Home / Inovasi / Mengukir Telur, Meraup Rupiah

Mengukir Telur, Meraup Rupiah

Telur Ukir

 

Di balik yang tipis dan rentan, tersembunyi kekuatan yang mengagumkan. Salah satunya, kulit telur angsa yang kala diubah menjadi telur ukir yang estetis dihargai dengan nilai jual yang tinggi

 

e-preneur.co. Di hadapan orang awam, telur angsa hanyalah telur angsa. Berbeda, ketika berada di tangan mereka yang mempunyai jiwa seni. Sebab, dengan mengukirnya menjadi benda seni yang indah, telur angsa akan menjadi produk dengan nilai jual tinggi

Seperti telur ukir, demikian istilahnya, yang dibuat oleh Andi Wibisono. Pada mulanya, ia menekuni pembuatan kerajinan telur ukir cuma untuk mengisi waktu luangnya, setelah pensiun dari sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi.

“Setelah pensiun, saya berpikir kira-kira kegiatan apa yang bisa saya lakukan dan juga menghasilkan. Sepertinya, membuat kerajinan telur ukir cocok bagi saya. Meski, awalnya, mesti bersusah payah belajar teknik mengukir telur,” kisah Andi.

Sebab, Andi menguasai teknik mengukir telur secara otodidak. Untungnya, kalau boleh dibilang begitu, ia memiliki bakat seni.

Sehingga, tidak mengherankan, bila ia mampu menciptakan hasil karyanya dalam kurun waktu yang terbilang singkat. Sepanjang tahun 2008, meski masih dalam tahap belajar, setidaknya ia sudah menghasilkan 30 karya telur ukir yang membuatnya membukukan penghasilan jutaan rupiah.

Pada mulanya, ia memasarkan hasil karyanya itu dengan mengikuti pameran kerajinan berskala nasional. Ternyata, peminatnya cukup banyak. Sehingga, Andi pun dengan percaya diri memasarkannya melalui internet.

“Namun, saya belum berani titip jual ke galeri-galeri. Mengingat harga jualnya mahal, maka saya harus menyasar galeri kerajinan yang segmen pasarnya menengah ke atas. Sementara galeri yang seperti itu, menetapkan fee yang juga mahal. Imbasnya, harga jual telur ukir saya akan semakin mahal,” jelas kelahiran 21 Februari 1952 ini.

 

Meski proses pembuatan telur ukir sangat sulit, setiap orang dapat membuatnya jika dilakukan dengan tekun

 

Menurut Andi, meski telur ukir merupakan benda seni di mana kolektornya mau mengeluarkan biaya berapa pun untuk mendapatkannya, tapi ia tidak ingin mereka mendapatkan harga yang kurang sesuai. Karena itu, ia hanya memajang seluruh hasil karyanya di kediamannya yang terletak di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Dalam bisnis ini, Andi, boleh dikata, beruntung. Sebab, ia memulainya ketika belum banyak orang menekuninya. Di sisi lain, ia dinobatkan sebagai pionir seniman telur angsa ukir.

Namun, meski dinyatakan sebagai yang paling mahir dalam teknik mengukir telur, sementara proses pembuatan telur ukir sangat sulit, Andi meyakini bahwa setiap orang dapat membuatnya jika dilakukan dengan tekun (dan memiliki bakat). Bukan sekadar menyenanginya.

“Untuk membuat telur ukir sangat menyita waktu. Jadi, orang-orang yang mempunyai banyak waktu luang saja yang bisa menjalankannya. Karena itu, jika ingin menjadikannya bisnis juga harus serius,” tegasnya.

Alumnus Fakultas Arsitektur Landskap Universitas Trisakti, Jakarta, ini menjelaskan bahwa untuk membuat telur ukir, pertama, telur yang siap ukir harus dikeluarkan dulu isinya melalui lubang kecil di bawah telur, dengan diameter kurang lebih 2 mm. Dengan bantuan kompresor, cairan telur yang kental perlahan-lahan keluar.

Setelah itu, membersihkan lapisan tipis di bagian dalam telur yang biasanya membuat telur mengeluarkan aroma amis. Selanjutnya, memoleskan cat dinding di bagian dalam telur agar telur sedikit lebih kuat dan tidak mudah pecah saat diukir. Berikutnya, menggambarkan pola di permukaannya. Setelah diukir dengan bantuan alat bor bermata mini, telur diamplas agar lebih mengkilap.

Untuk motifnya, Andi mencontek motif-motif batik yang memang banyak disukai turis asal Jepang dan pembeli dari Australia. Tapi, tidak sedikit pula ia menciptakan motif sendiri, seperti Huruf Arab, gambar kepala hewan, atau sketsa wajah tokoh terkenal.

“Awalnya, saya membuat sketsa wajah mantan Presiden Barack Obama dan ternyata laku. Kemudian, saya membuat sketsa wajah presiden Indonesia dari awal hingga sekarang. Ke depan, saya akan membuat sketsa wajah tokoh dunia untuk dijual ke pasar internasional,” pungkas Andi, yang mematok harga telur ukirnya 20 kali lipat lebih besar daripada harga telur sebelum diukir.

Check Also

Cucian Bersih, Ekosistem Terjaga

Deterjen Minim Busa Isu ramah lingkungan membuat para pelaku usaha terus menggali ide untuk menciptakan …