Home / Senggang / LifeStyle / Kala Yanny Tan Berpuisi…

Kala Yanny Tan Berpuisi…

Nature’s Poetry Couture Collection 2019

 

Membuat para perempuan kelihatan cantik, percaya diri, dan nyaman dengan diri mereka sendiri melalui busana yang mereka kenakan tanpa perlu kehilangan jatidiri, menjadi filosofi Yanny Tan dalam merilis peragaan perdana busana-busana rancangannya. Dan, 47 set gaun cocktail dan gaun malam, serta setelan busana pria pun itu pu ia gelar dengan tajuk “Nature’s Poetry”

 

Melalui busana rancangannya, Yanny bercerita tentang panorama alam yang dipenuhi dengan bunga-bunga dan burung-burung, dalam warna yang tenang dan dekat dengan alam

 

e-preneur.co. Memandang karya Yanny Tan selaksa menelisik sebuah karya yang puitis. Sepuitis tajuk yang dipilihnya “Nature’s Poetry Couture Collection 2019”.

Ya, melalui busana rancangannya, Yanny bercerita tentang panorama alam yang dipenuhi dengan bunga-bunga dan burung-burung dalam warna yang tenang dan dekat dengan alam, seperti warna cokelat, abu-abu, hijau pupus, merah pekat, hingga warna kelam seperti biru dan hitam. Sementara pemasangan beads di atas lurik dan bahan lain yang bertendensi warna kehijauan, terlihat menyatu dengan manik-manik keemasan dan merebakkan aura antik.

Dalam mencipta, Yanny menuangkan ilham dengan hikmat ke seluruh tampilan busana. Itu karena, perancang ini mengerjakan sendiri segalanya sejak dari hulu. Dimulai dengan merancang sketsa batik, yang menunjukkan kekuatan desain sekaligus karakter dirinya. Hingga, mempersiapkan desain batik secara detil untuk dijadikan gaun atau potongan yang dipadankan dengan busana ciptaannya, baik itu tulis, cap, maupun tie-dye.

Pilihan jenis batiknya pun beragam, tidak terbatas pada batik daerah tertentu. Ada batik dengan latar belakang gaya peranakan, seperti Cina, Jepang, atau Turki.

Sang desainer juga mempertemukan unsur kebaratan berupa bentuk siluet busana yang ringkas dengan unsur ketimuran yang kompleks, seperti tertera pada desain motif batik maupun tie-dye ciptaannya. Hal ini, memperlihatkan kebebasan Yanny dalam mengekspresikan gaya rancangannya.

Selanjutnya, 47 set gaun cocktail dan gaun malam, termasuk empat setelan busana pria, ia tampilkan dalam peragaan tunggal bertajuk “Nature’s Poetry” di Nusantara Ballroom, Hotel Dharmawangsa, Jakarta. Sebagian dari gaun-gaun itu dapat Anda lihat di sini, melalui dokumentasi Tim Muara Bagdja.

Check Also

Ketika Para Perantau Kangen dengan Kampung Halamannya

Bubur Samin Bubur Samin bukanlah makanan tradisional Solo, tapi menjadi menu takjil yang ikonik di …