Home / Senggang / Resto Area / Bumbu dan Sambalnya Berbeda dengan Masakan Lain

Bumbu dan Sambalnya Berbeda dengan Masakan Lain

Nasi Boran

 

Dapat dijumpai di hampir setiap sudut Kota Lamongan dan disukai bukan hanya oleh penduduk setempat, melainkan juga dari luar kota. Itulah Nasi Boran, salah satu kuliner khas Lamongan yang akan dipatenkan oleh Pemkab Lamongan

 

e-preneur.co. Menjelang lebaran lalu, Rusdian Lubis, kontributor eksklusif e-preneur.co, mudik dari Jakarta ke Surabaya. Selain mudik, Yan, sapaan akrabnya, juga melakukan wisata kuliner di hampir setiap tempat yang disinggahi.

e-preneur.co menuliskan kembali ulasannya secara acak. e-preneur.co memulainya dari Sego Boran atau Sego Boranan atau Nasi Boran, salah satu makanan khas Lamongan, Jawa Timur.

Pagi itu, sekitar Alun-alun Lamongan, dipenuhi penjual Nasi Boran. Hal ini tidak mengherankan, sebab, sebagai racikan nasi khas Lamongan, Nasi Boran memang dapat dijumpai hampir di setiap sudut kota ini.

Meski jumlahnya terbilang sangat banyak, tapi setiap penjual Nasi Boran menawarkan kualitas dan cita rasa masing-masing. Keunggulan atau pembeda itu, ada pada kualitas nasi yang digunakan dan rasa sambalnya.

Boran, menurut salah seorang penjual Nasi Boran, berarti wadah nasi yang terbuat dari anyaman bambu. Sementara Nasi Boran itu sendiri serupa dengan nasi pecel sayur, yang kemudian ditambahi bumbu urapan, sambal, dan selanjutnya dilumuri bumbu kuah yang pedas.

Kalau lauknya cuma telur dadar, harga per porsi Nasi Boran cukup Rp5.000,- saja. Tapi, kalau Ikan Sili yang dipilih sebagai lauknya, harga per porsi bisa sampai Rp25.000,-!

Sementara lauknya berupa telur asin, jeroan ayam, ayam goreng, udang, tempe, tahu, telur ceplok, telur dadar, sate uritan (calon telur yang gagal berkembang, red.), Ikan Bandeng, Ikan Kutuk, pletuk (kacang dan remahan nasi aking yang digoreng, red.), Ikan Sili, empuk (tepung yang digoreng, red.), dan rempeyek kacang atau teri. Selanjutnya, Nasi Boran disajikan dengan wadah beralaskan atau dibungkus daun pisang.

Harga per porsi Nasi Boran ditentukan oleh lauk yang dipilih. Contoh, bila hanya berlaukkan telur dadar, maka harga per porsi Nasi Boran Rp5.000,- saja. Sedangkan jika yang pilih Ikan Sili, maka harga per porsi bisa sampai Rp25.000,-! Harga itu, masih tergantung pada besar kecilnya ukuran ikan.

Mengingat, Ikan Sili merupakan ikan musiman alias susah didapat di pasar. “Ya, Ikan Sili yang legendaris itu tidak saya jumpai pagi ini di pasar ikan. Kalau pun ada, harganya mencapai Rp300.000,-/kg! Saya kuatir ikan ini mulai punah,” kata Yan.

Sekadar info, Ikan Sili biasanya dimanfaatkan sebagai ikan hias dan ikan konsumsi. Lantaran, sampai saat ini, ikan ini belum dapat dibudidayakan. Sebab itu, bisa dimaklumi bila ikan yang memiliki spesies yang beragam ini populasinya secara alamiah semakin terancam, selain juga karena adanya aktivitas antropogenik (pencemaran karena ulah manusia, red.).

Check Also

Ketika Para Perantau Kangen dengan Kampung Halamannya

Bubur Samin Bubur Samin bukanlah makanan tradisional Solo, tapi menjadi menu takjil yang ikonik di …