Home / Inovasi / Teh Kesehatan Tidak Harus Pahit

Teh Kesehatan Tidak Harus Pahit

Gambung White Tea

 

Lantaran masih murni atau tanpa campuran apa pun, teh kesehatan memiliki rasa yang sangat pahit. Imbasnya, tidak banyak orang yang mau meminumnya. UD Karya Semesta berusaha mengatasi “kendala” ini, dengan memproduksi teh putih yang dikenal paling pahit rasanya menjadi teh putih yang memiliki rasa seperti teh campuran (teh wangi)

 

e-preneur.co. Seperti kita ketahui, teh bukan sekadar minuman, melainkan juga mengandung kadar antioksidan yang tinggi, yang mampu menangkal masuknya radikal bebas ke dalam tubuh. Karena itu, tidak mengherankan bila teh digolongkan dalam minuman kesehatan. Terutama, yang masih murni atau tanpa campuran apa pun.

Dalam “dunia” teh terdapat teh hitam, teh hijau, teh oolong, dan teh putih. Keempat jenis teh ini mempunyai rasa yang sangat pahit. Mengingat, kadar katekinnya terbilang tinggi.

Katekin adalah salah satu unsur turunan dari polyphenol, yang mengandung kadar antioksidan yang tinggi. Semakin tinggi kadar katekinnya, maka akan semakin pahit rasa tehnya. Sebab, katekin juga berperan penting dalam menentukan aroma dan rasa. Sementara dari sudut kesehatan, semakin tinggi katekinnya berarti semakin berkhasiat kesehatan.

Namun, tidak semua orang mau meminum teh dengan rasa pahit atau sepet. Untuk mengatasinya, mereka mencampurinya dengan aroma wangi yang berasal dari bunga melati kering. Atau, dari aroma lain seperti mawar, chamomile, atau buah leci.

Dengan rasa yang sudah bisa diterima lidah, UD Karya Semesta berharap Gambung White Tea akan digemari

UD Karya Semesta, sebuah pabrik teh lokal di Jawa Timur, mempunyai cara lain untuk mengatasi rasa pahit pada teh. Khususnya, pada teh putih yang memang sedang digandrungi kala itu. Pabrik tersebut, menciptakan teh putih dengan aroma dan rasa yang lebih bisa diterima lidah orang-orang Indonesia, tanpa mengurangi khasiatnya.

“Teh putih dikenal mempunyai kandungan katekin paling tinggi. Untuk mengatasi hal ini sekaligus menghasilkan kualitas terbaik, kami memproduksi teh putih dari kuncup daun. Mengingat, dalam bentuk kuncup, ia terlindung dari sinar matahari yang menghalangi pembentukan klorofil. Selain itu, ia juga mengalami proses oksidasi yang sangat singkat,” jelas Purwanto, Direktur Operasional UD Karya Semesta, perusahaan yang memproduksi teh putih bermerek Gambung Tea.

Sekadar informasi, kuncup merupakan bagian dari pucuk daun. “Berbeda dengan kuncup, daun yang sudah mekar akan lebih banyak terpapar sinar matahari. Sehingga, akan menyerap lebih banyak air untuk melindungi dirinya. Imbasnya, klorofilnya semakin banyak yang hilang,” lanjutnya.

Singkat kata, Gambung Tea memiliki rasa dan aroma yang lembut dan hampir tidak ada rasa pahitnya. Selain itu, khasiat tehnya lebih besar ketimbang teh-teh lain.

Ironisnya, kalau boleh dibilang begitu, teh putih diproduksi dalam jumlah yang lebih sedikit daripada jenis-jenis teh yang lain. Sehingga, harganya lebih mahal. Contoh, untuk ukuran 10 gr saja, teh putih dijual dengan harga minimal Rp25 ribu.

UD Karya Semesta sendiri hanya mampu memproduksi sekitar 200 kg/bulan. Kapasitas ini sangat kecil bila dibandingkan dengan kapasitas produksi jenis-jenis teh yang lain, yang mencapai lebih dari 500 kg/bulan. Apalagi, bila dibandingkan dengan kapasitas produksi pabrik teh yang sudah besar, yang mampu menghasilkan hingga ribuan kilogram.

“Sebab, proses pembuatannya memang sulit. Untuk memperoleh kuncup teh yang bagus juga tidak bisa dalam waktu singkat. Selain itu, pasokan bahan baku hanya dari perkebunan teh milik keluarga di Malang dan Blitar,” paparnya.

Meski begitu, Purwanto melanjutkan, UD Karya Semesta berani menjamin kualitas dan kebersihan produknya. Urusan perizinan, yang menyangkut kehalalan dan uji klinis dari pihak-pihak terkait, sudah dikantongi. Perusahaan ini hanya perlu mengedukasi pasar, yang belum mengenal khasiat teh putih.

“Kami mencurahkan segala daya dan pikiran, untuk mengedukasi masyarakat Indonesia bahwa teh putih memiliki khasiat yang sama dengan teh-teh yang lain. Bahkan, lebih tinggi manfaatnya bagi tubuh,” ujarnya,

UD Karya Semesta, ia menambahkan, juga optimis prospek bisnis teh putih ini menjanjikan. Mengingat, meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan, mendorong mereka untuk mengonsumsi teh putih lebih banyak.

“Dengan rasa yang sudah bisa diterima lidah, saya pikir teh ini akan banyak penggemarnya. Lagipula, masyarakat kita mulai mengerti arti pentingnya kesehatan,” ucapnya.

Selain menggarap pasar lokal, UD Karya Semesta juga memasarkan Gambung Tea ke Malaysia, Rusia, dan Jerman. Di ketiga negara itu, teh putih sudah sangat dikenal. Tapi, khusus untuk pasar internasional, perusahaan ini tidak menjualnya dalam bentuk kemasan kecil, melainkan dalam bentuk kiloan.

Imbasnya, perusahaan yang berdiri pada tahun 2007 dan semula hanya ingin menyalurkan hasil kebun milik keluarga ini, kini mampu membukukan omset rata-rata Rp1,5 milyar/tahun. Bukan cuma itu, UD Karya Semesta juga memproduksi teh hijau dan teh hitam, serta kopi lanang.

Check Also

Cucian Bersih, Ekosistem Terjaga

Deterjen Minim Busa Isu ramah lingkungan membuat para pelaku usaha terus menggali ide untuk menciptakan …