Home / Agro Bisnis / Semakin Keriput, Semakin Lezat

Semakin Keriput, Semakin Lezat

Jeruk Nambangan

 

Ukurannya besar, warna daging buahnya merah muda dan menjadi merah hingga kejingga-jinggaan setelah tua, rasanya manis asam tapi tidak getir. Itulah Jeruk Nambangan, yang begitu panen langsung diserap pasar

 

e-preneur.co. Bila Anda berkunjung ke Surabaya, cobalah sempatkan untuk mampir ke supermarketnya atau memperhatikan dagangan yang dijajakan di sepanjang trotoar Kota Buaya itu. Dipastikan, di sana, Anda akan menemukan Jeruk Nambangan.

Bahkan, saking ngetopnya jeruk itu, varitas lain dengan beraninya menempeli diri mereka dengan “brand” Jeruk Nambangan “asli” Magetan (dan Madiun), hanya agar cepat laku terjual. Padahal, Nambangan hanyalah nama suatu desa di Madiun, Jawa Timur. Sementara Pohon Jeruknya, dapat ditanam di wilayah mana pun.

Dikatakan begitu, sebab, ketika menelusuri desa tersebut, Eko Sulistiyono, tidak menemukan satu pun petani atau lahan yang khusus ditanami pohon jeruk yang termasuk bagian dari jeruk besar (Citrus maxima Herr.) itu. Hal ini terjadi, konon, lantaran “saudara” dari Jeruk Bali, Jeruk Pamelo, dan sebagainya ini semakin merosot jumlahnya akibat perluasan kota.

Jeruk Nambangan memiliki kandungan gizi dan vitamin yang lebih baik daripada jeruk-jeruk besar yang lain, serta citarasanya khas

Bahkan, kini, sentra produksinya (yang dikenal dengan nama Adas Nambangan, red.) mulai bergeser ke Desa Sukomoro, Desa Tamanan, dan Desa Tambak Mas yang merupakan desa-desa di Magetan, Jawa Timur. Sementara Pohon-pohon Jeruknya, lebih banyak dijumpai di Ngawi dan Malang (Jawa Timur), serta Bali.

“Untuk menanam Jeruk Nambangan, yang penting daerahnya harus bersuhu sedang dan berada di lereng pegunungan. Lalu, bijinya disemaikan di tanah yang sebelumnya telah dipupuk. Jarak tanam masing-masing 4 m. Kemudian, disiram dengan air secukupnya, ditambahi pupuk kandang dan sedikit pupuk kimia,” kata Eko. Untuk memperoleh bijinya, dapat dibeli di toko atau outlet pertanian atau pembibitan di kota mana pun.

Waktu panennya, tergantung pada bagaimana cara menanamnya. “Dengan sistem cangkok, bisa dipanen pada umur satu tahun. Tapi, cara ini membuat usia pohon tidak tahan lama. Dengan sistem stek, bisa dipanen pada umur 4–5 tahun,” ujar petani Jeruk Nambangan dari Desa Baron, Magetan, ini.

Untuk satu pohon berumur lebih dari lima tahun, rata-rata dapat dipanen 20–25 buah dengan grade A–B dan 30–40 buah untuk all grade. “Pohon Jeruk Nambangan dapat bertahan hingga umur 30–40 tahun,” lanjutnya.

Sedangkan untuk perawatannya, sama seperti merawat tanaman jeruk lainnya. Meski begitu, seperti umumnya orang bercocok tanam, akan selalu dihadapkan pada berbagai kendala. “Bila musim panen bersamaan waktunya dengan musim hujan, rasa buah tidak seberapa manis dan daya tahannya pun tidak lama. Tapi, sejauh ini, kendala yang kami hadapi belum seberapa,” katanya.

Jeruk Nambangan, secara kasat mata, tidak berbeda dari jeruk-jeruk besar lainya. Tapi, setelah dikupas, akan terlihat perbedaan tajam antara jeruk yang termasuk jenis unggul ini dengan “saudara-saudaranya” yaitu kulitnya lebih tipis, warna daging buahnya merah muda dan menjadi merah hingga kejingga-jinggaan setelah tua, serta rasanya manis asam tapi tidak getir.

Di samping itu, jeruk yang mampu bertahan hingga tiga bulan ini, rasanya justru semakin enak dan segar bila kulitnya mulai agak keriput. Tapi, dengan catatan, disimpan pada suhu ruang dan tidak tepercik air. Apalagi, dicuci. Karena, kondisi itu dapat membuat daya tahan buah berkurang hingga tinggal 7–10 hari.

Eko dan keluarga besarnya menanam Jeruk Nambangan, selain ingin memanfaatkan lahan, juga melihat bahwa dibandingkan dengan jeruk-jeruk lain, Jeruk Nambangan memiliki kandungan gizi dan vitamin yang lebih baik, serta citarasa yang khas. “Buktinya, jika musim panen, Jeruk Nambangan ini terjual cepat sekali,” pungkas Eko, yang mempunyai 605 Pohon Jeruk Nambangan yang ditanam dalam lahan seluas 1 ha.

 

Check Also

Menyehatkan Konsumennya, Menguntungkan Petaninya

Beras Hitam Organik Meski buruk rupa, tapi kaya manfaat kesehatan. Tidak mengherankan, bila peminat Beras …