Home / Agro Bisnis / Anakan dan Indukan Sama-sama Laku Keras

Anakan dan Indukan Sama-sama Laku Keras

Love Bird

 

Tidak banyak burung yang mempunyai bulu-bulu indah, sekaligus kicauan merdu. Dari cuma yang segelintir itu, salah satunya yakni Love Bird. Imbasnya, harga jualnya tinggi, sekalipun masih anakan

 

e-preneur.co. Sepasang burung asyik bermesraan di sebuah kandang segiempat, yang terbuat dari kawat. Tingkah mereka yang lucu dan bulu-bulu mereka yang merupakan perpaduan antara warna biru, hijau, kuning, dan warna-warna cerah lain, mencuri perhatian setiap orang yang melihat.

Tidak mengherankan, jika pecinta burung yang dikenal sebagai Love Bird ini semakin lama semakin bertambah. Ya, pasar burung yang hanya setia dengan satu pasangan ini kembali naik daun, setelah sempat timbul tenggelam beberapa waktu lalu.

Permintaan anakan dan indukan burung ini terus meningkat di berbagai daerah. Hingga, Heri Arifin, salah satu peternak Love Bird dari Bantul, Yogyakarta, mengaku kewalahan memenuhi pasar Love Bird di daerahnya.

Menurut Heri, saat ini, permintaan Love Bird kembali naik. Lantaran, memelihara burung ini menjadi tren di tengah-tengah masyarakat. “Hal inilah, yang pada akhirnya membuat saya memutuskan untuk kembali mengembangbiakkan burung ini,” tutur Heri, saat ditemui di rumah sekaligus tempat pengembangbiakkan dan penjualan Love Bird-nya.

Love Bird memang memiliki daya tarik pada warna bulunya. Tapi, ternyata, bukan cuma itu yang membuat burung ini banyak dicari, melainkan juga karena Love Bird mempunyai kicauan khas.

Di samping itu, menurut Heri, berbeda dengan burung-burung kicauan lain yang memerlukan perawatan rutin dan ribet, perawatan Love Bird sangat mudah dan simpel. Meski begitu, para pecinta burung ini jangan menganggap remeh. 

“Cukup bersihkan kandangnya setiap beberapa hari sekali. Lalu, diangin-anginkan di udara terbuka. Sementara untuk makanan dan airnya, harus selalu diganti tiap hari. Untuk makanannya, bisa menggunakan biji kenari dan milat putih, jagung, kangkung, serta vitamin untuk warna bulunya. Bisa pula diberi makanan tambahan, seperti asinan dan tulang sotong untuk supply kalsium. Dengan perawatan seperti ini, maka Love Bird bisa bertahan hidup hingga 10 tahun,” ungkapnya.

Love Bird bukan hanya dapat “dinikmati” keindahan warnanya, melainkan juga kemerduan kicauannya

Untuk kandangnya, idealnya terbuat dari kawat baik yang berbentuk kotak maupun bulat. Untuk kandang bulat, bisa menggunakan yang berdiameter 30 cm–40 cm. Sedangkan untuk kandang kotak, idealnya yang berukuran 25 cm x 35 cm x 40 cm. “Jangan menggunakan kandang yang terbuat dari kayu. Love Bird biasanya menggigit-gigit kandang yang terbuat dari kayu,” papar kelahiran Bantul, tahun 1978 itu.

Saat ini, ia melanjutkan, harga sepasang anakan Love Bird mencapai Rp500 ribu–Rp800 ribu. Sedangkan indukan siap telur, bisa menembus angka lebih dari Rp2 juta. Tergantung, jenis Love Bird-nya.

Salah satu jenis Love Bird yang memiliki nilai ekonomi tinggi yaitu Lutino. Ciri fisik jenis ini yaitu memiliki warna kuning di tubuh, sedangkan kepala dan mata berwarna merah. Selain Lutino, Love Bird lokal seperti Blorok, Kepala Merah, dan lain-lain juga memiliki banyak peminat.

Dalam menjalankan usahanya, Heri menggunakan dua sistem yaitu pertama, membeli indukan yang berumur sekitar satu tahun. Kedua, membeli anakan yang masih berumur tiga bulan. Lalu indukan itu dikembangbiakkan hingga ia memperoleh 3–4 butir, dalam waktu tiga bulan. Dari 3–4 telur itu, yang bisa menetas menjadi anakan sekitar 1–2 ekor.

“Untuk tingkat keberhasilan menetasnya sekitar 99%, asal tidak ada gangguan yang berarti. Tingkat stres Love Bird akan naik, saat dia bertelur dan mengerami yang berlangsung selama 21 hari. Saat mengerami, usahakan jangan diganggu,” pungkasnya.

Check Also

Menyehatkan Konsumennya, Menguntungkan Petaninya

Beras Hitam Organik Meski buruk rupa, tapi kaya manfaat kesehatan. Tidak mengherankan, bila peminat Beras …