Home / Celah / Pasarnya Masih Sangat Terbuka

Pasarnya Masih Sangat Terbuka

Angkringan Onthel

 

Bisnis angkringan kagak ade matinye. Termasuk, ketika dibuka di Batam. Hal itu sudah dibuktikan Budhe Sri dan Pakdhe Yo, dengan Angkringan Onthel-nya yang selalu kebanjiran pengunjung

 

e-preneur.co. Banyak orang berpikir bahwa memasak hanyalah kemampuan yang biasa-biasa saja. Sama sekali tidak terlintas, jika kemampuan yang biasanya dimiliki kaum hawa ini mampu menciptakan sebuah bisnis yang sangat prospektif di Batam, khususnya. Setidaknya, hal ini sudah dibuktikan oleh Sri Parwati.

Sang suami, Yohanes Sutrisno, memiliki hobi pit-pitan (Jawa: bersepeda, red.) onthel. Saking hobinya, Pakdhe Yo, begitu ia biasa disapa, berangkat kerja pun menggunakan sepeda itu.

Pada awalnya, ia hanya sendirian. Tapi, dalam perkembangannya, ia mempunyai banyak “pengikut”. Akhirnya, menjadi semacam perkumpulan yang sering ngonthel ke mana-mana. “Untuk itu, saya sering membekalinya dengan tahu bacem, tempe bacem, dan makanan-makanan Jawa lainnya,” kisah Budhe Sri, sapaan akrabnya.

Dari situ, ia melanjutkan, ada yang nyeletuk mengapa tidak membuka warung saja. “Sebenarnya, saya juga sudah kepikiran, tapi belum berani mewujudkannya. Sebab, saat itu, saya masih bekerja di sebuah perusahaan dan merasa nyaman dengan pekerjaan saya,” tuturnya.

Namun, pemikiran itu berubah, ketika tempatnya bekerja semakin lama semakin mengalami penurunan. Hingga, akhirnya ditutup dan para karyawannya di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).

Setelah di-PHK, Budhe Sri pun membuka usaha katering. Tapi, masih sebatas untuk teman-teman.

“Lalu, saya bertanya kepada suami bagaimana kalau membuka warung saja. Karena, melamar kerja ke sana kemari sudah tidak mungkin diterima. Suami pun mengizinkan. Selanjutnya, kami memikirkan warung apa yang akan kami jalankan. Pilihannya, makanan tradisional. Mengingat, baceman saya dinilai enak oleh suami,” lanjut sarjana D-3 akuntasi dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, ini.

Pada pertengahan tahun 2010, di Batam sedang tren berjualan secara angkringan. Akhirnya, pasangan suami istri ini memutuskan membuka angkringan di Ruko (rumah toko) Trafalgar, Perum Duta Mas, Batam Center, dengan gerobak yang dibuat sendiri oleh Pakdhe Yo, guna penghematan.

Pasar bisnis angkringan di Batam masih sangat luas

Sesuai dengan kesepakatan, untuk makanannya, yang pertama kali disajikan oleh usaha yang kemudian diberi nama Angkringan Onthel ini yaitu baceman tempe, tahu, daging ayam, kepala ayam, ceker, dan jeroan ayam, serta nasi kucing yang terbagi menjadi tiga macam yaitu bandeng, teri, dan tempe. Saat itu, makanan-makanan itu hanya dibanderol Rp1.000,-.

Dalam perkembangannya, ketika konsumen mulai berdatangan, berdasarkan usul mereka, menu pun bertambah dengan gorengan, sate telur puyuh, sate sosis, sate usus, nasi goreng, mie goreng, dan sebagainya hingga di tahun 2012 juga muncul menu gudeg.

Sementara untuk minumannya, pada awalnya hanya teh yang didatangkan langsung dari Yogyakarta. Dalam perjalanannya, juga menyediakan wedang jahe, jaguar (jahe gula aren), wedang uwuh, sorgem (soda gembira), dan wedang tape susu. Minuman-minuman ini, pada awalnya cuma dibanderol dengan harga Rp2.000,-.

Masyarakat asli Batam, pada mulanya menanggapi dengan terheran-heran. Mengingat, angkringan merupakan sesuatu yang awam bagi mereka.

Berbeda dengan masyarakat perantauan dari Jawa, yang langsung menanggapi dengan antusias. Apalagi, lokasinya enak untuk nongkrong.

Dalam arti, tidak berdebu dan aman bagi anak-anak lantaran lalu-lalang kendarang terbilang jarang. Akhirnya, tempat ini pun berubah menjadi seperti alun-alun di mana setiap malam orang-orang beramai-ramai mendatanginya,

“Akhirnya, lokasi yang enak inilah yang lebih kami tonjolkan ketimbang makanan yang disajikan. Singkat kata, kami menjual suasana,” ujarnya. Imbasnya, dari satu gerobak dengan beberapa dingklik (Jawa: bangku pendek untuk duduk, red.) menjadi banyak meja kayu pendek beralaskan tikar, layaknya tempat makan lesehan.

Namun, meski lokasi sudah nyaman, Budhe Sri masih harus berupaya mendongkrak pemasukan, khususnya jika kondisi sedang sepi. Untuk itu, kelahiran Yogyakarta, 27 Juni 1964 ini menggunakan handphone untuk meng-SMS (Short Message Service) orang-orang agar mau datang berkunjung atau memesan.

Khusus untuk memesan, hanya diberlakukan kepada para tetangga yang tinggal di Duta Mas. Pesanan mereka diantarkan tanpa ongkos kirim.

“Selain itu, kami menyediakan live music dengan menggandeng para pengamen atau anak-anak jalanan dan memasang layar lebar untuk nonton bareng pertandingan sepak bola,” tambahnya.

Tapi, ketika kondisi cuaca sedang tidak bersahabat, hujan misalnya, mereka sama sekali tidak dapat mengatasinya. Sebab, pengelola ruko tidak mengizinkan mereka mendirikan tenda, misalnya, mengingat tidak sedap dipandang. “Sehingga, kami terpaksa menutup dagangan lebih cepat daripada biasanya,” ucapnya.

Di luar itu, masalah demo. Meski mungkin hanya demo biasa, tapi imbasnya bisa luar biasa. Karena, membuat jalanan macet parah. Sehingga, mempersulit orang-orang mendatangi angkringan ini.

Di samping itu, kendala tenaga kerja di mana karyawan sering keluar masuk sesukanya atau keluar lalu membangun usaha sejenis, juga kendala kerja sama dengan pihak lain dan kendala tempat yang pas untuk membuka cabang. Sekadar informasi, Angkringan Onthel telah memiliki cabang yaitu di kawasan Dermaga Culinary Paradise, Sukajadi, Batam Center.

Namun, kadangkala, angkringan ini ramai dengan sendirinya ketika di-booking untuk acara ulang tahun atau acara-acara lain atau ketika kedatangan anak-anak yang tergabung dalam komunitas stand up comedy. Imbasnya, angkringan yang dipenuhi pengunjung mulai Jumat malam ini, sudah kehabisan makanan. Padahal, waktu baru menunjukkan sekitar jam 8–9 malam.

Jadi, bagaimana prospeknya? “Kalau kondisi aman, prospek bisnis angkringan itu bagus. Sebab, pasar bisnis angkringan di Batam masih sangat luas. Di sisi lain, setiap orang membutuhkan makan−minum, terutama dalam kondisi santai,” pungkas perempuan, yang mempekerjakan 20 karyawan ini.

Check Also

Banyak Peminatnya

Rental Portable Toilet Kehadiran toilet umum—terutama yang bersih, nyaman, wangi, dan sehat—menjadi salah satu kebutuhan …