Home / Agro Bisnis / Si Cantik dengan Nilai Jual Tinggi

Si Cantik dengan Nilai Jual Tinggi

Rusa

 

Ibarat pohon kelapa yang dapat dimanfaatkan setiap bagian “tubuhnya”, demikian pula dengan rusa. Lebih dari itu, daging, kulit, dan ranggahnya memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Sayang, Masyarakat Indonesia belum memanfaatkannya secara maksimal

 

Harga daging rusa 4−5 kali lipat lebih mahal daripada daging sapi dan biasanya menjadi menu spesial di beberapa hotel berbintang lima

 

e-preneur.co. Kala melihat rusa, pernahkah terpikir oleh Anda bila binatang cantik bertanduk indah ini juga dapat diambil manfaat lainnya? Tidak! Tentu, itu jawabnya.

Padahal, menjangan, demikian sebutannya yang lain, bukan cuma hewan yang sedap dipandang, asyik diajak bermain-main, atau eksklusif dipelihara, melainkan juga mampu menambah pundi-pundi keuangan Anda dengan memanfaatkan daging, kulit, dan ranggah atau tanduknya.

“Daging rusa yang harganya 4−5 kali lipat lebih mahal daripada harga daging sapi, biasanya menjadi menu spesial di beberapa hotel berbintang lima. Karena, kandungan kolesterolnya rendah dan teksturnya lebih halus daripada daging sapi. Sayang, sampai saat ini, hotel-hotel tersebut masih menggunakan daging rusa yang didatangkan dari New Zealand. Sedangkan kulitnya, biasanya digunakan dalam industri pembuatan tas dan sepatu,” kata Burhanuddin Masy’ud, Kepala Laboratorium Konservasi Ex-situ Satwa Liar, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.

Ranggah mudanya, ia menambahkan, biasanya digunakan sebagai bahan baku obat kuat atau untuk meningkatkan vitalitas kaum pria. Sehingga, hubungan seks semakin greng. “Berkaitan dengan itu, Hong Kong dan Cina khusus mengembangbiakkan rusa untuk diambil ranggah mudanya, di samping dagingya. Di Indonesia, hal ini masih dalam percobaan,” jelas Burhan, sapaan akrabnya.

Sedangkan ranggahnya yang sudah tua (biasanya tanggal dengan sendirinya karena usia, red.), dapat digunakan sebagai hiasan rumah. “Secara tradisional, ranggah tua biasanya juga diolah sebagai obat kuat, dengan cara digerus dan dicampur dengan beberapa bahan pendukung lain,” imbuhnya.

Sebenarnya, ia melanjutkan, obat kuat baik dari ranggah muda maupun ranggah tua sama saja khasiatnya. “Tapi, karena ranggah muda diperoleh dengan cara ‘memanen’, maka lebih populer di kalangan masyarakat,” ungkapnya. Sekadar informasi, ranggah bersifat seperti kuku atau akan tumbuh lagi setelah 60 hari dipotong atau tanggal. Dalam satu kali masa produksi, seekor menjangan mampu menghasilkan minimal 0,1 kg ranggah muda.

Hewan memamah biak ini juga mudah berkembang biak. Rusa betina yang tingginya bisa mencapai 100 cm, secara alami hanya mampu melahirkan satu anak dengan masa bunting 8−9 bulan. Tapi, jika ingin mempercepat pengembangbiakannya, dapat dilakukan dengan menyapih bayinya lebih cepat. Sehingga, dalam jangka waktu dua tahun dapat dihasilkan 2−3 bayi rusa.

“Di beberapa negara, cara ini dilakukan dengan menyuntikkan hormon tertentu. Sehingga, terjadi super ovulasi. Di Indonesia, hal ini masih dalam peneletian,” ujarnya. Di sisi lain, meski siklus perkawinan di alam liar terjadi pada April−Oktober, tapi karena bersifat individual, maka dalam penangkaran dapat dilakukan pengaturan perkawinan. Sehingga, perkembangbiakannya dapat berjalan terus.

Angka kematiannya, ia melanjutkan, juga kecil (di bawah 1%, red.). Sebab, satwa liar yang mampu bertahan hidup hingga umur 15 tahun ini, memiliki daya tahan tubuh yang tinggi. “Apalagi, jika tingkat sanitasi dalam penangkaran juga tinggi,” tambahnya.

Selain itu, ia juga mudah beradaptasi. Contoh, Rusa Sambar yang banyak ditemui di Kalimantan dan berhasil dikembangbiakkan di New Zealand, kini juga menunjukkan keberhasilannya ketika ditangkar di Indonesia.

Sekadar informasi, di seluruh dunia terdapat 50 jenis rusa, empat di antaranya berasal dari Indonesia yaitu Rusa Sambar, Rusa Jawa/Timor, Rusa Bawean, dan Rusa Totol. Sementara untuk penangkaran, Burhan menyarankan agar lebih baik menggunakan Rusa Jawa/Timor. Mengingat, luasnya penyebaran dan kemudahannya beradaptasi. Tertarik?

 

Catatan

Tertarik untuk menangkarkan rusa dalam skala rumah tangga? Jika ya, maka Anda membutuhkan 100 ekor rusa untuk ditangkar dalam area seluas minimal 2 ha. Untuk bisa memperoleh anakannya, Anda dapat membelinya di beberapa kawasan perlindungan hewan langka, taman nasional, atau kebun bintang.

Untuk mempercepat pemasukan, sebaiknya membeli anakan yang telah berumur setahun. Sebab, pada umur 12–18 bulan, yang jantan (berbobot 60 kg–100 kg, termasuk ranggahnya, red.) sudah dapat dipotong, sedangkan yang betina sudah siap beranak pinak. Dalam penjualannya, biasanya per bagian (daging, kulit, atau ranggahnya saja, red.).

Dalam pemeliharaannya, biaya lain yang harus dikeluarkan yaitu pembuatan pagar besi guna melindunginya dari predator. Di samping itu, juga melindung orang-orang di sekitarnya. Mengingat, pada musim kawin, rusa jantan yang mampu mengawini 10 betina bisa menjadi sangat beringas dan dengan tinggi badan bisa mencapai 120 cm, mampu melompati pagar setinggi 2 m.

Tapi, biaya pembuatan pagar ini dapat ditiadakan, dengan menggantinya dengan pagar hidup atau pohon-pohon yang ditanam berjajar rapi mengelilingi rusa-rusa yang berkeliaran di tengahnya. Pohon-pohon ini juga sekaligus sebagai sumber pakan, selain rerumputan dan dedaunan yang tumbuh liar di area pemeliharaan.

Check Also

Bisa Dipelihara, Bisa Pula Dibisniskan

Guinea Pig Bukan babi, melainkan sejenis tikus. Tidak berasal dari Guinea, tapi dari Andes. Semula …