meng-update desain-desainnya,” tegasnya.

Target ke depan? “Membuka outlet. Selain itu, saya ingin menjadikan Heejou sebagai perusahaan produsen tas untuk wanita, anak-anak, dan aksesorinya,” pungkas Nisa, yang mampu membukukan omset ratusan juta per bulan.

Check Also

Banyak Peminatnya

Rental Portable Toilet Kehadiran toilet umum—terutama yang bersih, nyaman, wangi, dan sehat—menjadi salah satu kebutuhan …