Home / Agro Bisnis / Keuntungan Usahanya Optimal

Keuntungan Usahanya Optimal

Itik Laut

 

Selama ini kita hanya mengenal budidaya itik di darat. Padahal, itik yang dibudidayakan di laut atau pantai jauh lebih menguntungkan

 

e-preneur.co. Pernah melihat itik ngemil atau mengulum es batu? Kalau belum, Anda harus membudidayakan itik laut terlebih dulu. Sebab, dalam budidaya binatang yang daya tahan hidupnya lebih tinggi daripada ayam ini, ngemil “terpaksa” dilakukan untuk menekan biaya pangan.

Di sisi lain, mengulum es batu merupakan suatu bentuk pertolongan pertama, untuk menyelamatkan nyawa hewan yang juga disapa bebek ini, dari kematian mendadak lantaran memakan bangkai hewan.

Lalu, apa itu budidaya itik laut? “Budidaya itik laut yaitu itik darat yang dibudidayakan di wilayah pantai atau pinggiran laut, dengan menggunakan pola alamiah atau dibiarkan lepas begitu saja (Jawa: diumbar, red.). Tapi, tetap dalam batas-batas tertentu atau saat air laut surut. Sehingga, mereka dapat mencari makanan tambahan sendiri untuk meningkatkan produksi telur,” kata Sugiarto, mantan Kepala Dinas Peternakan Kota Pasuruan, Jawa Timur.

Usaha pemeliharaan itik ini, ia melanjutkan, memanfaatkan sumber daya pantai, yang merupakan penyedia pakan pendukung produksi dengan kandungan protein tinggi dan murah berupa sisa-sisa ikan dan biota laut yang telah mati, yang ditinggalkan kala air laut surut. Sehingga, diperoleh keuntungan usaha yang optimal. Sementara untuk komoditi utamanya, bisa menggunakan Itik Lumajang, Bali, Mojosari, Khaki, Champbel, dan sebagainya.

Dalam pengembangbiakan hewan yang berdaya telur 57,8% itu, Sugiarto menambahkan, Dinas Peternakan Kota Pasuruan menggunakan Itik Mojosari (Modopuro). Sebab, secara ekonomis, itik jenis ini jauh lebih menguntungkan daripada itik jenis lain.

Beternak itik (di) laut membuat biaya pakan lebih murah

“Dengan memperhatikan sifat dan karakteristiknya, Bebek Mojosari (Modopuro) dimungkinkan dibudidayakan di semua daerah di Indonesia, terutama yang berdataran rendah. Tapi, dalam budidaya itik (di) laut tidak harus selalu menggunakan itik ini, karena pertimbangan segi efisiensi, efektivitas, dan ekonomis,” jelas pria, bergelar insinyur dan magister manajemen ini.

Sebagai tambahan informasi, Itik Mojosari (Modopuro) merupakan jenis itik yang banyak dijumpai di Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Itik ini relatif lebih mudah didapat, murah, dan daya tahan hidupnya lebih tinggi daripada itik lain.

Untuk dapat dibudidayakan, binatang yang termasuk spesies burung dalam familia Anatidae ini harus diadaptasikan dengan habitat pantai terlebih dulu, dua minggu setelah mereka menetas.

Beternak itik (di) laut, menurut Sugiarto, memiliki sisi menguntungkan dan merugikan. Sisi menguntungkannya yaitu pertama, membuka lapangan kerja baru, khususnya para istri nelayan. Kedua, biaya pakan lebih murah dibandingkan dengan budidaya itik (di) darat. Contoh, jika seekor itik darat menghabiskan biaya Rp500,- sampai Rp700,- per hari, maka seekor itik laut hanya menelan biaya Rp100,- hingga Rp200,- setiap harinya.

Ketiga, kualitas telur yang relatif lebih baik dibandingkan dengan hasil budidaya itik (di) darat. “Warna kuning telurnya lebih kemerahan. Sehingga, tampilannya terkesan lebih menarik, sekaligus menunjukkan bahwa kandungan proteinnya lebih tinggi. Hal ini, disebabkan kebutuhan protein dan mineral itik pada saat berproduksi tercukupi,” ucapnya. Keempat, keuntungan dari hasil penjualan itik afkir.

Sedangkan sisi kerugiannya yaitu timbulnya angka kematian itik di usia muda. “Sebab, dengan sistem diumbar kemungkinan mereka memakan sampah atau bangkai hewan,” imbuhnya.

Budidaya itik (di) laut dapat dilakukan siapa pun, dengan syarat yang bersangkutan tinggal di daerah yang berpantai landai, memiliki cukup modal, serta mempunyai komitmen usaha yang kuat, rajin, dan jujur. Selain itu, sebisa mungkin menghindari kondisi bibit itik yang tidak seragam baik dari segi umur, jenis, ukuran, maupun asalnya. Karena, hal ini menyebabkan setiap perubahan yang terjadi (masa bertelur, masa rontok bulu, dan sebagainya) di kemudian hari, tidak dapat diperkirakan secara manajerial. Di samping itu, melakukan pemeriksaan dan pembersihan area gembala dari sampah dan bangkai binatang, sebelum binatang yang dijuluki burung air ini diumbar.

Saat diumbar, itik harus tetap dalam pengawasan penuh, untuk menghindarkan mereka dari gangguan pencuri atau binatang buas. Lebih dari itu semua, sediakan selalu air minum tawar dan bersih.

 

Catatan

Dalam budidaya itik (di) laut, terdapat dua modal yang harus ditanamkan. Pertama, modal investasi yang berfungsi untuk membiayai pembuatan kandang, pagar area gembala, tempat makan dan minum itik, fasilitas listrik, pompa air, serta bibit itik.

Kedua, modal produksi yang berfungsi untuk membeli bahan pakan itik dan membayar tenaga kerja, yang nilainya tergantung pada seberapa banyak itik yang akan dibudidayakan.

Contoh, bila ingin membudidayakan 650 ekor itik yang terdiri dari 10 ekor jantan dan 640 ekor betina, pakan yang diberikan sejak awal hingga itik-itik ini berumur tiga minggu berupa pakan jadi (buatan pabrik). Selanjutnya, diberi pakan campuran antara karak (kerupuk nasi, red.) dan bekatul dalam bentuk basah, hingga akhir masa reproduksi atau ketika hewan yang masih bersaudara dengan angsa itu berumur 14 bulan.

 

Check Also

Menyehatkan Konsumennya, Menguntungkan Petaninya

Beras Hitam Organik Meski buruk rupa, tapi kaya manfaat kesehatan. Tidak mengherankan, bila peminat Beras …